http://www.harianterbit.com/artikel.php?kategori=TAJUK_RENCANA&id=33957
12 December 2005 - 15:36 Kembali ke Indonesia SEORANG mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jerman, Prof Dr Benda, merasa heran setelah membaca media massa yang memberitakan bahwa ruangan kerja Ketua Mahkamah Agung (MA) Bagir Manan, digeledah Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus perkara Probosutedjo, sebagaimana diungkapkan Ketua MK Prof Dr Jimly Asshiddiqie, SH, di Medan akhir pekan kemarin. Di Jakarta pada hari yang sama, Pemimpin Pondok Pesantren (Ponpes) Asshidiqiyah, KH Nur Iskandar SQ, membantah tudingan bahwa terorisme berkaitan erat dengan pondok pesantren. Pernyataan Mantan anggota DPR dari Fraksi Kebangkitan Bangsa (F-KB) ini, berkaitan adanya pengambilan sidik jari di pondok-pondok pesantren yang dipermasalahkan banyak orang akhir-akhir ini. Eforia reformasi yang bergulir sejak pengunduran diri Pak Harto (Soeharto) 21 Mei 1998 sebagai presiden, disadari atau tidak, telah membawa nilai-nilai baru yang sebagian bisa saja berlawanan atau kurang bahkan tidak serasi dengan nilai-nilai yang telah kita sepakati bersama. Dalam kasus ini sangat diperlukan kedisiplinan, kecerdasan dan kearifan untuk membedakan nilai-nilai mana yang relevan dan tidak relevan. Disiplin tidak identik dengan 'peragu atau selalu bersikap ragu-ragu', karena dia lahir akibat adanya rasa keterikatan yang dalam terhadap nilai-nilai Demokrasi Pancasila itu sendiri. Disiplin dalam berpikir, disiplin dalam berucap - jika berpidato tidak emosional-provokatif, langsung pada isi dan pokok permasalahannya - diucapkan secara rapi dan sistematis. Apa yang dinilainya benar, dihayati untuk diyakini dan diamalkan, hingga dari pribadinya lahir dan berkembang disiplin berkualitas tinggi. Kita tidak alergi dengan adanya oposisi, karena UUD 1945 pun mentolerirnya. Namun banyak orang pasti menolak, jika yang berkembang Opposition coute que coute atau oposisi asal oposisi. Oposisi tak otomatis harus mengatakan tidak atas setiap yang datang dari pemerintah. Jika seorang Jerman terheran-heran atas penggeledahan ruang Ketua MA, di hati kita yang paling dalam pun bertanya, sampai sejauh itukah kewenangan KPK? Ini jelas perlu dikaji, agar tidak kebablasan. Lalu masalah pengambilan sidik jari, jika ini benar, mengapa harus apriori. Bukankah sebaiknya aparat keamanan memiliki sidik jari seluruh warga negaranya dan di-file secara baik untuk berbagai kepentingan. Memang, apabila mau melakukan gerakan nasional pengambilan sidik jari, seyogianya tidak hanya terbatas pada pasantren, tapi juga di seluruh lembaga pendidikan. Alasannya harus jelas dan dimasyarakatkan. Disosialisasikan setelah ada kesepakatan antara pemerintah dengan DPR. Agar ke depan, energi tak terbuang percuma untuk sesuatu yang sebenarnya tidak prinsipil. * [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital. http://us.click.yahoo.com/f4eSOB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

