http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=202406

Jumat, 16 Des 2005,


Wajah Pendidikan Tinggi
Oleh Supriyoko *

Ini masalah pengakuan dunia internasional terhadap kualitas pendidikan tinggi 
kita. Baru-baru ini, suatu penerbitan berskala internasional yang bermarkas di 
Inggris, The Times, telah menobatkan Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta 
sebagai perguruan tinggi unggulan dunia.

Jelasnya; The Times baru saja mengumumkan hasil studinya bahwa UGM Jogjakarta 
(Indonesia) dinobatkan menjadi salah satu di antara seratus perguruan tinggi 
unggulan dunia untuk bidang ilmu budaya dan humaniora. 

Atas prestasinya itu, UGM Jogjakarta boleh berdiri sejajar dengan berbagai 
universitas terkemuka di luar negeri seperti RMIT University (Australia), Wina 
University (Austria), Frankfurt University (Jerman), Hiroshima University 
(Jepang), Amsterdam University (Belanda), National University of Singapore 
(Singapura), University of Lomonozov Moscow (Rusia), New York University (USA), 
dan masih banyak lagi perguruan tinggi kelas dunia yang lainnya.

Sebagai warga negara Indonesia yang baik, tentu kita ikut bangga mengetahui 
prestasi UGM Jogjakarta tersebut. Pada realitasnya, rasanya, memang belum 
pernah ada perguruan tinggi kita, baik PTN maupun PTS, yang bisa mencapai 
prestasi seperti itu. Prestasi UGM Jogjakarta tersebut tentunya dapat menjadi 
pemanis wajah pendidikan tinggi kita yang selama ini memang masih buram, bahkan 
sangat buram.


Skala Parsial

Apakah prestasi UGM Jogjakarta tersebut dapat mewakili keseluruhan lembaga 
pendidikan tinggi di Indonesia yang jumlahnya sekarang lebih dari 2.000 
perguruan tinggi? Tentu saja tidak! Prestasi yang dicapai UGM Jogjakarta 
-dengan tetap mensyukurinya- bukanlah berskala institusional, melainkan 
parsial; dalam hal ini, terbatas pada bidang ilmu budaya dan humaniora.

Yang dicapai UGM Jogjakarta tersebut bahkan bisa dinyatakan sebagai sebuah 
antiklimaks perjalanan akademis lembaga pendidikan tinggi di Indonesia. 
Baru-baru ini, Rektor UGM Jogjakarta Sofian Effendi sempat memberikan pidato 
resmi yang diikuti ratusan, bahkan ribuan orang, yang isinya merupakan 
pengakuan atas rendahnya kualitas perguruan tinggi kita pada umumnya.

Menurut Pak Sofian, lemahnya dana pemerintah bagi pendidikan tinggi nasional 
mengakibatkan rendahnya kualitas pendidikan tinggi kita. Karena itu, sulit bagi 
perguruan tinggi nasional untuk memenuhi standar mutu internasional. Kemampuan 
keuangan nasional yang amat terbatas membawa dampak besar kepada rendahnya mutu 
pendidikan tinggi kita. 

Anggaran yang mampu disumbangkan pemerintah untuk pendidikan tinggi kepada 3,5 
s/d 4 juta mahasiswa tahun anggaran 2005 ini hanya Rp 6,2 triliun. Padahal, 
anggaran yang diperlukan untuk mencapai standar mutu nasional adalah 72,4 
triliun. 

Agar perguruan tinggi Indonesia masuk dalam barisan perguruan tinggi terbaik di 
Asia-Pasifik, setidak-tidaknya, biaya pendidikan 77 juta per mahasiswa per 
tahun atau lebih kurang empat kali standar nasional yang besarnya 18,1 juta per 
mahasiswa per tahun.

Meskipun tidak dieksplitisasi oleh Pak Sofian, yang dimaksud kualitas 
pendidikan tinggi yang rendah adalah dalam skala institusional. Apabila di 
dalam skala institusional berkualitas rendah, bisa dikatakan bahwa dalam skala 
parsial, misalnya di tingkat fakultas, jurusan, atau program studi pada umumnya 
berskala rendah pula.

Lalu, mengapa UGM Jogjakarta dapat dinobatkan sebagai salah satu perguruan 
tinggi unggulan dunia untuk bidang ilmu budaya dan humaniora? Itulah kehebatan 
UGM! Dari ribuan, bahkan belasan ribu, program studi yang dikembangkan PTN dan 
PTS di Indonesia, ternyata UGM Jogjakarta mampu "mengambil" di sektor ilmu 
budaya dan humanioranya.

Dalam skala institusional, sekitar lima tahun lalu, sebuah penerbitan 
internasional yang bermarkas di Hongkong, Asia Week, melakukan studi mutu 
perguruan tinggi di Asia (termasuk Australia dan New Zealand). Di dalam studi 
yang laporannya berjudul World Class University 2000 itu, secara tidak langsung 
dilukiskan keterpurukan kualitas perguruan tinggi kita. Dalam laporan itu 
diperlihatkan, ternyata tidak satu pun perguruan tinggi nasional berhasil 
meraih peringkat yang tinggi baik dalam kategori perguruan tinggi multidisiplin 
(multi disciplinary universities) maupun perguruan tinggi iptek (science and 
technology universities).


Wajah Kita

Bahwa UGM Jogjakarta sekarang masuk di dalam barisan perguruan tinggi unggulan 
dunia tentu tidak perlu dibantah, bahkan kita sebagai warga negara Indonesia 
yang baik memang harus berbangga. Permasalahannya sekarang, apakah prestasi 
yang ditunjukkan lembaga itu benar-benar akan memulai era prestasi perguruan 
tinggi Indonesia, ataukah hanya merupakan geliat yang tidak tentu arah masa 
depannya.

Kita berharap prestasi UGM Jogjakarta itu menandai bangkitnya prestasi 
perguruan tinggi nasional kita umumnya. Namun, hal itu tidak ada jaminan sama 
sekali. Apalagi prestasi yang diraih UGM Jogjakarta tidak representasi dari 
semua fakultas, jurusan, dan program studi yang ada. 

Prestasi yang diraih UGM hanya terbatas pada bidang ilmu budaya dan humaniora. 
Bagaimanakah dengan bidang-bidang lain seperti biologi, farmakologi, ekonomi, 
hukum, kedokteran umum, kedokteran gigi, perikanan, peternakan, pertanian, 
kehutanan, ketahanan nasional, demografi, psikologi, geografi, dan masih banyak 
bidang-bidang lainnya?

Kiranya prestasi yang dicapai UGM, tanpa harus menghilangkan rasa syukur, lebih 
merupakan sebuah geliat yang tidak tentu arah masa depannya. Artinya, bisa saja 
ke depan kita akan lebih baik, tetapi bisa juga ke depan kualitas perguruan 
tinggi kita justru remang-remang tak tentu ujung pangkalnya.

Apakah memang demikian keadaannya? Rasanya ya, karena memang demikianlah wajah 
pendidikan tinggi kita. ***


* Prof Dr H Ki Supriyoko MPd, wakil presiden Pan-Pacific Association of Private 
Education yang bermarkas di Tokyo, Jepang



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/t7dfYD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke