siapa bilang MUI ga pernah mengeluarkan fatwa, dibawah ini fatwa MUI ttg 
perayaan natal bersama, dan bagaimana  muslim/mah seharusnya menyikapi perayaan 
Non Muslim lainnya..:))
   
    Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang Perayaan Natal Bersama  Dewan 
Pimpinan Majelis Ulama Indonesia, setelah:   Memperhatikan:     
     Perayaan Natal bersama pada akhir-akhir ini disalah artikan oleh sebagian 
ummat Islam dan disangka dengan ummat Islam merayakan Maulid Nabi Besar 
Muhammad SAW. 
  
     Karena salah pengertian tersebut ada sebagian orang Islam yang ikut dalam 
perayaan Natal dan duduk dalam kepanitiaan Natal. 
  
     Perayaan Natal bagi orang-orang Kristen adalah merupakan ibadah. 

  Menimbang:     
     Ummat Islam perlu mendapat petunjuk yang jelas tentang Perayaan Natal 
Bersama. 
  
     Ummat Islam agar tidak mencampur adukkan aqiqah dan ibadahnya dengan 
aqiqah dan ibadah agama lain. 
  
     Ummat Islam harus berusaha untuk menambah Iman dan Taqwanya kepada Allah 
SWT. 
  
     Tanpa mengurangi usaha ummat Islam dalam Kerukunan Antar Ummat Beragama di 
Indonesia. 

  Meneliti kembali:   Ajaran-ajaran agama Islam, antara lain: 

A. Bahwa ummat Islam diperbolehkan untuk bekerja sama dan bergaul dengan ummat 
agama-agama lain dalam masalah-masalah yang berhubungan dengan masalah 
keduniaan, berdasarkan atas:     
     Al Qur`an surat Al-Hujurat ayat 13: "Hai manusia, sesungguhnya Kami 
menciptakan Kamu sekattan dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan Kami 
menjadikan kamu sekalian berbangsa-bangsa dan bersuku supaya kamu saling kenal 
mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah 
adalah orang yang bertaqwa (kepada Allah), sesungguhnya Allah Maha Mengetahui 
lagi Maha Mengenal." 
  
     Al Qur`an surat Luqman ayat 15: "Dan jika kedua orang tuamu memaksamu 
untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang kamu tidak ada pengetahuan 
tentang itu, maka janganlah kamu mengikutinya, dan pergaulilah keduanya di 
dunia ini dengan baik. Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, 
kemudian kepada-Ku lah kembalimu, maka akan Ku-berikan kepadamu apa yang telah 
kamu kerjakan." 
  
     Al Qur`an surat Mumtahanah ayat 8: "Allah tidak melarang kamu (ummat 
Islam) untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang (beragama lain) 
yang tidak memerangi kamu karena agama dan tidak pula mengusir kamu dari 
negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil." 

  B. Bahwa ummat Islam tidak boleh mencampuradukkan aqidah dan peribadatan 
agamanya dengan aqidah dan peribadatan agama lain berdasarkan:     
     Al Qur`an surat Al-Kafirun ayat 1-6: "Katakanlah hai orang-orang kafir, 
aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan 
yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. 
Dan kamu tidak pernah pula menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah 
agamamu dan untukkulah agamaku." 
  
     Al Qur`an surat Al Baqarah ayat 42: "Dan jika kedua orang tuamu memaksamu 
untuk mempersatukan dengan aku sesuatu yang kamu tidak ada pengetahuan tentang 
itu, maka janganlah kamu mengikutinya dan pergaulilah keduanya di dunia ini 
dengan baik Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Kita, kemudian 
kepada-Kulah kembalimu, maka akan Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu 
kerjakan." 

  C. Bahwa ummat Islam harus mengakui kenabian dan kerasulan Isa Al Masih bin 
Maryam sebagaimana pengakuan mereka kepada para Nabi dan Rasul yang lain, 
berdasarkan atas:     
     Al Qur`an surat Maryam ayat 30-32: "Berkata Isa: Sesungguhnya aku ini 
hamba Allah. Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang 
nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, 
dan Dia memerintahkan kepadaku mendirikan shalat dan menunaikan zakat selama 
aku hidup. (Dan Dia memerintahkan aku) berbakti kepada ibumu (Maryam) dan Dia 
tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka." 
  
     Al Qur`an surat Al Maidah ayat 75: "Al Masih putera Maryam itu hanyalah 
seorang Rosul yang sesungguhnya telah lahir sebelumnya beberapa Rosul dan 
ibunya seorang yang sangat benar. Kedua-duanya biasa memakan makanan(sebagai 
manusia). Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) 
tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling 
(dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu)." 
  
     Al Qur`an surat Al Baqarah ayat 285 : "Rasul (Muhammad telah beriman 
kepada Al Qur`an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula 
orang-orang yang beriman) semuanya beriman kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, 
Kitab-kitab-Nya dan Rasul-Nya. (Mereka mengatakan) : Kami tidak membeda-bedakan 
antara seseorang pun (dengan yang lain) dari Rasul-rasulnya dan mereka 
mengatakan : Kami dengar dan kami taat. (Mereka berdoa) Ampunilah Ya Tuhan kami 
dan kepada Engkaulah tempat kembali." 

  D. Bahwa barangsiapa berkeyakinan bahwa Tuhan itu lebih daripada satu, Tuhan 
itu mempunyai anak Isa Al Masih itu anaknya, bahwa orang itu kafir dan musyrik, 
berdasarkan atas:     
     Al Qur`an surat Al Maidah ayat 72: "Sesungguhnya telah kafir orang-orang 
yang berkata: Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam. Padahal Al 
Masih sendiri berkata: Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu. 
Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti 
Allah mengharamkan kepadanya surga dan tempatnya ialah neraka, tidak adalah 
bagi orang zhalim itu seorang penolong pun." 
  
     Al Qur`an surat Al Maidah ayat 73: "Sesungguhnya kafir orang-orang yang 
mengatakan : Bahwa Allah itu adalah salah satu dari yang tiga (Tuhan itu ada 
tiga), padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain Tuhan yang Esa. Jika mereka 
tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu pasti orang-orang kafir itu 
akan disentuh siksaan yang pedih." 
  
     Al Qur`an surat At Taubah ayat 30: "Orang-orang Yahudi berkata Uzair itu 
anak Allah, dan orang-orang Nasrani berkata Al Masih itu anak Allah. 
Demikianlah itulah ucapan dengan mulut mereka, mereka meniru ucapan/perkataan 
orang-orang kafir yang terdahulu, dilaknati Allah-lah mereka bagaimana mereka 
sampai berpaling." 

  E. Bahwa Allah pada hari kiamat nanti akan menanyakan Isa, apakah dia pada 
waktu di dunia menyuruh kaumnya, agar mereka mengakui Isa dan Ibunya (Maryam) 
sebagai Tuhan. Isa menjawab "Tidak". Hal itu berdasarkan atas:   Al Qur`an 
surat Al Maidah ayat 116-118: "Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: Hai Isa 
putera Maryam adakah kamu mengatakan kepada manusia (kaummu): Jadikanlah aku 
dan ibuku dua orang Tuhan selain Allah, Isa menjawab : Maha Suci Engkau 
(Allah), tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). 
Jika aku pernah mengatakannya tentu Engkau telah mengetahuinya, Engkau 
mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui 
perkara yang ghaib. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang 
engkau perintahkan kepadaku (mengatakannya), yaitu : sembahlah Allah Tuhanku 
dan Tuhanmu dan aku menjadi saksi terhadapa mereka selama aku berada di antara 
mereka. Tetapi setelah Engkau wafatkan aku, Engkau sendirilah yang menjadi
 pengawas mereka. Engkaulah pengawas dan saksi atas segala sesuatu. Jika Engkau 
menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu dan Jika Engkau 
mengampunkan mereka, maka sesungguhnya Engkau Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana."  
 F. Islam mengajarkan Bahwa Allah SWT itu hanya satu, berdasarkan atas Al 
Qur`an surat Al Ikhlas:   "Katakanlah : Dia Allah yang Maha Esa. Allah adalah 
Tuhan yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya. Dia tidak beranak dan tidak 
pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun / sesuatu pun yang setara dengan 
Dia."   G. Islam mengajarkan kepada ummatnya untuk menjauhkan diri dari hal-hal 
yang syubhat dan dari larangan Allah SWT serta untuk mendahulukan menolak 
kerusakan daripada menarik kemaslahatan, berdasarkan atas:     
     Hadits Nabi dari Nu`man bin Basyir: "Sesungguhnya apa apa yang halal itu 
telah jelas dan apa apa yang haram itu pun telah jelas, akan tetapi diantara 
keduanya itu banyak yang syubhat (seperti halal, seperti haram) kebanyakan 
orang tidak mengetahui yang syubhat itu. Barang siapa memelihara diri dari yang 
syubhat itu, maka bersihlah agamanya dan kehormatannya, tetapi barang siapa 
jatuh pada yang syubhat maka berarti ia telah jatuh kepada yang haram, semacam 
orang yang mengembalakan binatang makan di daerah larangan itu. Ketahuilah 
bahwa setiap raja mempunyai larangan dan ketahuilah bahwa larangan Allah ialah 
apa-apa yang diharamkan-Nya (oleh karena itu hanya haram jangan didekati)." 
  
     Kaidah Ushul Fiqih
"Menolak kerusakan-kerusakan itu didahulukan daripada menarik 
kemaslahatan-kemaslahatan (jika tidak demikian sangat mungkin mafasidnya yang 
diperoleh, sedangkan masholihnya tidak dihasilkan)." 

  Memutuskan   Memfatwakan     
     Perayaan Natal di Indonesia meskipun tujuannya merayakan dan menghormati 
Nabi Isa AS, akan tetapi Natal itu tidak dapat dipisahkan dari soal-soal yang 
diterangkan diatas. 
  
     Mengikuti upacara Natal bersama bagi ummat Islam hukumnya haram. 
  
     Agar ummat Islam tidak terjerumus kepada syubhat dan larangan Allah SWT 
dianjurkan untuk tidak mengikuti kegiatan-kegiatan Natal. 

  Jakarta, 1 Jumadil Awal 1401 H
7 Maret 1981   Komisi Fatwa
Majelis Ulama Indonesia 
          Ketua   K.H.M SYUKRI. G
  Sekretaris   Drs. H. MAS`UDI

   
   
   
      Menyikapi Hari Raya Natal, Tahun Baru dan Hari Raya Non Muslim Lainnya  
Berikut nasihat dari Komisi Tetap Fatwa Saudi Arabia:

Sesungguhnya nikmat terbesar yang diberikan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala 
kepada hamba-Nya adalah nikmat Islam dan iman serta istiqomah di atas jalan 
yang lurus. Allah Subhannahu wa Ta'ala telah memberitahukan bahwa yang dimaksud 
jalan yang lurus adalah jalan yang ditempuh oleh hamba-hamba-Nya yang telah 
diberi nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhadaa dan sholihin (Qs. An 
Nisaa :69). 

Jika diperhatikan dengan teliti, maka kita dapati bahwa musuh-musuh Islam 
sangat gigih berusaha memadamkan cahaya Islam, menjauhkan dan menyimpangkan 
ummat Islam dari jalan yang lurus, sehingga tidak lagi istiqomah.Hal ini 
diberitahukan sendiri oleh Allah Ta'ala di dalam firman-Nya, diantaranya (yang 
artinya): 
  "Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu 
kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri 
mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma'afkanlah dan 
biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah 
Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS. 2:109) 

Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala yang lain (yang artinya): 
  "Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, mengapa kamu menghalang-halangi dari jalan 
Allah orang-orang yang telah beriman, kamu menghendakinya menjadi bengkok, 
padahal kamu menyaksikan". Allah sekali-kali tidak lalai dari apa yang kamu 
kerjakan." (QS. 3:99) 

"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menta'ati orang-orang yang kafir itu, 
niscaya mereka mengembalikan kamu kebelakang (kepada kekafiran), lalu jadilah 
kamu orang-orang yang rugi". (QS. 3:149) 

Salah satu cara mereka untuk menjauhkan umat Islam dari agama (jalan yang 
lurus) yakni dengan menyeru dan mempublikasikan hari-hari besar mereka ke 
seluruh lapisan masyarakat serta dibuat kesan seolah-olah hal itu merupakan 
hari besar yang sifatnya umum dan bisa diperingati oleh siapa saja. Oleh karena 
itu, Komisi Tetap Urusan Penelitian Ilmiyah dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi telah 
memberikan fatwa berkenaan dengan sikap yang seharusnya dipegang oleh setiap 
muslim terhadap hari-hari besar orang kafir.Secara garis besar fatwa yang 
dimaksud adalah: 

Sesungguhnya kaum Yahudi dan Nashara menghubungkan hari-hari besar mereka 
dengan peristiwa-peritiwa yang terjadi dan menjadikannya sebagai harapan baru 
yang dapat memberikan keselamatan, dan ini sangat tampak di dalam perayaan 
milenium baru (tahun 2000 lalu), dan sebagian besar orang sangat sibuk 
memperangatinya, tak terkecuali sebagian saudara kita -kaum muslimin- yang 
terjebak di dalamnya. Padahal setiap muslim seharusnya menjauhi hari besar 
mereka dan tak perlu menghiraukannya.

Perayaan yang mereka adakan tidak lain adalah kebatilan semata yang dikemas 
sedemikian rupa, sehingga kelihatan menarik. Di dalamnya berisikan pesan ajakan 
kepada kekufuran, kesesatan dan kemungkaran secara syar'i seperti: Seruan ke 
arah persatuan agama dan persamaan antara Islam dengan agama lain. Juga tak 
dapat dihindari adanya simbul-simbul keagamaan mereka, baik berupa benda, 
ucapan ataupun perbuatan yang tujuannya bisa jadi untuk menampakkan syiar dan 
syariat Yahudi atau Nasrani yang telah terhapus dengan datangnya Islam atau 
kalau tidak agar orang menganggap baik terhadap syariat mereka, sehingga 
biasnya menyeret kepada kekufuran. Ini merupakan salah satu cara dan siasat 
untuk menjauhkan umat Islam dari tuntunan agamanya, sehingga akhirnya merasa 
asing dengan agamanya sendiri.

Telah jelas sekali dalil-dalil dari Al Quran, Sunnah dan atsar yang shahih 
tentang larangan meniru sikap dan perilaku orang kafir yang jelas-jelas itu 
merupakan ciri khas dan kekhususan dari agama mereka, termasuk di dalam hal ini 
adalah Ied atau hari besar mereka.Ied di sini mencakup segala sesuatu baik hari 
atau tempat yang diagung-agungkan secara rutin oleh orang kafir, tempat di situ 
mereka berkumpul untuk mengadakan acara keagamaan, termasuk juga di dalam hal 
ini adalah amalan-amalan yang mereka lakukan. Keseluruhan waktu dan tempat yang 
diagungkan oleh orang kafir yang tidak ada tuntunannya di dalam Islam, maka 
haram bagi setiap muslim untuk ikut mengagungkannya.

Larangan untuk meniru dan memeriahkan hari besar orang kafir selain karena 
adanya dalil yang jelas juga dikarenakan akan memberi dampak negatif, antara 
lain: 
    
   Orang-orang kafir itu akan merasa senang dan lega dikarenakan sikap 
mendukung umat Islam atas kebatilan yang mereka lakukan.   
   Dukungan dan peran serta secara lahir akan membawa pengaruh ke dalam batin 
yakni akan merusak akidah yang bersangkutan secara bertahap tanpa terasa.   
   Yang paling berbahaya ialah sikap mendukung dan ikut-ikutan terhadap hari 
raya mereka akan menumbuhkan rasa cinta dan ikatan batin terhadap orang kafir 
yang bisa menghapuskan keimanan. Ini sebagaimana yang difirmankan Allah Ta'ala, 
(yang artinya): 
  "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi 
dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin 
bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi 
pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya 
Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim". (QS. 5:51)

Dari uraian di atas, maka tidak diperbolehkan bagi setiap muslim yang mengakui 
Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad sebagai nabi dan rasul, 
untuk ikut merayakan hari besar yang tidak ada asalnya di dalam Islam, tidak 
boleh menghadiri, bergabung dan membantu terselenggaranya acara tersebut.Karena 
hal ini termasuk dosa dan melanggar batasan Allah.Dia telah melarang kita untuk 
tolong-menolong di dalam dosa dan pelanggaran, sebagaimana firman Allah, (yang 
artinya): 
  "Dan tolong-menolonglah kamu di dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan 
jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu 
kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya." (QS. 5:2)

Tidak diperbolehkan kaum muslimin memberikan respon di dalam bentuk apapun yang 
intinya ada unsur dukungan, membantu atau memeriahkan perayaan orang kafir, 
seperti: iklan dan himbauan; menulis ucapan pada jam dinding atau fandel; 
menyablon/membuat baju bertuliskan perayaan yang dimaksud; membuat cinderamata 
dan kenang-kenangan; membuat dan mengirimkan kartu ucapan selamat; membuat buku 
tulis; memberi keistimewaan seperti hadiah/diskon khusus di dalam perdagangan, 
ataupun (yang banyak terjadi) yaitu mengadakan lomba olah raga di dalam rangka 
memperingati hari raya mereka. Kesemua ini termasuk di dalam rangka membantu 
syiar mereka. 

Kaum muslimin tidak diperbolehkan beranggapan bahwa hari raya orang kafir 
seperti tahun baru (masehi), atau milenium baru sebagai waktu penuh berkah 
(hari baik) yang tepat untuk memulai babak baru di dalam langkah hidup dan 
bekerja, di antaranya adalah seperti melakukan akad nikah,memulai bisnis, 
pembukaan proyek-proyek baru dan lain-lain. Keyakinan seperti ini adalah batil 
dan hari tersebut sama sekali tidak memiliki kelebihan dan keistimewaan di atas 
hari-hari yang lain.

Dilarang bagi umat Islam untuk mengucapkan selamat atas hari raya orang kafir, 
karena ini menunjukkan sikap rela terhadapnya di samping memberikan rasa 
gembira di hati mereka. 
  Berkaitan dengan ini Ibnul Qayim rahimahullah pernah berkata, "Mengucapkan 
selamat terhadap syiar dan simbol khusus orang kafir sudah disepakati 
kaharamannya seperti memberi ucapan selamat atas hari raya mereka, puasa mereka 
dengan mengucapkan, "Selamat hari raya (dan yang semisalnya), meskipun 
pengucapnya tidak terjerumus ke dalam kekufuran, namun ia telah melakukan 
keharaman yang besar, karena sama saja kedudukannya dengan mengucapkan selamat 
atas sujudnya mereka kepada salib. Bahkan di hadapan Allah, hal ini lebih besar 
dosanya daripada orang yang memberi ucapan selamat kapada peminum khamar, 
pembunuh, pezina dan sebagainya. Dan banyak sekali orang Islam yang tidak 
memahami ajaran agamanya, akhirnya terjerumus ke dalam hal ini, ia tidak 
menyadari betapa besar keburukan yang telah ia lakukan. Dengan demikian, barang 
siapa memberi ucapan selamat atas kemaksiatan, kebid'ahan dan lebih-lebih 
kekufuran, maka ia akan berhadapan dengan murka Allah". Demikian ucapan beliau 
rahimahullah!

Setiap muslim harus merasa bangga dan mulia dengan hari rayanya sendiri 
termasuk di dalam hal ini adalah kalender dan penanggalan hijriyah yang telah 
disepakati oleh para shahabat Radhiallaahu anhu, sebisa mungkin kita pertahan 
kan penggunaannya, walau mungkin lingkungan belum mendukung. Kaum muslimin 
sepeninggal shahabat hingga sekarang (sudah 14 abad), selalu menggunakannya dan 
setiap pergantian tahun baru hijriyah ini, tidak perlu dengan mangadakan 
perayaan-perayaan tertentu. 
Demikianlah sikap yang seharusnya dimiliki oleh setiap mukmin, hendaknya ia 
selalu menasehati dirinya sendiri dan berusaha sekuat tenaga menyelamatkan diri 
dari apa-apa yang menyebabkan kemurkaan Allah dan laknatNya. Hendaknya ia 
mengambil petunjuk hanya dari Allah dan menjadikan Dia sebagai penolong. 

[Dinukil dari Fatwa Komisi Tetap untuk Penelitian Ilmiyah dan Fatwa Kerajaan 
Arab Saudi Tertanda; Ketua: Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syaikh; Anggota: 
Syaikh Abdullah bin Abdur Rahman Al-Ghadyan, Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid, 
Syakh Shalih bin Fauzan Al Fauzan]


  

radityo djadjoeri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

















  Mari ucapkan Selamat Natal! Teman-teman. Umat Kristen/Katolik beberapa hari 
lagi akan merayakan Natal.
Saya beragama Islam dan saya ingin mengajak teman-teman yang beragama Islam 
untuk pada 25 Desember nanti memberikan dan mengucapkan Selamat Natal pada 
rekan-rekan Kristen/Katolik.

Ini adalah tindakan sederhana yang mudah-mudahan akan bermakna bagi pembangunan 
Indonesia yang beradab.

Selama ini memang ada kampanye untuk tidak mengucapkan Selamat Natal, di 
kalangan umat Islam.

Setelah saya pelajari, larangan itu tidak berdasarkan AlQuran, Hadits maupun 
kesepakatan ulama.

Di Indonesia pun, TIDAK PERNAH ADA FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA YANG MELARANG 
UMAT ISLAM MENGUCAPKAN SELAMAT NATAL!

Selama ini, ada kesalahan persepsi bahwa mengucapkan Selamat Natal adalah 
haram, yang sangat mungkin terjadi akibat upaya sengaja dari kalangan 
berpikiran sempit untuk merenggangkan hubungan antara umat Islam dan 
Kristen/Katolik, atau mungkin juga karena sekadar kecerobohan logika.
Pengharaman selamat Natal hanya keluar dari ulama-ulama Arab Saudi yang memang 
konservatif -- sebuah negara milik kerajaan Saud yang mengharamkan pendirian 
gereja dan melarang wanita menyetir mobil!

Karena Indonesia bukan Arab Saudi, fatwa itu tidak ada artinya di sini!


Ajakan ini saya sampaikan agar hubungan antar umat yang secara bertahap sudah 
menjadi semakin buruk, bisa bersama-sama kita perbaiki.

Bila kita ingin memeproleh sebuah Indonesia yang damai, sejahtera, beradab, 
setiap dari kita harus memberikan kontribusi.

Sebuah ucapan Selamat Natal akan membantu mengikis kecurigaan, akan membuat 
orang berbahagia, akan mendorong orang untuk saling menerima, akan membuat kita 
saling menyayangi.

Salam 

ade armando

anggota KPI (Komisi Penyiaran Indonesia)



Ungkapkan opini Anda di: 

http://mediacare.blogspot.com

http://indonesiana.multiply.com
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links






  


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
For $25, 15 Afghan women can learn to read. Your gift can make a difference.
http://us.click.yahoo.com/_smZ4B/SdGMAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke