MODUS Sabtu, 17/12/05 08:43 WIB KONDISI RUMAH BANTUAN DI ACEH BANYAK YANG TIDAK LAYAK HUNI
Banda Aceh,(Modus.or.id). Selasa, 13 Desembre 2005 pukul 10.00 s.d 11.00 GeRAK Aceh, atas permintaan Masyarakat desa Lamnga mengadakan pertemuan (hearing) dengan BRR. Hearing tersebut didasari pada laporan masyarakat Lamnga tentang bantuan perumahan yang mereka terima dari LSM Serasih Indonesia. Menyusul kemudian Masyarakat Lhoknga dengan agenda yang sama, demikian disampaikan Kadiv Kampanye dan Pendidikan Publik NGO anti korupsi itu kepada pers Kamis pagi. Pada pertemuan tersebut, masyarakat yang berjumlah 10 orang didampingi oleh staff GeRAK Aceh ( Akhiruddin M, Sri Wahyuni, Arman Fauzi, Askhalani, Hayatuddin, dan Zulfikar ) bertemu dengan Pak Andi (yang rencananya akan menjadi Deputi Perumahan dan Pemukiman di BRR) serta didampingi oleh para direktur bagian perumahan serta Deputi Informasi dan Komunikasi Pak Sudirman Said dan Staff Mirza Keumala. Pertemuan yang berlangsung secara kekeluargaan tersebut, dibuka oleh Mirza Keumala mewakili BRR dan kemudian dilajutkan oleh kordinator GeRAK Akhiruddin Mahyuddin. Pada kesempatan tersebut Akhiruddin menyampaikan tujuan dan dasar, sehingga GeRAK Aceh bersama masyarakat di dua desa berbeda berkenan melakukan diskusi langsung dengan BRR. Pertemuan tersebut merupakan keinginan dan permintaan masyarakat desa Lam Nga untuk menyampaikan beberapa keluhan mereka terkait bantuan rumah dan prosesnya yang dinilai oleh masyarakat sangat tidak sesuai aturan. Akhiruddin menyampaikan bahwa saat ini GeRAK Aceh sedang melakukan investigasi mendalam terhadap laporan masyarakat Sabang. di Sabang, LSM FIG dari Jerman, salah satu LSM yang ikut membangun rumah disabang. Jumlah yang seharusnya dibangun adalah 200 unit dan sampai saat ini baru dibangun 1 unit, itupun masih 50 persen selesai. Berikutnya TDh ( Terre Del Holmes) di Lhokseumawe juga melakukan pembangunan rumah bagi korban tsunami. tapi struktur rumahnya tidak layak dikatakan sebuah rumah. Karena rumah yang dibangun TDH tersebut tidak ada ventilasi sehingga tidak terjadi sirkulasi udara dan dibangun diatas air, untuk dua kasus terakhir ( FIG dan TDH ), GeRAK Aceh sedang melakukan investigasi mendalam. Dan laporan lengkap hasil investigasi akan kami berikan menyusul. Laporan Masyarakat Peukan Bada Aceh Besar, tentang sikap Up Link yang melakukan pengurangan Spesifikasi material terhadap rumah bantuan bagi korban tsunami desa setempat, sedang dalam investigasi lebih lanjut. Ibrahim Is, mewakili Masyarakat Lam Nga menyampaikan bahwa saat ini masyarakat desa itu sedang mengalami musibah yang kedua setelah tsunami, musibah tersebut seiring dengan upaya dari LSM serasih Indonesia untuk membantu mereka dalam hal pembangunan rumah. Masalah yang dipersoalkan oleh masyarakat adalah tentang kondisi rumah yang sudah tidak layak huni lagi, disamping tindakan yang dilakukan oleh LSM Serasih juga tidak bisa diterima oleh masyarakat. Dipaparkan warga, papan atau balok yang digunakan sebagai material rumah tersebut sudah pada dimakan rayap, sehingga beberapa bagian sudah mulai keropos, pondasi rumah juga tidak memenuhi unsur keamanan karena hanya digali beberapa cm meter saja dari permukaan tanah, campuran semen dengan pasir menggunakan air sungai dan air asin karena posisi desa itu dekat dengan laut. Terakhir, LSM Serasih melakukan pendokumentasian terhadap rumah bantuan tersebut, kepada setiap KK yang mendapatkan bantuan rumah dari LSM Serasih Indonesia, dimintakan untuk berdiri didepan rumah bantuan masing-masing dan difoto sebagai bentuk pelaporan dan juga dilakukan bukti serah terima rumah dari LSM Serasih Indonesia kepada masyarakat. Ada beberapa kelompok masyarakat yang tidak bersedia menandatangani berkas serah terima tersebut, terakhir oleh LSM Serasih Indonesia melakukan penandatanganan sendiri tanpa diketahui oleh masyarakat penerima. Adapun alasan masyarakat tidak mau menandatangani berita acara tersebut adalah karena rumah bantuan yang telah dibangun tersebut tidak layak dikatakan rumah. Sehingga untuk peresmian pun masyarakat tidak mau. Kesedihan masyarakat Lam Nga ternyata juga dialami masyarakat Lhok Nga dan sekitarnya, seperti Lam Lhom yang ikut hadir dalam pertemuan tersebut, Fajriah yang mewakili menyampaikan bahwa masyarakat desanya memang sangat membutuhkan bantuan rumah, tapi kalau harus terjadi percekcokan antar masyarakat, jadinya tidak enak. Muslim dari desa yang sama menambahkan bahwasanya sekarang ini ada beberapa permasalahan yang mengganggu ketentraman dan kenyamanan dirinya dan masyarakat Lam Lhom lainnya. Rumah yang dibangun oleh TURKI dengan kontraktor PT. WIKA, oleh WIKA diserahkan pengerjaannya ke PT. Mulieng, kondisi yang meresahkan masyarakat adalah sekarang ini para pekerjanya telah lari dan proyek tersebut belum selesai. Pekerja yang kebanyakan didatangkan dari Medan dan Pulau jawa, adapun penyebabnya adalah para pekerja tersebut tidak diberikan upah layaknya pekerja bangunan dan setiap harinya hanya makan indomie, oleh PT. Muling membiarkan para pekerja seperti keadaannya. Akibatnya adalah sampai kapan proyek rumah tersebut akan selesai Wallahu 'Alam. Lokasi jalan yang dulunya bengkok-bengkok oleh PT. tersebut sekarang ini diluruskan sehingga memotong beberapa areal rumah sehingga masyarakat kehilangan tanah areal rumahnya, akibatnya masyarakat juga tidak tahu harus mengadu kemana akibat kerugian tersebut. Disamping itu, kondisi barak yang mereka diami saat ini. barak yang dibangun oleh PT. PP sudah mereka duduki sejak 8 bulan lalu. dan sejak itu, karena pengerjaannya tidak sempurna, maka ketika hujan turun, gerimisnya masuk kesetiap ruangan kamar penghuni. Tidak lengkapnya sarana dan prasarana sebuah rumah misalnya MCK tidak ada, safety tank tidak disemen/dicor dan lampu/penerangan per rumahnya hanya diberikan 1 buah bola lampu pijar, juga tidak tersedianya dapur dan air bersih, triplek yang digunakan sebagai dinding sudah pada lekang. Masalah lain sumur bor yang dibuat tidak bisa digunakan, oleh LSM Serasih Indonesia telah melakukan pendokumentasian bahwa sumur tersebut telah selesai dibuat dan sudah bisa dipergunakan oleh masyarakat. Masyarakat juga mengeluhkan tentang prilaku para staff dan pegawai BRR yang setiap turun kelapangan bukannya melihat dengan jelas tapi mereka malah berada dalam mobil atau sepeda motor yang mereka tumpangi. Seperti ungkapan seorang warga bernama Muslem, dia sangat menyesalkan prilaku staff BRR. Mereka meminta kepada pihak BRR untuk dapat menindaklanjuti laporan mereka ini, sehingga mereka dan juga para korban lainnya tidak mendapatkan perlakuan yang sama. Dari BRR, Pak Andi selaku calon Deputi Perumahan dan Pemukiman menyampaikan bahwa BRR akan segera menindaklanjuti laporan masyarakat, tersebut dan langkah pertama adalah akan memanggil Pihak LSM Serasih Indonesia untuk memintakan penjelasan tentang laporan masyarakat tersebut. Kata dia, BRR akan meminta komitmen LSM Serasih untuk menyelesaikan seluruh proses bantuan tersebut. Dan kalaupun LSM Serasih tidak mampu akan ditanggulangi oleh BRR dari Dana APBN, demikian Zulfikar mengutip komitmen deputi BRR itu. Sudirman Said salah satu Deputi BRR yang menangani Bidang Informasi dan Komunikasi menyampaikan hal yang sama, janji dia, pihaknya kedepan ini akan lebih ofensif terhadap para NGO yang datang ke Aceh. Sehingga mereka tidak bisa sembarangan melakukan aktifitas dan kemudian merugikan masyarakat korban. Pada akhir pertemuan, BRR menyatakan bahwa pihaknya berterima kasih kepada GeRAK Aceh serta masyarakat yang hadir. Pertemuan seperti ini akan sangat membantu BRR dalam menyukseskan proses rehab dan rekon secara baik dan sempurna, kepada masyarakat mereka meminta bersabar karena yang pasti BRR akan segera menindak lanjuti laporan ini.(Al Hagu) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital. http://us.click.yahoo.com/f4eSOB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

