--- In [email protected], "Ikranagara" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
Saya dari Desa Lolan yang merupakan kawasan selatan kota Negara yang
merupakan ibukota kabupaten jemberana di Pulau Bali bagian barat.
Desa saya itupenghasilan utamanya adalah ikan yang ladangnya di
selat Bali bagian selatan yang merupakan pertemuan arus panas dan
dingin sehingga plankton dan ikannya kaya sepanjang zaman. Karenanya
desa saya pernah makmur, mampu swasembada dalam membangun sarana
untuk kepentingan publik dengan gotong royong tanpa bantuan
pemerintah. Rakyat desa Loloan dan beberapa desa lainnya di pantai
menangkap ikan dengan cara sederhana, menggunakan lampu petromak
untuk menarik ikan mendekat ke sampan mereka, maka mudahlah ikan-
ikan itu diciduk dengan alat serok berupa jaring. Ikan-ikan yang
masih kecil dilepas kembali.

Celakanya, di zaman Orba, pembangunan ekonomi yang diatur oleh
Bappenas yang berkedudukan di Jakarta/Pusat itu mengendus keberadaan
ladang ikan kami itu. Investor asing masuk. Dibangunlah pabrik
pengalengan ikan di pantai. Perahu-perahu penangkap ikan yang
cangggih muncul. Nelayan tradisional dari desa saya, dan juga desa-
desa lainnya, tergusur. Ladang ikan mereka tidak lagi bisa
dkunjungi, karena merajalelanya nelayan yang entah dari mana
datangnya dengan kapal-kapal itu!

Begitulah kisah ladang ikan kami di bagian selatan Selat Bali
nasibnya. Dan nasib penduduk desa Loloan? Ya... apa mau dikata?
Melaratlah, itu pada umumnya! Desa Loloan termasuk desa tertinggal
yang mendapat IDT.

Jadi, global ekonomi dengan pola Kapitalisme Neo-Liberal telah
memakan korban di desa kelahiran tempat saya dibesarkan itu. Kisah
korban semacam ini ternyata banyak terjadi di berbagai tempat di
negeri kita, setelah kisah ini pernah saya paparkan di beberapa
milis di internet.

Realitas pahit ini saya ungkapkan dalam kisah "Postcards from my
Birthplace" yang merupakan drama pendek untuk pertunjukan Teater
Topeng Tunggal yang merupakan salah satu kisah dalam "Bali Trilogy"
yang sudah saya tampilkan di pentas Negeri Inggeris pada Mei 2005.
Pertunjukan ini pada pertengahan tahun depan akan saya tampilkan di
Bali, tepatnya di Asram Gandhi Candi Dasa, dan rencananya juga di
Jakarta.

Mas sendiri sekarang di mana?


Ikra.-
======

Kisah yang sangat menyedihkan, mas. Namun ini adalah kisah nyata yang 
merata di tanah Air. Bali, yang membawa nama bagi negara kita di LN, 
dimana banyak orang yang tahu, dimana Bali, namun tak tahu, dimana 
Indonesia..

Performance mas dalam bidan seni drama saya ikuti dari tulisan 
tulisan mas, yang sangat mengesankan.

Pergumulan dengan para investor, yang akhirnya malah menjerat urat 
nadi perkenomian daerah, telah kita alami sejak puluhan dasawarsa. 
Wujudnya yang berganti, namun kisahnya tetap sama.

Gelombang globalisasi kapital juga melanda Eropa barat, yang selama 
ini dianggap cukup tangguh menghadapi tantangan dari luar. Dalam 
sekejap perusahaan berganti tangan, dan para pekerja dan pegawai 
dialih tangankan bersama mesin dan invetaris lainnya.

Saya berada di Vienna, dimana saya juga mengalami dan memperhatikan 
dampak globalisasi bagi wilayah wilayah di Eropa barat.

Salam

danardono






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/wlSUMA/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke