Selamat buat Yohanes Surya, yang telah bekerja keras
membimbing siswa-siswa Indonesia yang meraih medali
emas dalam Olimpiade Sains.

Semoga YS berbesar hati dan bersabar. Lupakan sajalah
caci maki dari salah satu anggota milis (yang hanya
berani pakai nama samaran) beberapa waktu lalu, hanya
karena YS dituding menganut "Kreasionisme".

Rakyat Indonesia melihat fakta, bukan wacana. Siapa
sebenarnya yang lebih banyak bekerja untuk kepentingan
bangsa....


--- Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

>
http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail&id=6022
> Selasa, 13 Des 2005,
> 
> 
> Yosua Michael Maranatha, Peraih Emas Olimpiade Sains
> Internasional 
> 
> 
> 
> Di Tengah Belajar Keras Sempat Nikmati Komik 
> Indonesia berjaya di ajang International Junior
> Science Olympiad (IJSO) 2005 yang berlangsung
> delapan hari di Jogjakarta. Yosua Michael Maranatha
> menjadi ikon sukses itu. Tak hanya meraih emas,
> pelajar belia berumur 15 tahun itu menggapai
> predikat Absolut Winner dan The Best Theory. 
> 
> ERWAN W. dan LAILA R., Jogja
> 
> MENJADI terbaik di antara 206 peserta dari 34 negara
> di bidang sains tentu sebuah prestasi yang luar
> biasa. Dan itulah yang diraih Yosua Michael
> Maranatha, anak Jogja yang menjadi salah satu
> andalan Indonesia di IJSO 2005. 
> 
> Yosua tak bisa menyembunyikan kebanggaannya karena
> mampu menunjukkan kekuatan Indonesia di mata
> negara-negara yang secara tradisi sangat kuat dalam
> keilmuan, seperti Korea Selatan, India, Rusia maupun
> China Taipei (Taiwan).
> 
> Ketika tepuk tangan nan riuh menggemuruhkan Gedung
> Jogja Expo Center (JEC) Senin pagi kemarin, tampak
> wajah semringah naik ke panggung. Ya, nama Yosua
> Michael Maranatha disebut sebagai peraih predikat
> Absolute Winner dan The Best Theory. Sebuah predikat
> puncak dari ajang adu cerdas di bidang sains ini.
> 
> Kegembiraan tidak hanya muncul dari Yosua yang
> segera beranjak menuju panggung untuk menerima
> medali dari Mendiknas Bambang Sudibyo. Wajah penuh
> suka cita dan kelegaan juga terpancar dari peserta
> lain asal Indonesia dan para leader. Termasuk Prof
> Dr Johannes Surya yang menjadi "pengasuh" para anak
> jenius ini. Kita pantas bersyukur. Ternyata,
> Indonesia masih diberi kesempatan menduduki
> peringkat teratas di ajang kompetisi yang diikuti 34
> negara tersebut.
> 
> Sedikit kerepotan membawa dua piala, Yosua tidak
> bisa menyembunyikan rasa harunya ketika mendapat
> ucapan selamat dari teman-teman seperjuangannya. Dia
> tidak menyangka akan mendapat medali emas, Absolute
> Winner, dan The Best Theory. Apalagi, dia baru kali
> pertama mengikuti kompetisi sains bertaraf
> internasional ini.
> 
> Lulusan SMP Stella Duce I Jogjakarta ini bertutur,
> prestasi yang diraihnya adalah hadiah terbesar dan
> paling surprise dalam hidupnya. Selama mengikuti
> tiga tahap tes di ajang IJSO, yakni competition
> test, theoretical test, dan experimental test, Yosua
> tidak berpikir bakal mampu mengalahkan peserta dari
> Rusia dan China Taipei. Dua negara yang pesertanya
> terkenal kuat dalam hal sains.
> 
> "Sama sekali tidak menyangka mampu meraih prestasi.
> Ya, meski soalnya lebih mudah dibanding soal sewaktu
> karantina di Karawaci, kan saingannya ada Rusia dan
> China Taipei. Apalagi, ini kompetisi pertama yang
> saya ikuti. Tapi syukurlah, ternyata Indonesia masih
> bisa unggul di antara negara maju lainnya. Saya
> senang sekali hari ini," kata Yosua lirih.
> 
> Bagi Yosua, tingkat kesulitan soal kimia, biologi,
> dan fisika di ajang IJSO hampir merata. Tetapi, dia
> sudah membuktikan bahwa kemampuannya menguasai teori
> paling baik di antara 206 peserta.
> 
> Putra bungsu dari empat bersaudara itu mengaku sejak
> SD menyukai pelajaran fisika dan matematika. Meski
> bagi sebagian besar siswa pelajaran tersebut adalah
> momok, buat Yosua matematika dan fisika merupakan
> pelajaran yang menyenangkan. "Sejak SD, saya sudah
> suka matematika dan fisika. Gimana ya, pelajaran
> tersebut mudah dipelajari sih. Nggak usah hafalan.
> Kalau lainnya kan harus menghafal," cerita siswa
> kelas satu SMAN 3 Jogja itu.
> 
> Apa resep untuk mahir fisika dan matematika? Untuk
> mahir fisika dan matematika, Yosua memiliki resep
> khusus yang diyakininya sangat manjur. Yakni,
> berusaha mencintai pelajaran fisika dan matematika.
> Dia selalu ingat nasihat Prof Yohanes Surya,
> pelatihnya di Karawaci. "Saya selalu ingat ucapan
> Pak Yohanes Surya bahwa untuk mahir fisika dan
> matematika, kita harus mencintainya terlebih dahulu.
> Jangan jadikan keduanya sebagai momok. Kalau belum
> belajar aja sudah menjadikannya momok, dijamin pasti
> nggak bakal mahir," jelas putra pasangan Pujo
> Sutrisno dan Sofia Inawati itu.
> 
> Meski telah mampu membuktikan sebagai salah satu
> anak jenius di dunia, kehidupan Yosua tidak jauh
> berbeda dengan anak-anak lainnya. Hari-harinya tidak
> harus selalu disibukkan dengan membaca buku. Anak
> yang bercita-cita menjadi ilmuwan fisika itu mengaku
> setiap hari selalu meluangkan waktu untuk bermain
> play station, membaca komik, dan bermain komputer. 
> 
> 
> "Sebelum ikut karantina di Karawaci, saya selalu
> menyempatkan bermain play station dan membaca komik
> sepulang sekolah. Kadang-kadang juga berolahraga,
> seperti bermain sepak bola. Jadi, nggak terus
> belajar kok," ujar anak yang dilahirkan 12 Maret
> 1990 itu.
> 
> Di tengah-tengah kegembiraan menerima kemenangan,
> Yosua tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada
> orang tuanya. Bagi Yosua, orang tuanya adalah sosok
> yang demokratis. Mereka tidak pernah memaksanya
> untuk belajar atau mengharuskan menjadi juara kelas.
> "Ayah ibu orangnya nyantai. Mereka tidak pernah
> memaksa untuk belajar atau mengharuskan saya menjadi
> juara. Mereka telah memberi kebebasan kepada saya
> untuk memilih sampai akhirnya saya bisa meraih
> kemenangan ini," jelas Yosua dengan mata menerawang.
> 
> Pernyataan Yosua tersebut diiyakan sang ibu, Sofia
> Inawati, yang kemarin hadir menyaksikan kemenangan
> putranya di gedung JEC. Sofia hadir bersama ayah
> Yosua, Pujo Sutrisno. Menurut Sofia, dia bersama
> suaminya tidak pernah memaksa Yosua agar menjadi
> anak dengan kepribadian tertentu.
> 
> Sofia mengaku, perlakuannya terhadap Yosua sama
> seperti perlakuan orang tua lain kepada
> anak-anaknya. Karena itu, meski terbukti menjadi
> anak jenius, Sofia menilai anaknya tumbuh menjadi
> anak yang wajar. Bahkan, dari segi materi pun, dia
> tidak memperlakukan dengan istimewa. Sejak pertama
> sekolah, Sofia selalu memberikan uang jajan Rp 2.000
> setiap hari.
> 
> "Kehidupan Yosua tidak berbeda dengan anak-anak
> lain. Dia banyak teman, bisa ngemong anak lain, dan
> pintar bawa diri. Dia bukan anak yang pendiam dan
> suka mengurung diri. Waktunya tidak seluruhya
> dihabiskan untuk belajar. Masih ada waktu bermain
> dan bersosialisasi. Dia masih punya waktu untuk main
> PS dan komputer. Kebiasaannya, dia tidak bisa jauh
> dari televisi. Makan dan belajar harus di depan
> televisi," jelas Sofia dengan semangat.
> 
> Sejak SD, kata Sofia, Yosua sudah memperlihatkan
> prestasi akademik. Sejak kelas empat SD, Yosua
> selalu menduduki ranking pertama. Kepribadian Yosua
> yang selalu diingat Sofia adalah kritis dan logis.
> "Ketika dia saya larang untuk tidak mengerjakan
> sesuatu, dia akan bertanya alasannya. Itu dilakukan
> sejak kecil. Bagi saya, dia anak yang cukup kritis
> dan logis," katanya.
> 
> Hanya, dia tidak suka makan sayur. Tapi, sekarang
> Yosua tengah mencoba suka sayur. Kalau makan telur
> ceplok, dia lupa akan sayur.
> 
> Sebagai orang tua, Sofia dan Pujo selalu berharap
> agar Yosua tumbuh menjadi orang baik dan berguna
> bagi masyarakat. Lagi-lagi, keduanya mengaku tidak
> akan memaksa Yosua dalam memilih jalan hidupnya.
> "Hanya, kami berharap agar Yosua tetap menjadi orang
> yang takut kepada Tuhan," jelas Sofia dengan mata
> berlinang. 
> 
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
> 
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Clean water saves lives.  Help make water safe for our children.
http://us.click.yahoo.com/YNG3nB/VREMAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke