On 12/15/05, MANG UCUP <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Ari Condro nulis:
> Kalo yang nurture bisa dong diterapi supaya bisa normal lagi .... Kalau
> yang nature, udah dari sononya memiliki kelainan ya bisalah toleran, tapi
> secara persentase mestinya jumlahnya sedikit sekali ... lha jaman
> sekarang,
> yang saya lihat, kita tuh justru "dipaksa" mentolerasi mereka mereka yg
> mengalami perubahan orientasi seksual akibat lingkungan ini ...


karena yg nature tidak bisa diubah jadi tak ada pilihan lain bagi kita
selain menerima eksistensi diri mereka apa adanya. mereka termasuk dari
manifestasi Tuhan yg patut dikasihi juga. Tuhan mencipta mereka demikian,
bukan atas kehendak mereka sendiri. tapi seharusnya interaksi sosial mereka
(yg berhub dengan perilaku seksual) seharusnya dibatasi dalam wilayah
tertentu. jangan sampai mempengaruhi yg normal untuk menjadi seperti mereka.
yg nurture ini lebih cenderung menjadi kelainan jiwa, bukan fisik, harus
dicegah dan disembuhkan

paham kebebasan yg semakin mendapatkan momentum di abad-20 an ini membuka
peluang bagi promosi budaya Gay yg tak sehat ini, yg menjadi bagian dari
masalah yg lebih luas yakni hub bebas tanpa ikatan perkawinan. semuanya
merongrong nilai-nilai luhur kemanusiaan dan juga struktur sosial masyarakat
yg kehilangan pondasinya -  yakni keluarga-keluarga yg kuat ikatan dan
komitmennya. padahal keluarga yg demikianlah yg akhirnya melahirkan generasi
yg sehat fisik, mental dan terutama moralnya.

perilaku seksual adalah bagian dari luapan energi "bawah" dari manusia, yg
seharusnya dikendalikan dengan baik. pengendalian energi "bawah" akan
memberikan peluang baginya untuk memanfaatkan energi psikis untuk tujuan yg
lebih mulia, seperti ekspresi seni, olahraga, kerja keras dll. seks tanpa
kontrol berarti mengurangi jalan bagi optimalisasi potensi  manusia. setuju
dengan ketidaksetujuan terhadap ekstensifikasi pil, condom, atau beragam
cara lainnya untuk menghindari kehamilan. yg menjadi masalah dasarnya adalah
meletakkan moral yg benar terhadap hubungan seks itu.

jadi memerangi sosialisasi perubahan orientasi seksual ini harus dilakukan
di dalam rangka memerangi budaya hubungan bebas itu sendiri. seharusnya
aktivitas yg mengarah atau mendukung hubungan bebas itu dimasukkan ke dalam
lingkup hukum, misalnya dikenai denda atau dibui.

Vib


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/cRr2eB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke