APA BEDANYA JEJE DENGAN JE-I?
Pada akhirnya kita harus 
mengembalikan agama ke dalam posisinya yang wajar, 
yang benar. 
Saya sangat mengharapkan kepedulian para ulama 
untuk berani angkat bicara
soal terorisme. 
Kadang-kadang, para ulama memang payah untuk diharapkan.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Hehehe,marilah kita berteka tekih
Apah cing,bedanyah Jeje dengan Je ie?
Je-je ituh singkatan Jim Jones
Pamingpin ugamak karesten edan eling
Yang mengajarkan keberanian Bunuh diri kolektip.
Memang mengagumkan,memang menyeramkan.
900 nyawa dipengaruhinnyah buwat bunuh diri!
Khan edan, khan sedeng?
Tatapi ituhlah kekaguman! Yang mangsih positip.
Karana enggak ngebawa korban korban laennyah.
Nah,jingkalao Je-Ie?
Ituhlah singkatan lascar edan, Jemaah Islamiah
Nyang edan eling jugak!
Tatapi mengerikan berbarengan menyeramkan sakkalih.
Ajaran bunuh diri, yang edan edanan.
Dengan kiat masup Sorgah
Buwat ngawinin 72 bidadarih bahenol bahenol
Satu cita cita urang ugamak yang penuh syahwat kelewat
Lalu bedanyah Je-I dengan Jeje dimana?
Jeje bunuh diri, enggak bawak bawak korban jiwah
Sedangkan Je-ie menta korban sakbagae wadalnyah
Je-Ie bener bener pembunuh diri yang edan.
Bagaekan Sampar Flue burung di tubuhnyah babi babi Tangerang
Sakhingga Pahlawan Je-Ie ituh
Sakbenernyah pelaku bunuh diri Je-Ie 
Cumanlah babi babi ugamak yang haram jaddahan..
Yang heran! Kok berkembangnyah di Inulnesiah?
Gudangnyah ugamak! 
Ternyata melahirkan urang2 sontoloyoh belaka?

Nb. Terilhamin temu wicarah di bawah inih,sbb.


JIL: Pak Syu'bah, bagaimana cara menanggapi terorisme Amerika di 
beberapa tempat
dan ketidakadilan global yang dianggap pemicu aksi-aksi teror?

Terorisme oleh negara kuat seperti Amerika atau Israel hanya bisa 
kita pahami
sebagai latar belakang timbulnya terorisme umat Islam. Tapi 
sekalipun itu dapat
dianggap sebagai latar belakangnya, tidak berarti aksi terorisme itu 
sendiri
bisa kita benarkan. Itu yang penting kita pegang.

Lalu bagaimana dengan teori konspirasi yang mengatakan aksi-aksi itu 
hanya
rekayasa negara-negara asing? Bagi saya, teori yang banyak diungkap 
bekas orang
BIN (Badan Intelijen Negara), almarhum ZA Maulani, itu susah sekali 
dibuktikan.
Almarhum ZA Maulani percaya betul kalau Bom Bali I itu bukan 
perbuatan orang
Indonesia. Saya tidak ahli dalam bidang itu. Tapi yang nyata, 
kalaupun
konspirasi itu ada, dan teror itu sebenarnya rekayasa negara luar, 
toh pelakunya
tetap orang sini juga.

JIL: Apakah bom bunuh diri di Indonesia hanya tren yang akan 
berakhir dua-tiga
tahun mendatang?

Sangat tergantung bagaimana masyarakat dan kalangan ulama 
menanggapinya. Kalau
para ulama berjanji akan berbuat sesuatu, tren itu saya kira cepat 
menghilang,
atau tidak pernah dibenarkan umat. Sekarang mungkin umat masih 
terkagum-kagum
dengan nyali orang yang membunuh dirinya sendiri sambil membunuh 
orang lain.
Kalau para ulama menerangkan bahwa cara berjihad seperti itu salah 
dan keliru,
tren itu tidak akan menyebar betul.

JIL: Peran apa yang bisa diharap dari agama dan agamawan untuk 
mengurangi
persebaran gagasan-gagasan teror?

Pada akhirnya kita harus mengembalikan agama ke dalam posisinya yang 
wajar, yang
benar. Saya sangat mengharapkan kepedulian para ulama untuk berani 
angkat bicara
soal terorisme. Kadang-kadang, para ulama memang payah untuk 
diharapkan. Coba
kita ingat, pada zaman Orde Baru, tidak ada satu orang ulama pun 
yang bicara
lantang soal korupsi. Sekarang, di tayangan televisi setelah subuh, 
mereka pada
teriak: "Korupsi! Korupsi!"

Karena itu, saya kadang berkesimpulan, ulama itu pada dasarnya tidak 
bisa kita
kedepankan, kecuali untuk urusan ibadah. Memang ini agak 
disayangkan, tapi
begitulah faktanya.

Nanti kalau perkara ini sudah selesai, para teroris sudah kalah, 
mereka baru
berani angkat bicara. Saya dapat informasi bahwa surat pembaca yang 
masuk ke
desk anti-terorisme di Dephankam menganjurkan untuk melibatkan 
ulama. Tapi
sayang, banyak ulama yang bilang: "Jangan saya lah… !" Semua hampir 
begitu.
Untuk bicara soal kebenaran saja mereka tak berani. Mereka lebih 
suka bicara
soal-soal yang laku di televisi.

Namun demikian, tanpa mengurangi penghargaan kita pada ulama, kita 
tetap punya
pengharapan. Harapan itu berupa upaya untuk membantu Islam supaya 
tetap
diapresiasi sebagai agama yang benar, yang rahmatan lil `âlamîn. []

Versi asli dapat dibaca di:
http://islamlib.com/id/page.php?page=article&id=935



 









------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/wlSUMA/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke