http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/1205/12/0302.htm


Pengambilan Sidik Jari Diskreditkan Umat Islam
Ku Wie Hon, "Mualaf Membutuhkan Pembinaan" 


BANDUNG, (PR).-
Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu At-Ta'ibin Cibinong Bogor, Anton Medan, 
menilai, pengambilan sidik jari para santri mendiskreditkan umat Muslim. 

"Kalau pihak berwajib minta data atau info tentang pesantren, saya kasih, tapi 
kalau untuk itu, entar dulu," kata Anton, dalam acara silaturahmi mualaf di 
Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jabar, Minggu (11/12). 

Menurut Anton, seharusnya oknum santrinya yang diusut, bukan mengusut seluruh 
santri di pondok pesantren, karena hal itu bisa memojokkan pesantren dan agama 
Islam.

Anton juga menyayangkan penerbitan buku Silabus oleh Pemprov Jabar yang 
mengatur aktivitas para kiai untuk berdakwah. Pondok pesantren, katanya, adalah 
tempat pendidikan. Tugas seorang ulama untuk membina moral bangsa, salah 
satunya dengan berdakwah. "Kenapa pemerintah harus mengatur kiai?"

Anton mengatakan, seharusnya pemerintah yang mendengar apa kata kiai. Bukan 
sebaliknya, pemerintah yang mengatur. "Di sinilah kapasitas seorang kiai. 
Jangan sampai terjadi disorientasi dalam menjalani tugasnya," ujarnya.

Ketua Yayasan Haji Karim Oei Cabang Bandung, Boby Alandi, juga tidak setuju 
apabila santri dicurigai. Karena hal itu akan berdampak negatif terhadap umat 
Islam terutama bagi mereka yang baru masuk dan mengenal Islam.

"Masih banyak solusi lain yang dapat dilakukan. Jangan menggunakan cara-cara 
yang memberi kesan negatif terhadap agama Islam."Islam itu indah. Semua dapat 
diselesaikan dengan cara yang indah," ujanya. 

Pembinaan mualaf

Pada acara silaturahmi yang dibuka Direktur Utama PT Pikiran Rakyat Bandung H. 
Syafik Umar itu, Ketua Mualaf Net Work (MNW) Ku Wie Hon, mengatakan, pembinaan 
terhadap mualaf sangat kurang karena ada beberapa kendala. Padahal, pembinaan 
itu diperlukan, karena pada umumnya mualaf memiliki berbagai kendala baik dalam 
bidang ekonomi maupun mental. Untuk membina mereka, perlu dukungan dari 
berbagai pihak. 

Wie Hon mengakui, keterbatasan dana dan sumber daya manusia menjadi kendala 
pihaknya dalam membina orang-orang yang baru masuk Islam dan ingin lebih 
mendalami Islam. 

Dia juga menambahkan, pembinaan di MNW terbuka untuk mualaf dari kalangan mana 
saja. "Tidak terbatas untuk satu etnis saja," ujarnya. Juga, lanjut Wie Hon, 
tidak terbatas untuk orang yang baru masuk Islam, tetapi berlaku untuk 
non-Muslim yang ingin tahu dan mengenal Islam

"Will atau keinginan juga menjadi faktor utama yang tak kalah pentingnya," kata 
Wie Hon."Untuk apa ada uang dan SDM kalau masing-masing pihak tidak punya 
keinginan yang kuat," tambah Wie Han . 

Untuk pembinaan tersebut, Wie Hon bersama rekan-rekannya di MNW berencana 
mendirikan sebuah pondok singgah mualaf. "Lahannya sudah ada, tinggal 
pembangunannya saja," ujarnya berharap ada partisipasi dari semua pihak.

Menurut H. Ali Karim Oei, Ketua Yayasan Haji Karim Oei yang membawahi MNW, 
pondok singgah memang diperlukan untuk pembinaan. "Banyak orang yang mau tahu 
Islam, tapi tidak tahu harus ke mana?" ujar Ali. (CW-7)*** 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/wlSUMA/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke