--- In [email protected], A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>



Benarkah Tuhan itu ada? Kita tidak pernah melihat
Tuhan. Kita juga tidak pernah bercakap-cakap dengan
Tuhan. Karena itu, tidak heran jika orang-orang
atheist menganggap Tuhan itu tidak ada. Cuma khayalan
orang belaka.


------------

DH: menurut saya, yang lebih relevant dan pelik, adalah pertanyaan, 
bagaimana manusia menggambarkan Tuhan.
Dengan mereka yang tak percaya, hampir tak ada konflik apa apa, dan 
itu adalah masalah masing masing percaya atau tidak.

Tetapi, mengenai bagaimana Tuhan itu digambarkan, ini yang membuat 
manusia yang bermilyard milyard ini terbelah. Gebuk gebukan.

Kaum penganut agama Semit, menggambarkan Tuhan sebagai manusia: 
berfikir, sedih, gembira, cemburu, mungkin marah, mungkin sayang, 
menghukum, memberi anugerah, meminta penghormatan, dsb.

Mereka men-transformasikan gambar dirinya dengan segala ketidak 
sempurnaan kepada Tuhan. Diberikannya sifat sifat manusia, adil, 
pemurah, dsb. Walaupun, istilah adil atau tak adil adalah khas 
istilah manusiawi, yang tak bermakna absolut, karena adil bagi yang 
satu, mungkin tak adil bagi yang lain. Juga pemurah, dsb. 

Ini telah dilakukan manusia sejak zaman purba. Kalau panen 
berantakan, maka dikatakan, Tuhan telah murka. Mungkin juga tsunami, 
dan yang mirip.

Manusia bangga dengan penggambaran Tuhan masing masing, dan siap 
mempertahankannya, kalau perlu dengan perang, atau membunuh yang 
berbeda pendapat. 

Manusia lebih fokus pada gambaran, Tuhan ini demikian atau lain, 
daripada just mengakui keberadaanNya, sebagai kekuasaan yang maha 
ada, omnipresens. Titik. 

Manusia lebih siap, dan ini sudah terjadi ribuan tahun, untuk saling 
bantai, karena perbedaan pandangan ya gambaran mengenai Tuhan, 
daripada gebuk gebukan antara yang percaya dan yang tak percaya. Yang 
percaya, biasanya mengutuk yang tak percaya sebagai "sesat" dsb, juga 
yang percaya tetapi berbeda gambaran, juga dikutuk "sesat".

Karena sibuknya mengurusi ada tidaknya sang Pencipta, manusia sering 
mengabaikan tugas utamanya: berperilaku mulia....

Memanusiakan manusia, mengasihi sesama. Ya karena sibuknya menebak 
nebak...

Salam

danardono







> Assalamu'alaikum wr wb,
> 
> Beriman bahwa Tuhan itu ada adalah iman yang paling
> utama. Jika seseorang sudah tidak percaya bahwa Tuhan
> itu ada, maka sesungguhnya orang itu dalam kesesatan
> yang nyata. 
> 
> Benarkah Tuhan itu ada? Kita tidak pernah melihat
> Tuhan. Kita juga tidak pernah bercakap-cakap dengan
> Tuhan. Karena itu, tidak heran jika orang-orang
> atheist menganggap Tuhan itu tidak ada. Cuma khayalan
> orang belaka. 
> 
> Ada kisah zaman dulu tentang orang atheist yang tidak
> percaya dengan Tuhan. Dia mengajak berdebat seorang
> alim mengenai ada atau tidak adanya Tuhan. Di antara
> pertanyaannya adalah: "Benarkah Tuhan itu ada" dan
> "Jika ada, di manakah Tuhan itu?" 
> 
> Ketika orang atheist itu menunggu bersama para
> penduduk di kampung tersebut, orang alim itu belum
> juga datang. Ketika orang atheist dan para penduduk
> berpikir bahwa orang alim itu tidak akan datang,
> barulah muncul orang alim tersebut. 
> 
> "Maaf jika kalian menunggu lama. Karena hujan turun
> deras, maka sungai menjadi banjir, sehingga
> jembatannya hanyut dan saya tak bisa menyeberang.
> Alhamdulillah tiba-tiba ada sebatang pohon yang
> tumbang. Kemudian, pohon tersebut terpotong-potong
> ranting dan dahannya dengan sendirinya, sehingga jadi
> satu batang yang lurus, hingga akhirnya menjadi
> perahu. Setelah itu, baru saya bisa menyeberangi
> sungai dengan perahu tersebut." Begitu orang alim itu
> berkata. 
> 
> Si Atheist dan juga para penduduk kampung tertawa
> terbahak-bahak. Dia berkata kepada orang banyak,
> "Orang alim ini sudah gila rupanya. Masak pohon bisa
> jadi perahu dengan sendirinya. Mana bisa perahu jadi
> dengan sendirinya tanpa ada yang membuatnya!" Orang
> banyak pun tertawa riuh. 
> 
> Setelah tawa agak reda, orang alim pun berkata, "Jika
> kalian percaya bahwa perahu tak mungkin ada tanpa ada
> pembuatnya, kenapa kalian percaya bahwa bumi, langit,
> dan seisinya bisa ada tanpa penciptanya? Mana yang
> lebih sulit, membuat perahu, atau menciptakan bumi,
> langit, dan seisinya ini?" 
> 
> Mendengar perkataan orang alim tersebut, akhirnya
> mereka sadar bahwa mereka telah terjebak oleh
> pernyataan mereka sendiri. 
> 
> "Kalau begitu, jawab pertanyaanku yang kedua," kata si
> Atheist. "Jika Tuhan itu ada, mengapa dia tidak
> kelihatan. Di mana Tuhan itu berada?" Orang atheist
> itu berpendapat, karena dia tidak pernah melihat
> Tuhan, maka Tuhan itu tidak ada. 
> 
> Orang alim itu kemudian menampar pipi si atheist
> dengan keras, sehingga si atheist merasa kesakitan. 
> 
> "Kenapa anda memukul saya? Sakit sekali." Begitu si
> Atheist mengaduh. 
> 
> Si Alim bertanya, "Ah mana ada sakit. Saya tidak
> melihat sakit. Di mana sakitnya?" 
> 
> "Ini sakitnya di sini," si Atheist menunjuk-nunjuk
> pipinya. 
> 
> "Tidak, saya tidak melihat sakit. Apakah para hadirin
> melihat sakitnya?" Si Alim bertanya ke orang banyak. 
> 
> Orang banyak berkata, "Tidak!" 
> 
> "Nah, meski kita tidak bisa melihat sakit, bukan
> berarti sakit itu tidak ada. Begitu juga Tuhan. Karena
> kita tidak bisa melihat Tuhan, bukan berarti Tuhan itu
> tidak ada. Tuhan ada. Meski kita tidak bisa
> melihatNya, tapi kita bisa merasakan ciptaannya."
> Demikian si Alim berkata. 
> 
> Sederhana memang pembuktian orang alim tersebut. Tapi
> pernyataan bahwa Tuhan itu tidak ada hanya karena
> panca indera manusia tidak bisa mengetahui keberadaan
> Tuhan adalah pernyataan yang keliru. 
> 
> Berapa banyak benda yang tidak bisa dilihat atau
> didengar manusia, tapi pada kenyataannya benda itu
> ada? 
> 
> Betapa banyak benda langit yang jaraknya milyaran,
> bahkan mungkin trilyunan cahaya yang tidak pernah
> dilihat manusia, tapi benda itu sebenarnya ada? 
> 
> Berapa banyak zakat berukuran molekul, bahkan nukleus
> (rambut dibelah 1 juta), sehingga manusia tak bisa
> melihatnya, ternyata benda itu ada? (manusia baru bisa
> melihatnya jika meletakan benda tersebut ke bawah
> mikroskop yang amat kuat). 
> 
> Berapa banyak gelombang (entah radio, elektromagnetik.
> Listrik, dan lain-lain) yang tak bisa dilihat, tapi
> ternyata hal itu ada. 
> 
> Benda itu ada, tapi panca indera manusia lah yang
> terbatas, sehingga tidak mengetahui keberadaannya. 
> 
> Kemampuan manusia untuk melihat warna hanya terbatas
> pada beberapa frekuensi tertentu, demikian pula suara.
> Terkadang sinar yang amat menyilaukan bukan saja tak
> dapat dilihat, tapi dapat membutakan manusia. Demikian
> pula suara dengan frekuensi dan kekerasan tertentu
> selain ada yang tak bisa didengar juga ada yang mampu
> menghancurkan pendengaran manusia. Jika untuk
> mengetahui keberadaan ciptaan Allah saja manusia sudah
> mengalami kesulitan, apalagi untuk mengetahui
> keberadaan Sang Maha Pencipta! 
> 
> Memang sulit membuktikan bahwa Tuhan itu ada. Tapi
> jika kita melihat pesawat terbang, mobil, TV, dan
> lain-lain, sangat tidak masuk akal jika kita berkata
> semua itu terjadi dengan sendirinya. Pasti ada
> pembuatnya. 
> 
> Jika benda-benda yang sederhana seperti korek api saja
> ada pembuatnya, apalagi dunia yang jauh lebih
> kompleks. 
> 
> Bumi yang sekarang didiami oleh sekitar 8 milyar
> manusia, keliling lingkarannya sekitar 40 ribu
> kilometer panjangnya. Matahari, keliling lingkarannya
> sekitar 4,3 juta kilometer panjangnya. 
> 
> Matahari, dan 9 planetnya yang tergabung dalam Sistem
> Tata Surya, tergabung dalam galaksi Bima Sakti yang
> panjangnya sekitar 100 ribu tahun cahaya (kecepatan
> cahaya=300 ribu kilometer/detik!) bersama sekitar 100
> milyar bintang lainnya. Galaksi Bima Sakti, hanyalah 1
> galaksi di antara ribuan galaksi lainnya yang
> tergabung dalam 1 "Cluster". Cluster ini bersama
> ribuan Cluster lainnya membentuk 1 Super Cluster.
> Sementara ribuan Super Cluster ini akhirnya membentuk
> "Jagad Raya" (Universe) yang bentangannya sejauh 30
> Milyar Tahun Cahaya! Harap diingat, angka 30 Milyar
> Tahun Cahaya baru angka estimasi saat ini, karena
> jarak pandang teleskop tercanggih baru   
> 
> 
> 
>  
> 
>  
> 
>  
> 
>  
> 
>  
> 
>  
> 
>  
> 
> Bayangkan, jika jarak bumi dengan matahari yang 150
> juta kilometer ditempuh oleh cahaya hanya dalam 8
> menit, maka seluruh Jagad Raya baru bisa ditempuh
> selama 30 milyar tahun cahaya. Itulah kebesaran
> ciptaan Allah! Jika kita yakin akan kebesaran ciptaan
> Tuhan, maka hendaknya kita lebih meyakini lagi
> kebesaran penciptanya. 
> 
> Dalam Al Qur'an, Allah menjelaskan bahwa Dialah yang
> menciptakan langit, bintang, matahari, bulan, dan
> lain-lain: 
> 
> "Maha Suci Allah yang menjadikan di langit
> gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga
> padanya matahari dan bulan yang bercahaya." [Al
> Furqoon:61] 
> 
> Ada jutaan orang yang mengatur lalu lintas jalan raya,
> laut, dan udara. Mercusuar sebagai penunjuk arah di
> bangun, demikian pula lampu merah dan radar. Menara
> kontrol bandara mengatur lalu lintas laut dan udara.
> Sementara tiap kendaraan ada pengemudinya. Bahkan
> untuk pesawat terbang ada Pilot dan Co-pilot,
> sementara di kapal laut ada Kapten, juru mudi, dan
> lain-lain. Toh, ribuan kecelakaan selalu terjadi di
> darat, laut, dan udara. Meski ada yang mengatur, tetap
> terjadi kecelakaan lalu lintas. 
> 
> Sebaliknya, bumi, matahari, bulan, bintang, dan
> lain-lain selalu beredar selama milyaran tahun lebih
> (umur bumi diperkirakan sekitar 4,5 milyar tahun)
> tanpa ada tabrakan. Selama milyaran tahun, tidak
> pernah bumi menabrak bulan, atau bulan menabrak
> matahari. Padahal tidak ada rambu-rambu jalan, polisi,
> atau pun pilot yang mengendarai. Tanpa ada Tuhan yang
> Maha Mengatur, tidak mungkin semua itu terjadi. Semua
> itu terjadi karena adanya Tuhan yang Maha Pengatur.
> Allah yang telah menetapkan tempat-tempat perjalanan
> (orbit) bagi masing-masing benda tersebut. Jika kita
> sungguh-sungguh memikirkan hal ini, tentu kita yakin
> bahwa Tuhan itu ada. 
> 
> "Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan
> bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah
> (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu
> mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu).
> Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan
> dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda
> (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui."
> [Yunus:5] 
> 
>  "Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan
> malampun tidak dapat mendahului siang. Dan
> masing-masing beredar pada garis edarnya." [Yaa
> Siin:40] 
> 
>  Sungguhnya orang-orang yang memikirkan alam, insya
> Allah akan yakin bahwa Tuhan itu ada: 
> 
>   "Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang
> (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam
> di atas `Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan.
> Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan.
> Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan
> tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini
> pertemuan (mu) dengan Tuhanmu." [Ar Ra'd:2]
> 
>   "(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil
> berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan
> mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi
> (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau
> menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka
> peliharalah kami dari siksa neraka." [Ali Imron:191] 
> 
> Terhadap manusia-manusia yang sombong dan tidak
> mengakui adanya Tuhan, Allah menanyakan kepada mereka
> tentang makhluk ciptaannya. Manusiakah yang
> menciptakan, atau Tuhan yang Maha Pencipta: 
> 
> "Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu
> pancarkan. Kamukah yang menciptakannya, atau Kamikah
> yang menciptakannya?" [Al Waaqi'ah:58-59] 
> 
> "Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam?
> Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang
> menumbuhkannya?"  [Al Waaqi'ah:63-64] 
> 
> "Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang
> menjadikannya?" [Al Waaqi'ah:72] 
> 
> Di ayat lain, bahkan Allah menantang pihak lain untuk
> menciptakan lalat jika mereka mampu. Manusia mungkin
> bisa membuat robot dari bahan-bahan yang sudah
> diciptakan oleh Allah. Tapi untuk menciptakan seekor
> lalat dari tiada menjadi ada serta makhluk yang bisa
> bereproduksi (beranak-pinak), tak ada satu pun yang
> bisa menciptakannya kecuali Allah: 
> 
> "Â…Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah
> sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun,
> walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika
> lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah
> mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat
> lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang
> disembah." [Al Hajj:73] 
> 
> Sesungguhnya, masih banyak ayat-ayat Al Qur'an lainnya
> yang menjelaskan bahwa sesungguhnya, Tuhan itu ada,
> dan Dia lah yang Maha Pencipta 
> 
> Wassalamu `alaikum wa rohmatullahi wa barokatuhu
> http://www.nizami.org/content/view/1/2/
> 
> Tertarik masalah Ekonomi? Mari bergabung ke milis Ekonomi Nasional
> Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
>               
> __________________________________________ 
> Yahoo! DSL – Something to write home about. 
> Just $16.99/mo. or less. 
> dsl.yahoo.com
>






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/SBefZD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke