http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=200694 Senin, 05 Des 2005,
Kami Punya Cara jika Diserang Pendeta Natan Setiabudi yang diundang secara khusus di pertemuan antarkelompok Islam itu mengaku merasa senang dan puas. Dia kini lebih bisa memahami makna jihad di kalangan Islam. Berikut petikan hasil wawancara Jawa Pos dengan Pendeta Natan: Bagaimana perasaan Anda datang di forum ini? Biasa saja. Saya senang bisa hadir di sini. Bisa Anda lihat sendiri, saya rileks dan tidak tegang. Waktu saya bicara tadi, juga mendapat respons baik dari yang hadir kan. Yang jelas, suasana sangat akrab walaupun saya dari kalangan kristiani. Saya datang ke sini karena diundang oleh Fauzan (Fauzan Al Anshori dari MMI). Saya dan Fauzan satu tim di Gerakan Nasional Antiterorisme (GNAT). Pendapat Anda tentang jihad yang mengemuka dalam forum tadi? Menurut saya, baik. Islam kan artinya berserah diri. Mungkin jihad bagi kalangan Islam bagian dari berserah diri. Di Kristen juga ada konsep berserah diri seperti ini. Tapi, tentu bukan dengan jihad. Artinya begini, saya menghormati dan berpikir positif tentang jihad, selama pengertiannya adalah defensif. Bukan ofensif. Jadi, kalau jihad untuk bertahan karena diserang, saya setuju saja. Di kalangan Kristen, bagaimana jika diserang? Kami punya cara sendiri jika diserang. Kalau kami dipukul, belum tentu kami akan memukul balik. Strategi dan konsep kami telah bergeser dan berubah. Tidak mesti membalas kalau diserang. Strategi keadilannya (jika diserang) sudah tidak seperti dulu. Ini yang terus kita kembangkan. Jadi, agak berbeda dengan Islam dengan konsep jihadnya itu, meski sama-sama ada nuansa penyerahan diri terhadap Yang Mahatinggi. Pandangan Anda terhadap organisasi seperti MMI, HTI, atau FPI? Hubungan kami baik. Kami dari kristiani selalu menekankan hubungan persaudaraan dengan umat lain. Dan, saya yakin pimpinan di MMI, HTI, atau FPI juga memberikan pengertian yang sama soal hubungan dengan umat lain. Buktinya, saya tidak diapa-apakan di sini. Apa yang akan Anda sampaikan ke umat Anda setelah ini? Minimal, ada dua yang akan saya sampaikan. Pertama, seruan jihad itu bukan untuk kalangan di luar Islam. Artinya, kalau ada seruan jihad, itu hanya untuk umat Islam. Kalau umat lain ingin berjihad, ya, harus masuk Islam dulu. Tapi saya kira, umat non-Islam tak perlu risau yang berlebihan menanggapi jihad. Karena jihad dalam Islam ada syaratnya, tidak sembarangan. Kedua, yang akan saya sampaikan adalah bahwa yang menentukan jihad adalah pemerintah. Kalau amir atau pemerintah memerintahkan untuk pergi jihad, ya rakyatnya harus berjihad. Tapi, Indonesia kan bukan negara bersyariat Islam. Jadi, pemerintahnya tidak akan memerintahkan jihad. (cak) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today! http://us.click.yahoo.com/LeSULA/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

