http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=202390
Jumat, 16 Des 2005,
Dilarang, Anggota BURT Tetap ke Mesir
Beralasan untuk Studi UU Perjudian
JAKARTA - Anggota DPR RI benar-benar kebelet ingin ke luar negeri. Kendati
pimpinan DPR meminta mereka untuk menunda kunjungan ke luar negeri, sebagian
tetap ngotot. Kunjungan itu dilakukan di sela-sela masa reses kali ini.
Hari ini, 14 anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI bertolak ke Mesir.
"Saya ikut melakukan kunjungan ke Mesir untuk studi kasus tentang pembuatan RUU
Perjudian," ujar anggota BURT Djoko Edhi Abdurrahman kepada wartawan, kemarin.
Djoko mengungkapkan, kepergiannya bersama rombongan BURT itu dimaksudkan untuk
efisiensi. Di satu sisi, dirinya memang hendak melakukan penelitian di Mesir.
Salah satunya di Universitas Al Azhar, Mesir. Itu terkait tugasnya sebagai
anggota Komisi III DPR RI yang juga membahas masalah perjudian. "Saya kan di
BURT. Karena itu, saya ajukan diri sekalian bersama rombongan BURT," paparnya.
Kunjungan anggota BURT itu, kata Djoko, dilakukan untuk studi komparatif di
parlemen Mesir, untuk melakukan lawatan balasan. Tapi, Djoko mengaku tidak tahu
persis tentang jadwal dan siapa saja yang berangkat. Yang pasti, kata dia,
Suryama M. Sastra dari FPKS telah mengundurkan diri karena partainya melarang.
Sementara itu, informasi yang beredar, pimpinan BURT Roestanto Wahidi
Dirdjojuwono dipastikan ikut.
Tapi, bukankah Wakil Ketua DPR RI Zaenal Ma'arif telah mengeluarkan larangan
bagi anggota dewan, termasuk BURT, untuk pergi ke luar negeri? "Siapa bilang
itu. Tidak ada komunikasi dan sosialisasi," ujarnya.
Sekjen BURT DPR RI sendiri terkesan tutup mulut saat ditanya mengenai rencana
kunjungan itu. Sejumlah staf BURT saling lempar tentang hal itu. Apalagi, saat
dimintai daftar pihak-pihak yang hendak berangkat. "Yang saya tahu, sejak awal
Pak Zaenal sudah menyampaikan larangan secara lisan. Tidak boleh lagi ada
anggota BURT ke luar negeri," ujar Kasubag Rapat Sekjen BURT Adriansyah.
Namun, saat didesak bahwa Djoko Edhi mengatakan sudah pasti akan berangkat hari
ini, Adriansyah menampiknya. "Pak Djoko kan bukan anggota BURT lagi,"
tandasnya. Keterangan Adriasnyah itu jelas bertentangan dengan data nama
anggota BURT pascakocok ulang yang ada di DPR RI. Pada data tersebut masih
tercantum Djoko Edhi sebagai anggota BURT.
Sementara itu, anggota BURT yang batal ikut, Suryama M. Sastra, membenarkan
kepastian kunjungan BURT ke Mesir. "Dulu pimpinan memang sempat melarang. Tapi,
beberapa pekan lalu, izin dari pimpinan sudah diberikan," ungkapnya saat
dihubungi semalam.
Jadi, kata Suryama, secara prosedur, kunjungan ke Mesir tersebut tidak
bermasalah. Bagi Suryama, semuanya bergantung pada bagaimana anggota dewan
menunjukkan performance dari hasil kunjungan itu. "Saya usul ke pimpinan BURT
agar membuat kritikal faktor soal parlemen Mesir," ujarnya.
Lantas, bagaimana dengan surat pimpinan DPR RI yang ditandatangani Wakil Ketua
DPR RI Soetardjo Soerjogoeritno yang meminta anggota Komisi DPR tidak melakukan
kunjungan ke luar negeri selama masa reses ini? "Saya tidak tahu. Kalau memang
seperti itu, bagaimana antara pimpinan dewan sendiri tidak sinkron," ujarnya.
Pimpinan DPR memang telah resmi melarang anggota dewan melakukan studi banding
ke luar negeri. Surat itu dikirim pada 13 Desember lalu.
"Dalam surat itu disebutkan, demi efisiensi dan memperhatikan aspirasi rakyat,
pimpinan DPR mengimbau agar kunjungan ke luar negeri dalam bentuk muhibah dan
studi banding tidak dilakukan lebih dulu," kata anggota Komisi I DPR RI Djoko
Susilo.
Djoko juga mempertanyakan sikap pimpinan DPR RI yang tidak kompak dalam
menindaklanjuti larangan tersebut. Bahkan, saat ini, Ketua DPR RI Agung Laksono
masih sibuk di Tiongkok. "Pimpinan sudah melarang anggota, seharusnya harus
dipatuhi juga," ujarnya.
Perlu diketahui, untuk sekali kunjungan ke luar negeri, satu anggota DPR RI
mendapat uang saku. Dari informasi yang diperoleh, untuk kunjungan ke Mesir,
satu orang mendapat USD 190 per hari. Padahal, mereka berencana melakukan
lawatan selama 7 hari. Jadi, untuk lawatan ke Mesir itu, satu orang mendapat
uang saku USD 1330. Ditambah, uang tiket pesawat sebesar USD 2990. Totalnya,
mereka menghabiskan dana sebesar USD 4320. (abi)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Clean water saves lives. Help make water safe for our children.
http://us.click.yahoo.com/YNG3nB/VREMAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/