salam,
  silakan anda nikmati tulisan yang kami sajikan di web rumahdunia.net. 
berbagai menu tersedia. anda tinggal pilih. dan jujur kami merasa bersyukur web 
ini dikunjungi lebih dari 200 kali per hari. doakan mudah-mudahan kami bisa 
mengupdate per bulan dengan tulisan2 yang lebih bagus.
  salam
   
  ibnu aa
  redaktur pelaksana www.rumahdunia.net

Rumah Dunia <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
      TERBIT 20 DESEMBER
  Edisi Khusus Ulangtahun ke-SATU
  20 DESEMBER 2004 - 2005
  Situs www.rumahdunia.net
  Menembus 34.000 pengunjung!
   
  AYO, BURUAN KLIK
  NIKMATI MENU-MENUNYA!
   
  1.   Agenda:
   Berbagai kegiatan yang akan diselenggarakan oleh Rumah Dunia dalam waktu 
dekat. Anda bisa mengetahuinya dengan membuka halaman ini. Agenda terdekat, 
pembuatan film pendek brejudul “Belok Kiri Dilarang (Langsung)” Sabtu (24/12) 
dan Minggu (25/12).
   
  2.   Aji Setiakarya:
  “BUKU TEMAN TERAKHIRKU” itulah judul essay Aji. Dia curhat pada kita. 
Bacalah, ”Beberapa pagi yang lalu, ketika menunggu dosen, saya dan seorang 
kawan bernama Rahmat, saling bertukar cerita dan bertukar pikiran, sharing. 
Rahmat,  mahasiswa Jurnalistik Untirta semester lima yang sedang mengulang mata 
kuliah Asas Manajemen di kelas saya, mengaku berat mengulang mata kuliah yang 
sudah setahun berlalu. Selain waktu, ia juga membutuhkan biayai lagi untuk 
mempelajari mata kuliah tersebut. Mendengar keluhan tersebut, saya menanyakan 
latar belakang dirinya hingga tdiak lulus mata kuliah tersebut? Dengan terbuka 
Rahmat bercerita alasan dia tidak  lulus mata kuliah Asas Manajemen. Di antara 
jawaban-jawaban Rahmat itu adalaah bookphobia..... 
   
  3.  Ambasador:
  “MALAYSIA UTAMAKAN SUBSIDI PENDIDIKAN” adalah laporan dai Edi Hudiata, 
ambasador Rumah Dunia di Kairo, Mesir. Setelah sukses di bidang pariwisata 
dengan mengusung jargon Trully Asia, Malaysia kembali menggeliat, kali ini di 
dunia pendidikan. Jargon-jargon yang dibawanya kembali spektaluer seperti 
halnya jargon pariwisata. Think Education Think Malaysia adalah salah satu 
jargonnya.
   
   
  4.               Aviciena:
  Masih tentang jalan-jalannya di Palembang, Ibnu meneruskan catatannya. Malam 
itu juga, setelah shalat di mushola yang ada di pelabuhan Bakauhuni, kami 
berjalan ke terminal di sebelah Barat. Kami ingat Wanja, kami harus menuju 
Tanjungkarang untuk menunggu kereta pagi. Jika terlambat, ya sudah kami harus 
menunggu hingga malam berikutnya. Itulah barangkali alasan kami untuk tidak 
menginap di Bakauhuni.
   
  5.               Balada Si Roy:
   ”DI ANTARA ROY DAN SAIJAH, DIMANAKAH REMAJA?” diracik Bambang Q-Anees dalam 
essaynya. ”Mengapa pohon bertanya: ’di mana orang yang kulihat bermain sebagai 
anak kecil di kakiku dahulu?’ Pohon itu bertanya melalui tulisan Multatuli 
ihwal Saijah dan Adinda. Saijah, sebenarnya pemuda biasa dari Desa Badur, 
Banten Selatan. Ia seperti juga pemuda desa lainnya memiliki cinta pada sawah, 
kerbau, dan seorang gadis. Adinda adalah gadis bagi Saijah, anak tetangganya 
yang sama-sama miskin. Kerbau adalah satu-satunya binatang kesayangan, juga 
tumpuan hidup keluarganya yang petani. Jadi kerbau adalah dunia kehidupan 
Saijah kecil, yang kemudian terampas oleh kesewenangan Kepala Distrik 
Parangkujang. Saijah tentu jadi hilang harapan, dunia kehidupannya hilang 
dirampas orang dan ia harus mencari dunia kehidupan baru, maka ia mengembara ke 
Betawi. Ia meninggalkan satu-satunya harapan tersisa, Adinda, dengan pesan: 
“Adinda, buatlah garis pada lesungmu pada tiap bulan baru”. 
   
  6.               Cakrawala:
  “CERPEN KORAN INDONESIA” oleh Saut Situmorang. Dia menuis, anggaplah “cerpen 
koran Indonesia” itu ada. Yaitu cerpen-cerpen berbahasa Indonesia yang biasanya 
muncul di koran-koran edisi Minggu di seluruh Indonesia, yang panjangnya 
berkisar antara 6-8 halaman kuarto (spasi-ganda), dan yang bercerita tentang 
“peristiwa aktual”, atau tentang “realitas koran”, dari kehidupan sehari-hari 
di Indonesia. Bukankah, biasanya, tiga hal inilah yang dijadikan alasan bagi 
relevannya pemakaian istilah “cerpen koran” dalam perbincangan tentang cerpen 
kontemporer Indonesia?
   
  7.               Fahri Asiza:
   “BUKU DAN SIFAT KEMANUSIAAN” itulkah ungakapan hati Fahri Asiza. Kata dia, 
ketika menuliskan hal ini, saya tidak berpikir tentang segala teori yang 
mendukung, tidak pula memikirkan teori-teori yang hebat. Jadi bila tulisan ini 
dibaca, siapa pun yang membaca akan kecewa karena tak menemukan teori-teori 
yang kadang njlimet, kadang bisa dibantah dengan teori lain, dan kadang tidak 
pada tempatnya. Jadi yang saya tulis ini hanyalah pikiran saya semata dan dari 
beberapa pengalaman.
   
   
  8.  FLP Banten:
  “BAYI KECIL YANG MULAI MERANGKAK’, begiutlah Naijan Lengkong, Ketua FLP 
Banbten menuliskan kesan-kesannya setelah menyelenggarakan training centre di 
Rumah Dunia. Rasakan saja gejolak hatinya, “FANTASTIK! Itu komentar kagum 
seorang pengurus FLP Wilayah Banten begitu melihat daftar hadir peserta 
Training Centre (TC) pengurus FLP se-Wilayah Banten yang diadakan pada hari 
Sabtu-Ahad tanggal 17-18 Desember 2005 di Rumah Dunia. Kekaguman itu memang 
cukup beralasan. Saya sendiri, juga tidak bisa menyembunyikan kegembiraan. 
Betapa tidak, di tengah cuaca mendung yang diselingi hujan rintik-rintik dan di 
tengah-tengah kesibukan kegiatan ulangan umum semesteran, para pengurus FLP di 
wilayah Banten yang umumnya pelajar SLTA dan mahasiswa itu masih rela 
mengorbankan waktunya selama 2 hari untuk menghadiri acara TC di Rumah Dunia 
ini. Dan peserta yang hadir memang fantastik, yaitu 40 orang. <p>
   
  9.               Galeri:
   “BANDUNG, TITIK 0” ditulis Heru Hikayat. “Zorg, dat als ik terug kom hier 
een stad is gebouwd”  (Coba usahakan, bila aku datang kembali, di tempat ini 
telah dibangun sebuah kota - Daendels, 1810). Demikianlah sabda Deandels 
diabadikan di monumen kilometer 0 kota Bandung, di Jl. Asia Afrika. Seolah 
melanggengkan bahwa Bandung dibikin hanya gara-gara omongan orang besar itu. 
Bandung seperti tidak punya urusan dengan kebesaran masa lampau, masa kejayaan 
bangsa-bangsa di Nusantara. Monumen itu seolah menunjukan sejarah Bandung 
dimulai persis dari saat Daendels menyatakan titahnya.
   
  10.           Gapura Kecil:
   Pada edisi kali ini Anda bisa menikmati puisi karya Siti Nadroutl Ain, anak 
Rumah Dunia yang masih sekolah MTs, kelas 2. Dia generasi pertama di 
RumahDunia. Bergabung saat masih kelas 4 SD. Sekarang dia jadi koordinator di 
generasinya.
   
  11.        Gola Gong:
   ”PANEN RAYA DI RUMAH DUNIA’ kali ini Gola Gong menuliskan pengalamannya 
tentang panen rayadi Rumah Dunia. Setiap memasuki ujung tahun, di komplek 
tempat kami tinggal tercium aroma wangi  penuh bunga. Hampir rata-rata di 
setiap rumah selau ada pohon mangga. Pada Oktober pohon-pohon mangga itu 
berbunga. Memasuki Desember buah mangga bergelantungan, ranum minta dibelai. 
Begitu juga pohon jambu air dan rambutan. Saya merasa, jika pohon-pohon itu 
diperlakukan dengan baik, tentu mereka akan membalasnya dengan berbuah lebat. 
Dari pohon-pohon itu saya belajar, bahwa pohon tidak hanya sekedar jadi 
pelindung dari hawa panas dan penangkal debu jalanan. Tapi juga manfaat yang 
lain, memberikan kenikmatan yang tiada tara, yaitu anugrah kelezatan rasa dari 
buah-buah itu, yang menyehatkan tubuh serta pikiran kita.
   
  12.        Jurnal:
   Menjelang akhir tahun ini, sebetulnya Rumah Dunia berazam untuk tidak banyak 
mengadakan banyak acara. Satu dua bulan selepas puasa Ramadhan kemarin akan 
digunakan oleh voluntir untuk berkarya, menulis cerpen, esai, atau juga novel. 
Tetapi kenyataannya tidak demikian. Kegiatan tetap saja numpuk dan kami merasa 
ayik mengerjakannya. Pengen tahu kegiatannya apa saja. Nih: ada Marissa Haque 
yang berkunjung ke Rumah Dunia sambil menyumbang buku, training center Forum 
Lingkar Pena (FLP) Banten beserta cabangnya, pembuatan film pendek, Detik Awal 
Detik Akhir, workhop film, dan lain sebagainya. Semua kegiatan tersebut tidak 
bisa kami tinggalkan mungkin karena berkegiatan sudah menjadi bagian dari kami, 
Rumah Dunia.
   
  13.        Kliping:
  “JADI PENGEMIS UNTUK MEMBANGUN MESJID” essay Ibnu Adam Aviciena. Dia 
menyayangkan soal prilaku pengemis kita. Simak saja, “Suatu pagi saya diminta 
Rizal untuk mengantarnya ke IAIN Serang. Dia mau kuliah. Dan permintaannya itu 
bukan kali pertama. Di Rumah Dunia, kami sudah terbiasa saling mengantar, jika 
salahsatu dari kami hendak kuliah. Saya memboncengnya dengan motor dinas Rumah 
dunia, yang cicilannya kami dapat dari zakat para pejabat Dinas Pendidikan 
Banten.....
   
  14.        Lintas Komunitas:
  ”BANTEN SUDAH SAATNYA PUNYA SEKOLAH KESENIAN” begitulah yang diinginkan 
SANGGAR WANDA Banten. Perubahan status Banten dari kerisidenan menjadi propinsi 
ternyata cukup membawa dampak baik. Ini salah satunya bisa dilihat dari semakin 
berkembangnya kesenian di propinsi baru ini. Begitu dikemukakan Beni Kusnandar, 
SSn (37), pendiri Sanggar Wanda Banten.
   
  15.        Mesir:
  SUNGAI NIL, NYAWA BAGI MESIR. Begiutlah saudara kita di Mesir, Iman Firdaus 
menulis. Kata Imam, jika tidak ada Nil, maka tidak ada Mesir. Ungkapan ini 
nampaknya realistis sekali, mengingat betapa bergantungnya Mesir kepada sungai 
Nil dalam berbagai bidang, khususnya masalah pengairan. Bahkan boleh dibilang 
bahwa Mesir merupakan negeri yang peradabannya dibangun dengan sungai Nil. Ahli 
sejarah Yunani, Herodotus, menyebut Mesir sebagai "anugerah Sungai Nil".
   
  16.        Puisi:
  Husnul Khuluqi biasa dipanggil Lulu dilahirkan dan dibesarkan di kampung 
Krapyak, Lumbir, Banyumas, Jawa Tengah. Puisi-puisinya dipublikasikan di 
berbagai media massa Indonesia juga Brunei Darussalam, seperti Swadesi, Pikiran 
Rakyat, Pedoman Rakyat, Analisa, Koridor, Suara Karya, Bandung Pos, Republika, 
Bahana, Media Indonesia, Jurnal Puisi dan Horison. Puisi-puisinya juga 
tergabung dalam antologi bersama seperti, Trotoar, Antologi Puisi Indonesia 
1997, Pabrik, Cisadane, Cisadane 2, Jakarta Dalam Puisi Mutakhir, Resonansi 
Indonesia dan Bisikan Kata Teriakan Kota. Oktober mengikuti Mastera di Jakarta. 
Kalki ini dia meramaikan rubrik puisdi. Ada 3 puisi ditampilkan. ”Perempuan 
Dalam Perahu” menndesah: engkau perempuan yang kurindu/pergi dengan berkendara 
perahu/entah di mana engkau akan berhenti....
   
  17.        Pustakaloka:
  “MASIH ADA CINTA DI SENJA ITU” adalah buku kumpulan cerpen berikutnya yang 
ditulis oleh anak-anak Rumah Dunia. Sebelumnya ada Kacamata Sidik (Senayan 
Abadi) dan Padi Memerah (MU:3). Kemudian, terbit akhir Desember ini “Dongeng 
Sebelum Tidur” (Gramedia)..... 
   
  18.        Qizink La Aziva:
   “NEGERI ORANG-ORANG KELEWATAN”  digoreskan oleh Qizink dengan gelisah. 
”Bererapa hari yang lalu, seorang kawan mendengus kesal, saat bersama saya 
menonton tayangan televisi. Ia merasa kesal, karena 5 liputan tayangan TV 
program kriminal yang ditontonnya menyuguhkan kasus yang sangat kelewatan. Ada 
kasus seorang ayah tiri di Bekasi yang membunuh anaknya hanya karena 
memuntahkan makanan, ada pengangguran di Tangerang yang menggorok anak kecil 
tetangganya hingga mampus hanya gara-gara tidur siangnya terganggu, ada 
sepasang kekasih di Tasikmalaya yang nekad bunuh diri bersama gara-gara kisah 
percintaan mereka tidak disetujui orang tua, ada seorang jambret babak belur 
dan hampir mati setelah mengambil dompet seorang wanita yang isinya Cuma duit 
Rp 2 ribu, dan ada juga seorang anak SMP yang melakukan sodomi terhadap 5 anak 
kecil.
   
  19.        Rimba Alangalang:
   “BAPAKKU SEORANG GURU SD” kata Rimba. Aku dilahirkan di sebuah kampung yang 
jauh dari keramaian. Perkebunan, bukit, sawah, sungai, kerbau, kambing, 
layang-layang, alat pancing, adalah tempat, alat dan teman bermainku. Tak ada 
toko-toko besar di sana. atau pusat perbelanjaan yang modern, dengan banyak 
fasilitas yang lengkap. Apalagi sebuah toko buku. Toko buku adalah hal yang 
mustahil untuk ditemukan. Yang ada hanya warung-warung kecil yang menjual 
jajanan kecil atau kebutuhan rumah tangga biasa saja.
   
  20.        Surat:
   Anwar Holid menuliskan kesan-kesanya saat berkunjung ke Rumah Dunia. Bacalah 
suratnya: Aku hari ini (21/11/2005) sedikit sakit. Tiba-tiba aku pusing dan 
demam. Tapi, nggak lama. Setelah tidur semalaman, demamku berkurang. Fenfen 
sedang banyak nonton film;aku nggak tahu apa itu akan pengaruh banyak pada 
proses menulisnya. Aku mengirim sedikit buku yang bisa kami relakan buat Rumah 
Dunia. kebanykan buku lama; sedikit buku baru. Waktu melihat-lihat buku Rumah 
Dunia , koleksi di sana juga bagus-bagus. Semoga buku ini menambah semangat 
teman-teman Rd untuk baca dan menulis.
   
  21.        Tias Tatanka:
   “CERMIN RETAK” judul “Home Sweet Home #10” yang dikemas Tias Tatanka dengan 
suara hati. Dengarlah bisikannya, “Anak lelaki itu berbeda dari teman 
sebayanya. Ia masih bersemangat membaca dan bermain bersama temannya, meskipun 
ia ‘retak’. Padanyalah kita dapat bercermin, pada cermin retak, pada sekian 
banyak bayangan yang muncul.” Saya agak bingung memutuskan apa yang harus saya 
tulis untuk rubrik Home Sweet Home (HSH) di situs Rumah Dunia. Semula saya 
ingin menulis tentang “hidup sederhana”, dan tulisan itu sudah jadi, lebih dari 
satu halaman. Tapi ada yang mengganjal, entah apa,  yang membuat saya terhenti 
menuntaskannya. Juga beberapa ide lain yang tak selesai pula.
   
  22.        Tips:
  “BELAJAR PADA AL-QUR’AN” adalah tulisan gurih dari Muhammad Fauzil Adhim. 
Dengar saja suara hatinya, “Betul sekali. Saya seorang muslim, karena itu 
kebiasaan dasar yang harus saya miliki agar bisa berislam dengan baik adalah 
membaca dan menyampaikan ilmu melalui tulisan. Ayat yang pertama turun menyuruh 
kita membaca. Bukan shalat atau berpuasa! Allah menurunkan ayat-ayat pertamanya 
juga dengan menggunakan kata bertutur yang menarik, dan kalau engkau ingin 
mengajak orang kepada Islam sistematika ini harus engkau perhatikan. Allah 
memperkenalkan diri-Nya dengan menggunakan kata “rabb”. Bukan Allah. Rabb 
artinya Tuhan. Kalau ditelisik lagi berkait dengan tauhid rububiyah, meyakini 
bahwa yang menciptakan dan merawat alam semesta seisinya adalah tuhan. Tuhan 
yang mana? Nanti dululah. Yang jelas Tuhan Yang Maha Menciptakan, Tuhan Yang 
Maha Pemurah lagi Maha Mulia. Begitu seterusnya sampai akhirnya Allah tunjukkan 
bahwa rabb yang dimaksud adalah Allah, satu-satunya yang layak menjadi
 al-ilah (tuhan yang disembah dan dipatuhi)”....
   
  23.        Toto ST Radik:
   “KEBUDAYAAN SEBAGAI KALENG-KALENG ROMBENG” analogi Toto ST Radik trehadap 
keadaan di Banten. Mari kita mulai pembicaraan ini dengan mengajukan 
pertanyaan, mengapa orang Banten berkehendak membentuk provinsi tersendiri, 
lepas dari Jawa Barat? Jawabannya tentu beragam dengan versi dan bumbu 
masing-masing. Tapi jika kita menyimak kembali berbagai catatan perjalanan 
sejarah memperjuangkan terbentuknya provinsi Banten, pada hakekatnya bukan 
semata alasan politik teritorial, melainkan bertumpu pada ide kesejahteraan 
serta sejarah dan kebudayaan Banten. Dua ide besar dan strategis inilah yang 
sering dikedepankan alias “dijual” guna meng-goal-kan perjuangan. Dalam bahasa 
inteleknya (atau bahasa politik?), menjadi provinsi bukanlah goal (tujuan), 
tapi instrument (alat) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan 
mengukuhkan identitas budaya Banten sebagai etnik tersendiri.
   
  24.        Venayaksa:
  “BULAN MADU (3 MINGGU MEMBANGUN RUMAH TANGGA)” inilah oleh-oleh Firman 
Venyaksa setelah menikah.  Dia menulis, “Assalamualaikum, wr. Wb. 
Ketaksempatanlah yang pada akhirnya kalian tak datang ke pernikahanku, mungkin 
sibuk, sakit, tak punya duit atau sangheuk. Ah, tak mengapa, toh SMS dari 
kalian sudah aku baca semua. Jasad tak jadi penting adanya ketika jiwa telah 
dilarungkan pada ketulusan doa-doa. Terimakasih. Jazakillah.........
   
  25.        Warta Relawan:
  JAYA KOMARUDIN alias Jack La Mota. Dia adalah PJ Audiovisul Rumah dunia. 
Berbadan gemuk, kalem  dan santai, itulah gerangan sosok yang ditunjukan oleh 
Jaya, lelaki asal Bogor yang sudah lama menetap di Serang ini. Meski kalem dan 
santai bukan berarti ia tipe lelaki pemalas, tak memiliki aktivitias dan 
berpangku tangan di rumah. Justru di balik  sosok yang santainya itu, ia 
memiliki seabrek aktivitias yang jarang sekali diminati banyak orang, yaitu 
sebagai supervisor laboran di PT PENI, perusahaan industri kimia di Cilegon, 
atau sering disebut   Laboratory Shift  Supervisor
   
  TETAP SEMANGAT
  Desember 2005
   
  REDAKSI www.rumahdunia.net:
  Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gola Gong, Redaksi Pelaksana: Ibnu Adam 
Aviciena, Wartawan: Rimba Alangalang, Wangsa Nestapa, Aji Setiakarya, Putra 
Matahari,  Promosi/Publikasi: Noval Youmal Ramsis, Webmaster: Andre Birowo, 
Dewan Redaksi: Gola Gong, Toto ST Radik, Tias Tatanka, Firman Venayaksa, Qizink 
La Aziva. Alamat: Komplek Hegar Alam 40, Kampung Ciloang, Serang 42118, Banten, 
Indonesia. Tlp: 0254-202861, surat elektronik: [EMAIL PROTECTED], milis: [EMAIL 
PROTECTED], Kami menerima zakat, infaq dan sedekah lewat Rekening: Asih 
Purwaningtyas C, BCA Cabang Serang, Norek: 245 – 188 – 5733, Pendukung: Radar 
Banten, Suhud Sentra Utama, Dar! Mizan, Gagas Media, Gramedia, Imaji 
Multimedia, Dindik Banten, Forum Lingkar Pena, Forum Indonesia Membaca, Sanggar 
Sastra Serang, Senayan Abadi, Lingkar Pena Publishing House, Mata Baca, Gema 
Insani, Senayan Abadi, Mujahid Press, Rumah Foto, Intervisi, Zikrul Hakim.
   
  -         MENCERDASKAN & MEMBENTUK GENERASI BARU YANG KRITIS – 
  -         BERGUNA JAUH LEBIH PENTING DARI SEKEDAR MENJADI ORANG PENTING - 
   
   
   
   
   

  __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

    
---------------------------------
  YAHOO! GROUPS LINKS 

    
    Visit your group "rumahdunia" on the web.
    
    To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]
    
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 

    
---------------------------------
  

  


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Clean water saves lives.  Help make water safe for our children.
http://us.click.yahoo.com/YNG3nB/VREMAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke