http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/12/7/b1.htm
Dari Warung Global Interaktif Bali Post Tolak Pelesir ke LN-- PDI-P sudah Bangun dari Tidur? SETIAP gerak langkah anggota DPRD menjadi sorotan masyarakat. Ini pertanda bahwa DPR mempunyai peran penting dalam menggerakkan roda pemerintahan serta peningkatan kesejahteraan rakyat. Khusus dalam Fraksi PDI-P sesuai instruksi Ketua DPD PDI-P Bali agar tidak melakukan pelesir ke luar negeri pada tahun anggaran 2006 pun menimbulkan tanda tanya besar. Apakah benar hati nurani mereka yang bicara, atau apakah hanya statemen politik, atau apakah strategi marketing? Ini sebuah langkah maju yang diambil PDI-P untuk bisa menolak ke luar negeri, mereka sudah mulai bangun dari tidurnya. Karena selama ini mereka memakai kesempatan sebagai anggota dewan yang hasilnya tidak ada. Diharapkan hal itu diikuti oleh Fraksi-fraksi PDI-P di kabupaten, sehingga PDI-P betul-betul kembali ke jati diri semula sebagai partai wong cilik atau partai sandal jepit. Acara Warung Global ini disiarkan Radio Global FM 96,5 Selasa (6/12) kemarin, dan dipancarluaskan oleh Radio Singaraja FM 92 dan Radio Genta FM 96,1. Berikut rangkuman selengkapnya. ------------------------------------- Suastika di Denpasar mensyukuri penolakan tersebut, untuk apa jalan-jalan ke luar negeri? Orang luar negeri justru jalan-jalan ke Bali. Mereka ke luar negeri hanya jalan-jalan, sekarang saja kita lihat hampir tiap dua bulan melakukan kunjungan kerja ke luar daerah yang hasilnya tidak ada. Kalau ini terus dilakukan berarti anggota dewan buta bongol. Kalau memang mendengarkan aspirasi rakyat jalan-jalan di daerah saja masih banyak yang perlu dibenahi. Made Karya di Mengwi mempertanyakan manfaatnya ke luar negeri. Menurutnya, yang terpenting sekarang karena masalah ini sudah kesekian kalinya, sehingga dipertanyakan masa depan Bali ini akan dibawa ke mana? Siapa yang bertanggung jawab, apa yang kurang dan hilang dengan Bali dan apa yang perlu dipertahankan dengan Bali ini? Terkait kunjungan ini, adakah terkait dengan kepentingan Bali? Kalau mereka datang dari luar negeri tidak ada kaitannya untuk Bali ke depan, itu berarti mubazir. Mudah-mudahan hati mereka terbuka. Natri Udiani merasa sangat gembira atas langkah yang diambil PDI-P Bali. Dia berharap semoga ditularkan ke kabupaten di seluruh Bali. Aji Binong di Mengwi mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPD PDI-P Bali Cok. Ratmadi yang bertanggung jawab terhadap PDI-P. Dia salut kepada Cok Rat dengan komitmennya bahwa menyetop Fraksi PDI-P ke luar negeri, artinya paradigma PDI-P sekarang sudah berubah, mulai memperhatikan rakyat seperti misalnya pertanian dalam hal ini subak. Sulu di Denpasar salut kepada Fraksi PDI-P masih mengerti keadaan Bali. Jumlah anggaran Rp 2 milyar itu digunakan untuk memperbaiki jalan yang rusak terutama juga jalan-jalan menuju areal wisata banyak juga yang rusak. Alberto di Singaraja menambahkan bahwa sebuah langkah maju yang diambil PDI-P untuk bisa menolak ke luar negeri, mereka sudah mulai bangun dari tidur mereka. Karena selama ini mereka memakai kesempatan sebagai anggota dewan yang hasilnya tidak ada. Mereka boleh jalan-jalan tetapi tidak ke LN, tetapi sekitar Denpasar atau Bali karena ada beberapa daerah yang masyarakatnya belum pernah dikunjungi sama sekali sehingga kerusakan-kerusakan, kebutuhan-kebutuhan, tangisan, tidak diketahui atau didengar oleh anggota DPRD. Dia juga mengusulkan agar dana tersebut digunakan untuk memperjuagkan otonomi daerah. Mega di Kuta mengakui bahwa PDI-P sudah mulai memikirkan masyarakat karena berani menolak jalan-jalan ke luar negeri yang dananya mencapai Rp 2 milyar. Kalau semua fraksi yang ada berpikiran sama maka Bali akan banyak memiliki dana yang disalurkan kepada masyarakat. Agung Purnawijaya di Gianyar menilai kalau anggota DPR demikian mendukung sekali, inilah harapan kita masyarakat. Anggota DPR janganlah studi banding ke luar negeri, tetapi ke rakyat bawah untuk mengetahui kekurangan dan perkembangan di bawah. Dogler di Gianyar menyambut positif, apalagi fraksi ini bertekad memperbesar sumbangan untuk desa pakraman dan subak. Dia mendukung sekali, dan berharap hal itu diikuti oleh Fraksi-fraksi PDI-P di kabupaten. Sehingga PDI-P betul-betul kembali ke jati diri semula sebagai partai wong cilik atau partai sandal jepit. Ugik di Kediri setuju kunjungan ke luar negeri, namun disarakannya ke Timor Leste karena dulu ada transmigran kita ke sana yang sekarang sudah balik, itulah yang harus diselesaikan. Adipati di Sibang merasa optimis karena baru bisa menunjukkan setelah satu periode memimpin. Mungkin yang dulu-dulu sudah puas ke luar negeri, sementara yang sekarang suaranya anjlok mendapatkan suara. Jadi ini adalah satu sistem marketing untuk mendapatkan suara yang lebih banyak pada periode berikutnya. Kadek Wijaya di Pujungan mempertanyakan makna dan maksud ke luar negeri itu. Sementara itu, Gus Kade di Denpasar belum yakin keluar dari hati nurani. Kalau melihat dari konfercab rupanya ada masalah. Kata-kata ini adalah kata politis. Warnata di Tabanan menyatakan sah-sah saja mengeluarkan statemen demikian karena lebih banyak mengarah ke politik, sepanjang setiap ada kunjungan ke daerah lain ada transparansi. Namun dia bertanya, apakah ada manfaatnya untuk daerah, karena selama ini tidak pernah dilakukan. Jadi sepanjang ada kontribusi untuk masyarakat Bali sah-sah saja. Giri di Renon menilai bahwa uang perjalanan dinas kemudian berkembang ke hal politik. Namun karena DPR adalah lembaga politik maka di situ permainan politik melulu. Yang dia lihat di sini adalah asas manfaat dari uang APBD yang sudah terkumpul untuk dialokasikan bagi roda pemerintahan dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Melihat dari manfaat uang perjalanan dinas yang demikian besar itu, sementara hasilnya apa? Masih di awang-awang, di atas angin, paling tidak nanti berupa perencanaan program. Sekarang bagaimana merebut hati rakyat, semestinya diarahkan untuk rakyat secara real. Tetapi aplikasi tidak ada menyentuh yang real kehidupan masyarakat. Jadi apa tujuan ke luar negeri, apakah pertanian, pariwisata? Sementara orang Jepang ke Bali untuk mempelajari subak. * [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital. http://us.click.yahoo.com/cRr2eB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

