http://www.kompas.com/kompas-cetak/0512/22/Politikhukum/2308038.htm

  
 

Militer GAM Akan Bubar 
Muzakir Manaf Pimpin Komite Peralihan Aceh



Banda Aceh, Kompas - Pihak Gerakan Aceh Merdeka akan membentuk Komite Peralihan 
Aceh, menyusul rencana pembubaran struktur militer organisasi itu akhir 
Desember 2005. KPA akan dipimpin oleh Teungku Muzakir Manaf.

Pernyataan itu dikemukakan Perwakilan GAM di Aceh Monitoring Mission (AMM), 
Irwandi, seusai pemusnahan enam senjata mereka di Blang Padang, Banda Aceh, 
Rabu (21/12). "Kami tidak akan membiarkan mantan prajurit GAM telantar begitu 
saja seperti ayam kehilangan induk. Oleh karena itu, akan dibentuk KPA atau 
Komite Peralihan Aceh," katanya.

KPA ini, menurut Irwandi, dibentuk setelah struktur militer GAM dibubarkan 
akhir tahun 2005. KPA ini menjadi wadah peralihan pasukan GAM menjadi warga 
sipil biasa. KPA sekaligus memberikan sanksi bila mereka melanggar. "Ke 
depannya, KPA ini bisa diarahkan menjadi partai politik, tentu saja setelah 
amandemen UU partai politik," kata Irwandi lagi.

Ia menambahkan, "Ke depan senjata tak bisa lagi jadi jawaban. Yang kini kami 
butuhkan adalah alat politik yang baru untuk membentuk masa depan Aceh," 
katanya.

Menurut Sofyan Dawood, juru bicara militer GAM, KPA akan dipimpin mantan 
komandan TNA sendiri, yaitu Teungku Muzakir Manaf. "Wadah ini sangat berbeda 
dari sebelumnya. Selain tidak bersenjata, mereka-mantan prajurit GAM-juga akan 
berproses pelan-pelan menjadi sipil biasa hingga mereka bisa mandiri," kata 
Sofyan Dawood lagi.

Saat ini yang sangat dibutuhkan oleh mantan prajurit GAM adalah pendidikan dan 
keterampilan untuk berdiri sendiri setelah bertahun-tahun memegang senjata.

AMM pulang

Pihak AMM meminta GAM segera membubarkan struktur militer mereka sebelum akhir 
tahun 2005 ini. "Kami sedang menunggu pembubaran struktur militer GAM dan 
mengubah pola perjuangan mereka menjadi pergerakan politik," ujar Peter Feith, 
Ketua Tim AMM.

Pihaknya hingga tanggal 15 Maret 2006 akan mengawasi proses demokrasi di Aceh 
hingga terbentuknya undang-undang pemerintahan Aceh yang baru.

Menurut Feith, Kamis (22/12), sebanyak 40 anggota AMM yang tergabung dalam tim 
pemusnahan senjata akan dipulangkan. Sedangkan sisanya masih akan di Aceh 
hingga 15 Maret 2005. "AMM diundang Pemerintah RI. Diperpanjang atau tidak itu 
menjadi urusan pemerintah," katanya.

Perwakilan RI di AMM Mayor Jenderal Bambang Darmono berterimakasih dengan AMM 
yang telah bertugas di Aceh walaupun hingga kini masih ada perbedaan tentang 
jumlah senjata GAM yang sah. "Kami tidak lagi membicarakan tentang jenis dan 
jumlah senjata yang diserahkan. Tetapi, ingin memastikan bahwa tak ada lagi 
senjata GAM tak ada yang belum diserahkan," katanya.


Di Surabaya, Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Endriartono Sutarto 
menyatakan, penyerahan senjata GAM telah tuntas jika GAM menyatakan telah 
menyerahkan seluruh senjata mereka.

"Kalau mereka sudah menyatakan bahwa seluruh senjata sudah diserahkan, itu 
sudah tuntas. Bahwa angkanya 840 atau tidak 840, tak menjadi persoalan. Yang 
penting, mereka menyatakan secara formal seluruh senjatanya telah diserahkan," 
kata Endriartono. (aik/row)


Muzakir Manaf Pimpin Komite Peralihan Aceh



Banda Aceh, Kompas - Pihak Gerakan Aceh Merdeka akan membentuk Komite Peralihan 
Aceh, menyusul rencana pembubaran struktur militer organisasi itu akhir 
Desember 2005. KPA akan dipimpin oleh Teungku Muzakir Manaf.

Pernyataan itu dikemukakan Perwakilan GAM di Aceh Monitoring Mission (AMM), 
Irwandi, seusai pemusnahan enam senjata mereka di Blang Padang, Banda Aceh, 
Rabu (21/12). "Kami tidak akan membiarkan mantan prajurit GAM telantar begitu 
saja seperti ayam kehilangan induk. Oleh karena itu, akan dibentuk KPA atau 
Komite Peralihan Aceh," katanya.

KPA ini, menurut Irwandi, dibentuk setelah struktur militer GAM dibubarkan 
akhir tahun 2005. KPA ini menjadi wadah peralihan pasukan GAM menjadi warga 
sipil biasa. KPA sekaligus memberikan sanksi bila mereka melanggar. "Ke 
depannya, KPA ini bisa diarahkan menjadi partai politik, tentu saja setelah 
amandemen UU partai politik," kata Irwandi lagi.

Ia menambahkan, "Ke depan senjata tak bisa lagi jadi jawaban. Yang kini kami 
butuhkan adalah alat politik yang baru untuk membentuk masa depan Aceh," 
katanya.

Menurut Sofyan Dawood, juru bicara militer GAM, KPA akan dipimpin mantan 
komandan TNA sendiri, yaitu Teungku Muzakir Manaf. "Wadah ini sangat berbeda 
dari sebelumnya. Selain tidak bersenjata, mereka-mantan prajurit GAM-juga akan 
berproses pelan-pelan menjadi sipil biasa hingga mereka bisa mandiri," kata 
Sofyan Dawood lagi.

Saat ini yang sangat dibutuhkan oleh mantan prajurit GAM adalah pendidikan dan 
keterampilan untuk berdiri sendiri setelah bertahun-tahun memegang senjata.

AMM pulang

Pihak AMM meminta GAM segera membubarkan struktur militer mereka sebelum akhir 
tahun 2005 ini. "Kami sedang menunggu pembubaran struktur militer GAM dan 
mengubah pola perjuangan mereka menjadi pergerakan politik," ujar Peter Feith, 
Ketua Tim AMM.

Pihaknya hingga tanggal 15 Maret 2006 akan mengawasi proses demokrasi di Aceh 
hingga terbentuknya undang-undang pemerintahan Aceh yang baru.

Menurut Feith, Kamis (22/12), sebanyak 40 anggota AMM yang tergabung dalam tim 
pemusnahan senjata akan dipulangkan. Sedangkan sisanya masih akan di Aceh 
hingga 15 Maret 2005. "AMM diundang Pemerintah RI. Diperpanjang atau tidak itu 
menjadi urusan pemerintah," katanya.

Perwakilan RI di AMM Mayor Jenderal Bambang Darmono berterimakasih dengan AMM 
yang telah bertugas di Aceh walaupun hingga kini masih ada perbedaan tentang 
jumlah senjata GAM yang sah. "Kami tidak lagi membicarakan tentang jenis dan 
jumlah senjata yang diserahkan. Tetapi, ingin memastikan bahwa tak ada lagi 
senjata GAM tak ada yang belum diserahkan," katanya.


Di Surabaya, Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Endriartono Sutarto 
menyatakan, penyerahan senjata GAM telah tuntas jika GAM menyatakan telah 
menyerahkan seluruh senjata mereka.

"Kalau mereka sudah menyatakan bahwa seluruh senjata sudah diserahkan, itu 
sudah tuntas. Bahwa angkanya 840 atau tidak 840, tak menjadi persoalan. Yang 
penting, mereka menyatakan secara formal seluruh senjatanya telah diserahkan," 
kata Endriartono. (aik/row)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Clean water saves lives.  Help make water safe for our children.
http://us.click.yahoo.com/YNG3nB/VREMAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke