hhahaha...oke oke....aye ga mau ngadu jangkrik kok, cuma mau tau aja pandangan ente sm masalah negeri ini...siapa tau ada terobosan baru. masalahnya emang banyak yg bego2 ngikutin itu fatwa smp ngadu domba...lucu kan indonesia??
--- In [email protected], "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Sembunyi-sembunyipun gak pernah. > Fatwa anti pluralisme itu gak ada hubungannya dengan SKB 2 menteri > dong. Meski kedua hal tsb meledak (atau sengaja diledakkan??)pada > saat yang bersamaan. > > Yang merusak bukan MUI, tapi orang-orang yang mencari kesempatan > pada celah fatwa tsb. Hal ini memang menjadi celah empuk buat > mengadu domba. MUI gak akan ngurusin (buat fatwa utk) orang murtad > diluar Islam. Kayaknya Alvin mencampur adukkan MUI dengan laskar2 > tsb. > > Fatwa tidak mempunyai kekuatan hukum. Kalau fatwa tsb diartikan > salah sehingga menimbulkan anarkis, bodoh orang yang > salahmengartikan saja. Tindak saja yang melakukan anarkis tsb. > > Semua produk hukum (bukan fatwa) baru memang akan menimbulkan > gejolak. Ada saja orang yang merasa dirugikan. Sulit mendapatkan > 100% kepuasan buat bangsa yang multidimensi ini. Kembali ke teori > prosentase, yang adil. > > Masalahnya bukan boleh or gaknya doa bersama. Mengertikah dikau? > Ini soal perijinan bangun gedung. > > dah ah, mo ngadu jangkrik dulu! > > --- In [email protected], "Alvin Daniel" > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > meskipun MUI tidak pernah melarang orang kristen utk > > beribadah dgn terang2an....tapi secara tidak langsung mereka > > sdh mengeluarkan fatwa anti pluralisme itu...yg nyata2 bikin > > kalangan grassroots' kalang kabut nutup2 n merusak rumah yg > > dipakai kebaktian... > > apa ga boleh kebaktian di rumah? apa ga boleh berdoa dan > > berkumpul bersama? > > saya tidak mempermasalahkan bahwa mereka (MUI) > > menganggap kristen itu adalah org2 kafir, tapi caranya toh > > kenapa gak sedikit berperi kemanusiaan..apa mesti dgn cara > > merusak dan marah2? vandalisme edan...seperti hewan yg > > berebutan lahan berburu, kesurupan... > > > > kalau emang belum tepenuhi syarat2 hukum dan birokrasinya, > > bisa kan melalui polisi?dan polisi jg tanpa 'diingatkan', pasti jg > > akan menindak 'gereja liar' itu... > > apa iya harus bikin aliansi anti pemurtadan? lalu menyegel dan > > merusak? > > itu diluar akal sehat... > > apalagi yg menyedihkan, laskar2 itu adalah bikinan 'orang > > kuat'...susah utk ditindak karena punya pelor. > > > > setiap tahun, di kantor saya diadakan 'silahturahmi' antar > > agama. > > kalo lagi lebaran ya kita mengundang ustadz utk berkotbah dan > > makan malam bareng > > dan sebaliknya waktu natal dan paskah, kitapun melakukan hal > > yg sama... > > dan gak ada itu yg namanya 'kamu kristen', dan 'kita islam'...kita > > akur dan ga ada polarisasi... > > enak toh kalo kaya gitu dan akhirnya saya jg ga mempedulikan > > orang beragama apa...yg penting akur akur dan akur... > > > > grasias, > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > --- In [email protected], "Lina Dahlan" > > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > Mengapa harus tengok yang dikit, kalo yang banyak > > ada?...he..he... > > > Ini teori prosentase. Berapa banyak rumah ibadah yang telah > > dibangun > > > selama ini dan berapa banyak yang telah dibumihanguskan > > ketika > > > situasi politik memanas? > > > > > > Saya terempati kalau seluruh umat Kristen ato minoritas di > > Indonesia > > > gak boleh beribadah. Adakah larangan itu dari pemerintah ini > > atau > > > MUI? > > > > > > Mengenai berita-berita tsb, sudah saya katakan harus dilhat > > case per > > > case..seperti yang dikatakan Gus Solahuddin itu (yang telah > > mencoba > > > terjun ke dalam satu kasus ini). Kalau kita mudah > > mengenaralisir > > > masalah, itu artinya kita masih mudah diadu domba. Masih > > cetek. > > > > > > Sudah saya ceritakan juga seorang teman saya yang minta > > tolong waktu > > > komunitasnya mau membangun gereja itu kan? Persyaratan > > hukumnya aja > > > belum lengkap. Gimana bisa membantu? Membangun rumah > > ibadah itu kan > > > sama saja dengan membangun gedung sekolah, gedung > > pasar, gedung > > > perkantoran. > > > > > > Dear Alvin, kalo yang saya baca dari ceritanya Gus Solahuddin > > mereka > > > diserbu bukan karena kemurtadannya, tapi karena tak ada ijin. > > Jadi > > > coba tertib hukum aja deh. Kita sama-sama tertib hukum. > > Saya akan > > > usahakan dilingkungan saya supaya umat Islamnya tertib > > hukum, jangan > > > main hakim sendiri kalo terjadi sesuatu pelanggaran hukum. > > Moga2 dgn > > > demikian, aparat hukum bisa bekerja lebih enak. Semoga > > aparat hukum > > > gak usah mengcreate laskar-laskar....he..he..sori ye pak > > aparat... > > > > > > wassalam, > > > > > > --- In [email protected], "Alvin Daniel" > > > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > untuk lina, > > > > saya juga percaya 100% cerita anda ttg teman2 yg beribadah > > di > > > > senayan dll... > > > > tapi coba tengok sedikiiiit aja ke berita di media ataupun > > > > kerabat2 yg lain, yg tiggal di daerah bandung, bekasi dan > > > > tangerang...begitu banyaknya rumah yg diserbu karena > > mereka > > > > sedang beribadah dan berdoa bersama, oleh pihak2 yg > > > > mengaku bahwa peribadatan disana murtad... > > > > sebagai seorang manusia, apa anda tidak sedikit merasa > > > > ter-empati...melihat orang2 yg sedang berdoa, lalu diserbu > > dan > > > > diserang tanpa perlawanan dan perlindungan aparat? > > > > > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today! http://us.click.yahoo.com/LeSULA/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

