http://www.kompas.com/kompas-cetak/0512/22/Politikhukum/2308027.htm


  
LIPI Sarankan Keterlibatan Internasional 


Jakarta, Kompas - Tim peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia menyebutkan, 
keterlibatan pihak internasional diperlukan untuk menyelesaikan masalah Papua. 
Alasannya, persoalan Papua memiliki dimensi internasional yang tinggi. Bukan 
hanya karena desakan politis yang muncul saat ini, tetapi sejumlah negara asing 
pun memiliki kepentingan terhadap Papua.

Koordinator tim peneliti LIPI untuk kasus Papua, Adriana Elisabeth, 
menyampaikan hasil penelitian riset kompetitif LIPI tersebut di Jakarta, Rabu 
(21/12). Menurut dia, peranan dan dukungan negara asing dan lembaga 
internasional penting dalam penentuan masa depan Papua, terkait dengan status 
politik dan hukumnya setelah selama ini diakui merupakan bagian Negara Kesatuan 
Republik Indonesia. Adriana menyebutkan, persoalan implisit dalam kasus Papua 
adalah soal ekonomi. Kekayaan sumber daya alam membuat banyak pihak 
berkepentingan dengan tanah Papua. Hal itu terlihat dengan masuknya raksasa 
pertambangan Freeport sejak tahun 1967.

Temuan tim peneliti LIPI, dialog internasional yang diusulkan meliputi pihak 
Indonesia, Belanda, Amerika Serikat, dan wakil rakyat Papua. Namun, Adriana 
mengakui dialog internasional merupakan alternatif yang relatif sulit. Harus 
ada perhitungan matang sejak awal, agenda yang jelas, dan proses yang menerus. 
"Formulasinya harus dipikirkan karena jika jalan buntu malah bisa 
membahayakan," kata Adriana.

Sementara itu, Ketua Aliansi Demokrasi untuk Papua Latifah Anum Siregar yang 
tampil sebagai pembahas menilai dialog internasional masih terlalu jauh, 
terutama potensi resistensi dari Pemerintah Indonesia. Dialog nasional mungkin 
menjadi pilihan lebih memungkinkan. Kalaupun saat ini desakan dialog 
internasional menguat, hal itu terjadi karena rakyat Papua tidak melihat ada 
pilihan lain. Keinginan merdeka juga menjadi pelarian bagi orang Papua yang 
menanggung ketidakadilan. Tuntutan pelurusan sejarah terkait dengan proses 
Penentuan Pendapat Rakyat 1969 juga sulit dihindarkan.

Tim peneliti LIPI juga menyebut kekurangan media dalam peliputan mengenai Papua 
yang menjadikan media dinilai telah ikut berperan melanggengkan Papua sebagai 
daerah bermasalah. Sejauh ini, peliputan media lebih tertuju pada soal politik 
dan keamanan. Media kurang menyampaikan pertarungan kapitalis internasional dan 
keterkaitannya dengan pemerintah. (dik)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Clean water saves lives.  Help make water safe for our children.
http://us.click.yahoo.com/YNG3nB/VREMAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke