Ini sebetulnya postingan masarcon dimilis tetangga, yang merupakan 
diskusi Mas Aji (?) dan Mas Gun (Islib). Sekedar menambah paradigma  
Islib di Indo ini.

Saya tidak pernah menyangkal kalau Islib adalah bagian dari Islam. 
Tapi kesan sayapun terhadap Islib ini terlalu seenaknya saja 
(terlalu bebas?) dalam memberi makna kepada sesuatu, terutama ayat2 
AlQur'an.

Sebaiknya kita juga jangan mudah ditipu dengan orang-orang/institusi 
yang memakai nama or simbol "Islam". Itu saja.

wassalam,

----- Original Message -----
From: "Aji Hermawan" <[EMAIL PROTECTED]>

> Mas Aji.., apa kabar? Kapan ke Cairo? Sayang saya tidak bisa
menemani lagi; saya lagi meringkuk di Utan Kayu :)

Gun, insyaallah saya minggu depan ke Cairo, ada international
conference di Cairo Marriott Hotel, sekaligus mau tabarukan lan
ngemut shisha he..he....

Gun,
terus terang aku masih ndak paham paradigm yang dibawa Islib atau
Ulil. Saya dapat memahami dengan mudah paradigm Hasan Hanafi, Farid
Essack, atau bahkan LKiS. Tapi Islib?

Kalau Islib disebut membentuk epistem liberal, maka epistemologi apa
yang dijadikan anutan? Basis epistemologi ini yang menurut saya
justru tidak saya lihat. Tidak secara eksplisit, tapi secara
implisit saya dapat menduga arahnya. Tulisan Mas Dawam,memberikan
lead: PRAGMATISME.

Ya! pragmatisme itulah yang tampak dalam pemikiran Ulil. Pragmatisme
itu kata lain menggunakan berbagai paradigm seenak 'wudele dhewe'
atau istilah saya paradigma mencla-mencle. Inilah satu-satunya
sumbangsih USA dalam dunia epistemologi. Contoh mencla-mencle
metodologis ini adalah sebagai berikut:

- mengusung postmodernisme pada suatu saat seperti mengambil
dekonstruksi-nya Derrida, tapi tidak pernah melakukan dekonstruksi
terhadap demokrasi, pluralisme, atau modernisme lebih luasnya. Jadi
dekonstruksi hanya dibawa ke domain syariah Islam, sambil menyunggi
modernisme.

- memakai paradigm critical theory, misalnya ketika mengusung
feminisme, hak-hak perempuan yang marginal, tapi melupakan bentuk
marginalisasi perempuan dalam dunia modern. Mengkritisi hegemoni
suatu pemikiran, tapi memeluk hegemoni pemikiran lain, dll.

- mengkritisi dengan tajam mitos-mitos tradisional, tetapi tidak
mitos-mitos modern seperti pasar bebas, pluralisme, demokrasi, dan
lain-lain.

- mengkritisi universalisme, tapi pada saat yang sama menganggap
konsep-konsep yang problematis - essentially contested concepts -
seperti pluralisme, liberalisme, demokrasi dan lain-lain sebagai
konsep universal yang final.

Ketidak jelasan metodologis ini juga kritik saya terhadap JIE
(jaringan islam emansipatoris). Saya berasumsi bahwa emansipatoris
mestinya memiliki basis yang kuat pada 'critical theory' sebagaimana
yang saya baca pada tulisan2 Kang Masdar dahulu. Tapi sekarang saya
tidak dapat memahami emansipatoris yang liberalis???

Ke-mencla-menclean metodologis ini juga kritik saya terhadap MUI.
Dimana pada satu sisi MUI melarang liberalisme, pada saat yang sama
mendukung agenda liberalisme yaitu dengan mengesahkan seluruh
aturan 'hak kekayaan intelektual'. Semua itu kon bisa campur aduk
dalam satu rangkaian fatwa. Saya kira Mas Dawam benar bahwa MUI
tidak memahami liberalisme, tapi saya juga geleng-geleng ketika Mas
Dawam yang pendukung pluralisme tidak memahami pluralitas makna
liberalisme dan pluralisme itu sendiri. Paradox?

Itu dulu 'critical appreciation' dari saya, Gun, he..he....

Salam

Aji Hermawan
Manchester, UK.



--- In [email protected], eka zulkarnain <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
 
> Islam liberal itu adalah sebuah pandangan yang
> pijakannya pada nilai-nilai Islam dan ajaran
> Islam...Jadi apa ada yang salah? Makanya dibaca dan
> dikaji dulu jangan main mengharamkan, mengkafirkan
> apalagi menganiaya orang baik fisik maupun pemikiran.
> ITU DOSAAAA...hehehehehehe 
> 
> --- Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > terserah sampeyan mo dibilang jawaban ngawur or gak.
> > Wajar aja kan 
> > kalo jawaban gak sesuai hati nurani, lalu dibilang
> > ngawur...
> > 
> > Umat Islam itu kan buanyaaaak sekali. Bukan yang di
> > Turki saja.
> > 
> > Saya juga cuma mo katakan ada segolongan umat Islam
> > Indo yang 
> > berfikiran seperti itu...dan karena apa mereka
> > mencurigai sesuatu.
> > 
> > Islib menghujat Isfun, dan sebaliknyapun begitu. Hal
> > tsb hal wajar, 
> > meski saya tak menyukai.
> > 
> > Ngapain jg saya mesti meneliti MUI? Mo dibayar
> > berapa?
> > 
> > Biarin aja ada MUI, biarin aja ada Islib...biar
> > rame...








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/f4eSOB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke