Mungkin dipakai judul "Einfhuling Einstein" supaya kelihatan wissenschaftlich
----- Original Message ----- From: "ANDREAS MIHARDJA" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Thursday, December 15, 2005 7:43 PM Subject: Re: [ppiindia] Einfhlung Einstein Mungkin saya ini out of touch - tetapi saya tidak mengerti istilah Einfhlung Einstein. Didalam bah. Jerman memang ada istilah Einfuehlung dari Albert Einstein dan persoalan yg lain yg juga terkenal dari scientist ini adalah -- perdebatan yg terkenal Bohr><Einstein tentang quantum physic yg baru berachir setelah Albert Einstein meninggal [1955] - Saya duga yg dimaksudkan dgn artikel disini adalah yg pertama. Saya duga yg dimaksudkan dgn Einfuehlung dari Einstein adalah ilmu pengetahuan yg diperlukan antara pengetahuan humanity dan pure science. Karena itu disini istilah Einfuehlung dipakai [bah. Indonesia = pengisi.] Orang barat juga memakai istillah bridging education antara kedua bidang ilmu pengetahuan tsb. Dari article yg saya baca - saya tidak melihat sifat2 dari cara pemikiran Einstein ini Apakah yg dimaksudkan disini memberikan bridging info kepada public mengenai cara pemikiran kaum pemimpin diIndonesia ???? Mungkin diantara kalian yg dapat memberikan info yg lebih terang. Thanks - Andreas Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0512/15/opini/2290686.htm Einfhlung Einstein L Wilardjo Pada hari Jumat (9/12/2005) ada pertemuan di Jalan Teuku Umar 27. Itu pertemuan para mantan. Ada dua mantan presiden dan masing- masing seorang mantan wapres, mantan Ketua DPR, serta mantan capres. Lalu, muncul ungkapantipis telinga, yang mengiringi Pernyataan Teuku Umar 27. Telinga yang tipis akan memerah dan panas bila terkena kritik. Pemilik telinga itu lalu bereaksi, menolak kritik itu dengan keras. Presiden SBY emoh kabinetnya disebut Kabinet IMF Bersatu. Ia juga menolak dijuluki peragu yang lamban bertindak terhadap tuntutan kocok ulang. Ditegaskan, ia tepat waktu, melakukan apa yang telah dicanangkan tiga hari sebelumnya di Medan. Terkesan SBY menampilkan citra diri sebagai narendra gung binathara be budi bawa laksana, pemimpin besar yang murah hati, bertindak sesuai dengan kata-katanya. Reaksi seperti dikemukakan SBY saat mengumumkan kocok ulang terbatas itukah yang menuai sebutan tipis telinga? Bukan hanya itu, tetapi juga teguran M Jusuf Kalla (JK) kepada Ermaya, yang posisinya sebagai Gubernur Lemhannas diganti Muladi. Juga reaksi JK atas deklamasi puisi Winarno Surakhmad. Tebal kuping Jika ada istilah tipis telinga, tentu ada kosok-balinya, tebal kuping. Kasarnya, tebal kuping ialah ndableg dalam bahasa Jawa, artinya tak peduli. Dengan kata lain, masa bodoh, mbuh ora weruh. Ungkapan yang lazim untuk itu ialah anjing menggonggong kafilah berlalu. Sikap Kepala Perum Bulog dan pemerintah terhadap kritik dan demo anti-impor beras saya kira bisa disebut tebal kuping. Begitu pula bersikukuhnya Menteri Dalam Negeri terhadap kritik atas pungutan Rp 50 per liter minyak tanah untuk biaya pemantauan. Tebal kuping justru lebih menyakitkan daripada tipis telinga. Ibaratnya, seperti penyaji makalah dalam suatu seminar yang tak mendapat tanggapan atau pertanyaan. Diabaikan dan tak digubris lebih memelas daripada dibantah dengan keras. Tipe pejabat kaisar ramah juga melecehkan rakyat. Benevolent despot, terjemahan harfiahnya kaisar yang berniat baik, tetapi benevolent despot adalah istilah salah kaprah (misnomer). Ia tidak mempunyai kemauan baik. Ia ramah, murah senyum, senang menepuk-nepuk pundak untuk menyenangkan rakyat, tetapi tetap melakukan apa maunya sendiri. Jadi, tebal kuping setali tiga uang dengan benevolent despot. Kritik pra-SBY-MJK Kritik terhadap pemerintah bukan baru sekarang terjadi. Karena pernyataan kritisnya, Sarwono Kusumaatmadja sebagai Menneg Lingkungan Hidup diberi petuah oleh Pak Harto agar memperbaiki tabiatnya. Beberapa peneliti di LIPI, antara lain Mochtar Pabottingi, pernah diperingatkan Menristek Habibie karena kritikannya. Di masa Gus Dur ada pengecam yang dihardik dengan Prrak..k!. Ada juga yang disepélékan dengan sinisme Gitu aja kok repot. Di masa Kabinet Gotong Royong ada sebutan seperti anak kecil. Di sini anak kecil tentu tidak dilihat dari keterusterangannya yang polos, tetapi dari sifatnya yang cengeng, perengek, dan perajuk yang menyebalkan. Kita juga ingat, Sophan Sophiaan melengserkan diri dari DPR karena kritiknya tidak diperhatikan. Ada juga kritik atas proyek Ladia Galaska yang tidak digubris; padahal kerusakan lingkungan Aceh taruhannya! Didengarkan dengan hati Oom Pasikom (Kompas, 10/12/2005) mengatakan, semestinya kritik itu tidak didengar dengan telinga (tipis atau kuping tebal), tetapi dengan hati. Betapa tepat celetukan itu. Mendengarkan kritik dengan hati berarti bersikap tepa salira. Si terkritik berusaha menempatkan diri dalam posisi pengkritik sehingga dapat merasakan apa yang dirasakan pengkritik, serta memahami kemarahannya, kecemasannya, dan aspirasinya. Dengan kata lain, si terkritik mempunyai empati, atau Einfühlung jika kita meminjam istilah Einstein. Menurut Einstein, Tak ada lintasan logis yang menuju ke asas semesta. Prinsip universal hanya dapat dicapai dengan Einfühlung, dengan kecintaan yang amat mendalam atas obyek- obyek penelitian. Juga, saya kira, kecaman sebaiknya diterima dengan Einflung, ditanggapi dengan baik. Ini tidak berarti semua kritik harus diterima dan tuntutannya dipenuhi. Bila pertimbangan yang bernalar dan bermoral serta kenyataan di âapangan tidak membenarkan substansi dan arah kritik, ia harus ditolak. Namun, menolak kecaman dapat dilakukan dengan mengedepankan kekuatan argumentasi dan menunjukkan pengertian yang simpatik, bukan dengan reaksi emosional yang membersitkan citra adigang, adigung, adiguna (mentang-mentang dalam posisi kuat, berkuasa, dan pintar.) Pengkritik memang boleh, tetapi tidak harus, menyodorkan alternatif lebih baik daripada apa yang dikritiknya. Kritik sendiri sudah merupakan urun rembuk yang mungkin ada manfaatnya. Kontrol sosial berupa loloh-balik (feed back) negatif amat berguna untuk meningkatkan stabilitas. L Wilardjo Guru Besar Fisika Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------- YAHOO! GROUPS LINKS Visit your group "ppiindia" on the web. To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. --------------------------------- [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> For $25, 15 Afghan women can learn to read. Your gift can make a difference. http://us.click.yahoo.com/_smZ4B/SdGMAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

