Proyek Terorisme
by: Djuanda letkol Laut (Purn.)-Pengamat Intelijen
Majalah Azzikra No. 13

Jika melihat pada kilas balik peristiwa munculnya Azhari hingga 
proses penangkapan terhadap dirinya, dari sisi intelijen, rentetan 
peristiwa tsb adalah sebuah proyek sandiwara yang diciptakan oleh 
persaingan antara institusi, dalam hal ini TNI dan Polisi...

Satu minggu sebelum penangkapan Azhari di Malang, TNI AD dikabarkan 
hendak membentuk dest anti teror akibat terjadinya ledakan di Bali. 
Konon, desk tsb baru sekedar usulan dalam rangka membantu kinerja 
kepolisian dalam memberantas jaringan terorisme di Indonesia. 
Namun,s ebelum desk itu terbentuk, pihak kepolisian melalui 
Datasemen 88 sudah melakukan penggerebrekan. Semuanya tertata apik, 
berikut media massa yang langsung menyiarkan secara langsung aksi 
penggerebekan tersebut. TNI kalah sigap.

Itulah apresiasi singkat skeneraio terorisme hingga permainan di 
balik aksi teror di Indonesia. Ada perbedaan antara terorisme ansich 
dan proyek terorisme.

Proyek terorisme di Indonesia dapat dikatakan sebagai sebuah proyek 
yang didasarkan pada sebuah pemikiran tentang Pan Islamisme. 
Indikatornya adalah, semua aksi terorisme ada kaitannya dengan 
salah satu aliran, ajaran dan komunitas Islam yang notabene adalah 
kelompok minoritas dalam lingkungan Islam di Indonesia. Dapat 
diapresiasikan bahwa memang ada proyek yang bertujuan untuk 
memunculkan gerakan Islam radikal yang menghalalkan segala cara demi 
mencapai tujuan. Atau boleh jadi proyek ini bertujuan utk 
menciptakan dan memunculkan simpati publik terhadap metode 
perjuangan yang diterapkan oleh kekuatan Islam minoritas itu sendiri.

...Inilah mengapa saya mengatakan bahwa proyek terorisme adalah
sebuah proyek dalam aksi yang bertujuan menciptakan dominasi Islam 
di wilayah Asia Tenggara melalui dua jalur, yaitu jalur politik 
murni serta jalur aksi terorisme. Keduanya berjalan beriringan 
dengan maksud sama meski cara mereka berbeda.

Konon cara mereka inipun akhirnya disusupi. Dimana tadinya hanya 
sabotase, black propaganda dan teror skala kecil, kini didanai dand 
iarahkan untuk menciptakan gangguan skala besar. Kelompok yang 
tadinya tidak mengerti cara merakit bom serta cara mendapatkan bahan 
peledak,s ekarang semuanya bisa didapat hanya dengan menekan nomor 
di telpon selular mereka. Disinilah kelompok tiga mulai bermain.

)Proyek terorisme di Indonesia sendiri bersumber dari dua aliansi: 
aliansi kekuatan dalam (yang tidak terkesan solid) dan aliansi 
kekuatan luar yang ada garis merahnya dengan kekuatan di Timteng. 
Konon konflik di timteng spt Afghan dan Irak karena dominasi Barat 
yang terlalu besar, menimbulkan rasa ketidakadilan dan membuat 
banyak kelompok pengusaha atau jaringan Islam minor melakukan reaksi 
dengan aksi teror dunia. Tujuannya adalah untuk mengorbankan satu 
kelompok Islam dalam rangka memobilisasi simpati kekuatan muslim 
yang ada di dunia untuk melawan dominasi Barat tsb.

Dari kaca mata Polstrataklog (Politik, Strategi, Taktik, dan 
Logistik), konon aliansi ini masuk dalam kategori organisasi tanpa 
bentuk. Sangat rentan untuk disusupi oleh musuh dalam rangka 
mewujudkan kepentingannya, yaitu memanfaatkan lemahnya jaringan 
organisasi untuk melakukan aksi yang mendukung kepentingan kelompok 
yang ditunggangi. Misalnya, ketika terjadi ledakan, makas seluruh 
uang yang masuk ke INdonesia diawasi. Atau banyaj akhirnya negara 
donor atau lembaga Internasional yang tidak melanjutkan kerjasama 
mereka dengan kekuatan muslim di Indonesia. Siapa ayng diuntungkan?

Maka jika melihat beberpa pendekatan diatas, aksi-aksi sabotase dan 
peledakkan yang terjadi di Indonesia tak lain adalah sebuah proyek 
terorisme yang sedang dijalankan akibat pengaruh perang dominasi, 
ekonomi, dan ekspansi bisnis kelompok dunia yang saat ini sedang 
bermain. Tujuannya adalah untuk memfragmentasikan kekuatan Islam 
dunia dan perebutan pasar. Sebab selama kekuatan Islam masih kuat, 
tentu kapitalisme tak akan berkembang.

Di sisi lain, peledakkan juga bisa merupakan proyek yang dijalankan 
oleh kekutan muslim dunia dalam rangka memobilisasi simpati dan 
menggerakkannya. Khusus di Indonesia, merupakan medan tempur yang 
efektif karena negara ini sedang lemah.

wassalam,


--- In [email protected], "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> REPUBLIKA
> 
> Minggu, 04 Desember 2005

> Bandul Terorisme 
> 
> Oleh : Haedar Nashir 
> 
> Adapun kelompok-kelompok yang naif tak henti-hentinya 
melanggengkan bahkan mengembangbiakkan kedunguan. Maka sempurnalah 
pertumbuhan daur ulang kekerasan dalam beragam penjelmaan. Negara 
dan pihak-pihak yang memiliki hegemoni kepentingan membiarkan 
kekerasan jadi komoditi yang serba menguntungkan. Orang-orang dan 
kelompok-kelompok naif terperangkap dalam ekstremitas yang akhirnya 
menggali lobangnya sendiri. Si cerdik dan si dungu bertempur dalam 
medan baru yang bernama terorisme. Lalu manusia dan kehidupan pun 
jadi korban pertaruhan. Semoga saja terorisme tidak masuk dalam 
dunia industri yang rumit itu. Jadi mega proyek baru!
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>







------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/wlSUMA/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke