10 Desember 2005
Membaca Kebangkitan Ikhwanul Muslimin
Mohamad Guntur Romli
Aktivis Jaringan Islam Liberal
Pemilu legislatif Mesir yang digelar 9 November hingga 7 Desember
menyuguhkan kejutan besar. Ikhwanul Muslimin menempati urutan kedua
setelah partai berkuasa: National Democratic Party (NDP). Juga
mengungguli parpol-parpol dan front-front oposisi lain.
Ikhwan mengumpulkan 88 kursi (20 persen) dari 454 kursi parlemen yang
diperebutkan (aljazeera.net, 8/12). Padahal, dalam pemilu legislatif
2000 lalu, Ikhwan hanya meraih 17 kursi. Fenomena kebangkitan kelompok
ini menjadi diskusi hangat di media-media Arab. Benarkah kelompok ini
bisa menjadi ikon reformasi dan perlawanan rakyat bagi rezim Mubarak?
Lebih dari itu, kebangkitan Ikhwan menciutkan nyali rezim Mubarak yang
telah berusaha keras mencurangi pemilu. Seperti dilaporkan situs resmi
kelompok ini, www.ikhwanonline.com (8/12), pemilu dipenuhi kecurangan
dan aksi ''premanisme'' (al-balthajiyah). Ratusan pendukung Ikhwan
ditangkap, konsituen Ikhwan dihalang-halangi mendatangi TPS, intimidasi,
dan teror yang bersahut-sahutan.
Bukan macan ompong
Inilah pertarungan babak baru antara rezim Mubarak dan kelompok Ikhwan.
Meskipun tidak berhasil meraih suara mayoritas, kelompok Ikhwan berhasil
''unjuk gigi''. Mereka bukan ''macan ompong'', meskipun peranan publik
mereka telah dipasung dengan larangan menjadi partai politik sejak tahun
1954.
Fenomena kebangkitan kelompok yang didirikan Hasan al-Banna tahun 1928
itu, paling tidak memberi beberapa sinyal. Pertama, resistensi
masyarakat Mesir terhadap rezim Mubarak semakin besar. Mereka tidak lagi
mempercayai caleg-caleg yang diusung NDP yang akan semakin memperkuat
dominasi rezim Mubarak di parlemen. Setelah melalui pemilu presiden
langsung 7 September lalu, NDP berhasil mempertahankan kursi
kepresidenan Mubarak.
Sebenarnya tidak hanya Partai NDP yang kehilangan kepercayaan rakyat
Mesir, tapi juga parpol-parpol oposisi lain. Untuk itu, rakyat Mesir
memilih reformasi melalui gedung parlemen dengan wakil-wakil rakyat
independen non-parpol. Kedua, kebangkitan kelompok Ikhwan merupakan
isyarat kemunduran NDP sebagai partai yang berpihak pada kepentingan
rakyat. Karena selama ini NDP menjadi alat kekuasaan pemerintah berkuasa
yang tidak peduli dengan nasib rakyat. Partai ini hanya peduli meraup
kekuasaan sebanyak-banyaknya.
Isu ini semakin diperkuat dengan keretakan intern dalam tubuh partai dan
pertarungan generasi tua dan generasi muda. Generasi muda dipimpin anak
Husni Mubarak sendiri, Gamal Mubarak, yang 'direkayasa' mewarisi
kepemimpinan ayahnya. Isu pewarisan kekuasaan itu juga menjadikan NDP
semakin kehilangan pamor. Ketiga, kebangkitan Ikhwan merupakan tanda
bahwa kelompok ini memiliki pengaruh riil dalam masyarakat. Keunggulan
mereka atas parpol-parpol dan kelompok-kelompok oposisi lain, menandakan
Ikhwan kelompok oposisi terbesar dan terkuat.
Meskipun kelompok Ikhwan mengalami penindasan, diskriminasi, dan
kekerasan dari rezim Mubarak, kekuatan mereka tak lenyap. Malah semakin
memperkuat sentimen dan solidaritas mereka. Ikhwan menjadikan
tindakan-tindakan rezim Mubarak itu sebagai alat dan slogan kampanye
untuk meraih simpati rakyat Mesir. Bahwa mereka adalah kelompok yang
ditindas dan dizalimi, dan bisa mengklaim sebagai kelompok oposisi
sebenar-benarnya. Lantas, bagaimana nasib reformasi di Mesir? Apakah
kebangkitan kelompok Ikhwan memberi titik terang bagi arah reformasi di
Negeri Kinanah itu? Baik NDP maupun Ikhwanul Muslimin sama-sama
mengklaim peduli dan ingin menggarap reformasi. Namun ada perbedaan
prioritas.
Bagi NDP, agenda prioritas adalah sektor ekonomi. Untuk itu, Gamal
Mubarak yang ekonom dan bukan berasal dari militer, menjadi ikon
reformasi ekonomi di Mesir. Kelompok ini mengajukan beberapa bukti
nyata: beberapa negara di kawasan Timur Tengah yang berhasil memajukan
ekonomi tanpa menyentuh reformasi politik. Sedangkan bagi Ikhwan, agenda
prioritas adalah sektor politik, dan sosial. Kelompok ini mengajukan
usulan reformasi di Mesir (mubadarah al-Ishlah fi Mishr) yang mencakup
agenda-agenda demokrasi lain; seperti suksesi, kebebasan sipil,
pembagian kekuasaan eksekutif, legislatif, dan yudikatif, serta
agenda-agenda lainnya.
Reformasi mati suri
Nah, menurut hemat saya, kondisi politik Mesir saat ini justru akan
menjadikan agenda reformasi menjadi korban. Baik NDP ataupun Ikhwan akan
bermain ''tarik-ulur'' atau ''berbaku-hantam''. Dan reformasi akan mati
suri di tepi arena.
Saya memiliki beberapa alasan dan landasan. Pertama, tidak menutup
kemungkinan akan terjadi ''koalisi parlemen'' antara NDP dengan kelompok
Ikhwan. Rezim Mubarak akan sedikit membuka celah bagi Ikhwan untuk
menghirup kekuasaan. Sebagai konpensasi ''agenda reformasi politik''
akan mereka klaim. Toh, selama ini telah terjadi kerja sama antara
pemerintah (rezim Mubarak) dengan kelompok Ikhwan yang menguasai
beberapa perkumpulan profesi; insinyur, dokter, buruh, dan lain-lain.
Taktik Mubarak itu cukup canggih mengendalikan keinginan berkuasa
kelompok ini. Di banding dengan kelompok-kelompok Islam lainnya, Ikhwan
Muslimin dikenal memiliki arah politik yang pragmatis. Kedua, tidak ada
kesulitan dan penghalang bagi rezim Mubarak untuk memutuskan kebijakan
tanpa keharusan menghiraukan kelompok Ikhwan. Sampai saat ini, NDP telah
menguasai separuh parlemen. Koalisi sektor eksekutif dan legislatif akan
terjadi kembali pada tahun-tahun mendatang. Teriakan suara wakil Ikhwan
akan ditelan oleh suara-suara mayoritas wakil NDP.
Ketiga, penambahan kekuatan kelompok Ikhwan di parlemen memang menambah
rasa percaya diri dan keberanian mereka. Namun jika tidak hati-hati dan
terpancing dengan permaian politik Mubarak, mereka bisa dituding melawan
agenda reformasi ''kelompok mayoritas''. Sewaktu-waktu, dalam keadaan
''darurat'', rezim Mubarak bisa membubarkan parlemen, ataupun parlemen
membubarkan diri sebagai taktik meredam kekuatan Ikhwanul Muslimin.
Kemudian mereka akan dilemparkan kembali ke jalan-jalan dan mudah
ditangkapi sebagai perusuh, dan mengganggu ketertiban umum. Skenario ini
bisa dilakukan jika tiba-tiba Mubarak mangkat di tengah periode
kepemimpinannya, dan Gamal yang memang sengaja dipersiapkan, akan
dipilih sebagai pengganti. Jika kelompok Ikhwan melawan, akan dituding
''melawan konstitusi''.
Keempat, kebangkitan kelompok Ikhwan ini seperti bunyi ketentongan yang
dipukul kuat-kuat sebagai tanda bahaya kebangkitan fundamentalisme agama
di Mesir. ''Alarm'' tanda bahaya sengaja dibunyikan rezim Mubarak untuk
memberi peringatan bagi dunia internasional, khususnya Barat, bahwa
''kelompok Islam ekstrem'' telah bangun atau sengaja dibangunkan dari
tidur panjangnya. Hanya ada dua pilihan yang sama-sama dilematis; rezim
Mubarak yang dispotis, rezim agama seperti Taliban, dan Syiah Iran.
Jauh sebelum pemilihan presiden 7 September lalu, Mubarak telah
''memukul kentongan'' itu dengan menyebut ada kelompok Islam yang ingin
membangun negara Islam di Mesir. Seperti terdakwa, pemimpin Ikhwanul
Muslimin, Mahdi Akif, membantah tudingan Mubarak itu. Dia menegaskan
bahwa Ikhwanul Muslimin tetap setiap pada negara kebangsaan. Namun
kelompok ini tidak bisa menafikan dalam slogan-slogan kampanye mereka
yang tetap meneriakkan ''Islam adalah Solusi, Al-Quran adalah Solusi''
(al-Islam Huwal Hall, al-Quran Huwal Hall). Slogan dipahami sebagai
tujuan: mengubah Republik Arab Mesir menjadi ''Negara Islam'' dan
mengganti konstitusi negara Mesir dengan Alquran.
Akhirulkalam, kebangkitan kekuatan politik Ikhwanul Muslimin melalui
pemilu legislatif di Mesir saat ini tidak memberi jaminan bagi nasib
reformasi di Mesir. Jikapun menang, kelompok ini tetap dituding akan
mengganti rezim lama (militer) dengan rezim baru (agama). Dan saat
inipun, kelompok ini dituding menari-nari mengikuti irama gendang
politik yang ditabuh oleh rezim Mubarak. Wallahu a'lam.
_____
Berita ini dikirim melalui Republika Online http://www.republika.co.id
Berita bisa dilihat di :
http://www.republika.co.id/Kolom_detail.asp?id=225598&kat_id=16
<http://www.republika.co.id/Kolom_detail.asp?id=225598&kat_id=16>
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Clean water saves lives. Help make water safe for our children.
http://us.click.yahoo.com/YNG3nB/VREMAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/