Pemberantasan KKN tanggung jawab siapa?
 
Pemberantasan KKN tanggung jawab siapa? Mustinya, pemberantasan korupsi 
bukan cuma menjadi tanggung jawab KPK, penegak hukum dan pemerintah, 
tapi juga menjadi tugas seluruh lapisan masyarakat penghuni Republik 
Indonesia yang tak ingin praktik KKN kian merebak. 
 
Selain mencoreng agama yang dipeluknya, pelaku KKN juga mempermalukan
keluarga dan institusi, menodai nama almamater (perguruan tinggi dimana ia 
pernah 
menimba ilmu), merusak citra komunitas asal-muasal mereka, dan juga daerah 
dimana ia berasal, tempat ia lahir.
 
Seorang Taufiq Ismail pun resah dan sekira satu tahun lalu mencoretkan buah 
pikirnya bertajuk "Mungkin sekali saya sendiri juga maling" (maaf, kalau
sudah pernah membacanya):

...................................
 
Di negeri kita lama sudah tidak jelas batas halal dan haram, 
ibarat membentang benang hitam di hutan kelam jam satu malam.
Bergerak ke kiri ketabrak copet, bergerak ke kanan kesenggol jambret, 
jalan di depan dikuasai maling, jalan di belakang penuh tukang peras, 
yang di atas tukang tindas. Untuk bisa bertahan berakal waras saja di 
Indonesia, sudah untung.
 
Lihatlah para maling itu kini mencuri secara berjamaah. Mereka 
bersaf-saf berdiri rapat, teratur berdisiplin dan betapa khusyu'. 

Begitu rapatnya mereka berdiri susah engkau menembusnya. Begitu 
sistematiknya prosedurnya tak mungkin engkau menyabotnya. Begitu 
khusyu'nya, engkau kira mereka beribadah. Kemudian kita bertanya,  
mungkinkah ada maling yang istiqamah?
 
Lihatlah jumlah mereka, berpuluh tahun lamanya, membentang dari depan 
sampai ke belakang, melimpah dari atas sampai ke bawah, tambah merambah
panjang deretan saf jamaah. Jamaah ini lintas agama, lintas suku dan 
lintas jenis kelamin.
 
Bagaimana melawan maling yang mencuri secara berjamaah? Bagaimana 
menangkap maling yang prosedur pencuriannya malah dilindungi dari 
atas sampai ke bawah? Dan yang melindungi mereka, ternyata, bagian 
juga dari yang pegang senjata dan yang memerintah.
 
Bagaimana ini?
 
Tangan kiri jamaah ini menandatangani disposisi MOU dan MUO (Mark Up 
Operation), tangan kanannya membuat yayasan beasiswa, asrama yatim 
piatu dan sekolahan.
 
Kaki kini jamaah ini mengais-ngais upeti kesana-kemari, kaki 
kanannya bersedekah, pergi umrah dan naik haji.
 
Otak kirinya merancang prosentasi komisi dan pemotongan anggaran, otak 
kanannya berzakat harta, bertaubat nasuha dan memohon ampunan Tuhan.
Bagaimana caranya melawan maling begini yang mencuri secara 
berjamaah? Jamaahnya kukuh seperti diding keraton, tak mempan 
dihantam gempa dan banjir bandang, malahan mereka juru tafsir 
peraturan dan merancang undang-undang, penegak hukum sekaligus 
penggoyang hukum, berfungsi bergantian.
 
Bagaimana caranya memproses hukum maling-maling yang jumlahnya ratusan 
ribu, barangkali sekitar satu juta orang ini, cukup jadi sebuah negara
mini, meliputi mereka yang pegang kendali perintah, eksekutif, 
legislatif, yudikatif dan dunia bisnis, yang pegang pestol dan 
mengendalikan meriam, yang berjas dan berdasi. Bagaimana caranya?
 
Mau diperiksa dan diusut secara hukum?
Mau didudukkan di kursi tertuduh sidang pengadilan?
Mau didatangkan saksi-saksi yang bebas dari ancaman?
Hakim dan jaksa yang bersih dari penyuapan?

Percuma, seratus tahun pengadilan, setiap hari 8 jam dijadwalkan Insya 
Allah tak akan terselesaikan.
 
Jadi, saudaraku, bagaimana caranya? Bagaimana caranya supaya mereka 
mau dibujuk, dibujuk, dibujuk agar bersedia mengembalikan jarahan yang
berpuluh tahun dan turun-temurun sudah mereka kumpulkan. Kita doakan 
Allah membuka hati mereka, terutama karena terbanyak dari mereka orang 
yang shalat juga, orang yang berpuasa juga, orang yang  berhaji juga. 
Kita bujuk baik-baik dan kita doakan mereka.
 
Celakanya, jika di antara jamaah maling itu ada keluarga kita, ada 
hubungan darah atau teman sekolah, maka kita cenderung tutup mata, tak
sampai hati menegurnya.
 
Celakanya, bila di antara jamaah maling itu ada orang partai kita, 
orang seagama atau sedaerah, kita cenderung menutup-nutupi fakta, lalu 
dimakruh-makruhkan dan diam-diam berharap semoga kita mendapatkan 
cipratan harta tanpa ketahuan.
 
Maling-maling ini adalah kawanan anai-anai dan rayap sejati. Dan lihat
kini jendela dan pintu rumah Indonesia dimakan rayap. Kayu kosen, 
tiang, kasau, jeriau rumah Indonesia dimakan anai-anai. 
 
Dinding dan langit- langit, lantai rumah Indonesia digerogoti rayap. 
Tempat tidur dan lemari, meja kursi dan sofa, televisi rumah Indonesia 
dijarah anai-anai. Pagar pekarangan, bahkan fondasi dan atap rumah 
Indonesia sudah mulai habis dikunyah-kunyah rayap. 
 
Rumah Indonesia menunggu waktu, masa rubuhnya yang sempurna.

_________________________________________________________________


Ungkapkan opini Anda di: 

http://mediacare.blogspot.com

http://indonesiana.multiply.com
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/cRr2eB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke