http://www.indomedia.com/bpost/122005/22/depan/utama4.htm
Rombongan DPR Ke Mesir Boyong Istri Jakarta, BPost Terkuak sudah teka-teki 15 anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI ke Mesir. Meski alasan mereka ke negeri Fir'aun untuk studi komparasi, ternyata kebanyakan waktu dipergunakan untuk berwisata dan berbelanja. Selain itu, enam anggota BURT ikut memboyong istri dalam kunjungan tersebut. Dalam aturan tata tertib DPR, jelas ditegaskan anggota dewan saat menjalankan tugasnya di luar negeri dilarang membawa istri atau keluarganya. Dalam buku panduan program kunjungan BURT DPR-RI ke Mesir tanggal 16-20 Desember 2005 yang dikeluarkan Kedutaan Besar RI di Kairo-Mesir, menyebut jadwal lima hari perjalanan di Mesir, mereka hanya bertemu ketua parlemen Mesir Dr Ahmed Fathi Sourour pada hari ketiga yaitu Minggu (18/12) pukul 12.30 waktu setempat. Sementara acara lain selama lima hari hanya hura-hura. Misalnya, menghadiri acara jamuan makan malam oleh kuasa hukum interim KBRI di Kairo, mengunjungi obyek wisata di Kairo dan Giza yang dipandu oleh sebuah travel, mengunjungi Museum Nasional di Tahrir Square yang dipandu travel dan berkunjung ke Alexandria. Ke-15 anggota BURT yang hadir yaitu Roestanto Wahidi (FPD), Ebby Jauhari (FPG), Nizar Dahlan (FBPD), Soeharsojo (FPG), Mukhtarudin (FPG), Soewignyo (FPDIP), Rendhy A Lamadjido (FPDIP), Elva Hartati (FPDI), Syahrial Agamas (FPP), Uray Faisal Deny Sultany Hasan (FPD), Djoko Edhie Soetjipto Abdurrahman (FPAN), Choirul Soleh Rasyid (FKB), Abdullah Azwar Anas (FKB). Disamping dua sekretaris dari Setjen DPR, yaitu Cholida Indrayana, ikut ke Mesir enam orang pendamping anggota BURT yaitu Noor Jannah Shomad (pendamping Nizar), Dyah Prasetyawati (pendamping (Soeharsojo), Lisa Andriani (Pendamping Deny), Iik Soelasmi (pendamping Ebby) dan Ipuk Fiestandani (pendamping Azwar Anas). Dari buku profil anggota DPR RI 2004-2009 keluaran Komisi Pemilihan Umum (KPU), nama para pendamping itu tak lain adalah istri dari anggota BURT bersangkutan. Adapun kemungkinan mereka membawa istri dengan biaya dinas bisa terjadi. Hal ini karena tiket yang dipakai mereka adalah kelas ekonomi. Seorang sumber di DPR mengatakan, mereka ke Mesir memakai tiket ekonomi. "Padahal selama ini, sebagai anggota DPR, mereka dibiayai oleh negara dengan tiket kelas bisnis." Sementara Djoko Edhie yang pulang dari Mesir lebih dulu (Rabu, 21/12) mengatakan, kedatangan tim BURT ke Mesir tidak efektif karena tidak menghasilkan apa-apa. Kata dia, pertemuan dengan ketua parlemen Mesir hanya berlangsung selama satu jam mendiskusikan bagaimana mengelola anggaran yang baik. Selain pertemuan hanya satu jam, pembicaraan juga tidak fokus, karena ketua parlemen Mesir harus melayani telepon sebanyak delapan kali dan beberapa kali diganggu oleh datangnya sekretarisnya yang meminta tanda tangan surat. Menanggapi studi banding yang dilakukan, Djoko meminta dalam waktu mendatang nama studi banding sebaiknya diubah menjadi istilah lain agar tidak menyesatkan. "Saya pikir istilah studi banding itu sebaiknya diganti dengan nama lain, seperti muhibah atau yang lainnya. Karena kalau studi komparatif maka itu adalah kebohongan publik," cetusnya. Prihatin Sementara tim BURT DPR membantah kunjungan mereka ke Mesir dalam rangka studi banding RUU Perjudian. Hal ini dikatakan oleh Roestanto Wahidi dan beberapa anggota rombongan lainnya saat beraudiensi dengan sejumlah Mahasiswa Indoenesia di Mesir, di lobi Hotel Ramsees Hilton Cairo, Senin (19/12) lalu. Roestanto menyatakan, tujuan kunjungan mereka adalah mempelajari bagaiman parlemen di Mesir bisa hidup, sehingga BURT mendapat tambahan bahan untuk peningkatan kesejahteraan anggota dewan. "Hal itu sesuai tugas kami membidangi kerumahtanggaan DPR," katanya seperti dituturkan Mushaffa, mahasiswa asal Banjarmasin kepada BPost, melalui milisnya, malam tadi. Roestanto menyangkal kunjungan mereka ke Mesir tanpa sepengetahuan pimpinan DPR. Dijelaskan bahwa masing-masing anggota rombongan membawa dua surat, dari masing-masing komisi dan fraksi. "Yang tidak diketahui Zainal Maarif (wakil ketua DPR) adalah kunjungan BURT ke Mesir dalam rangka studi banding UU Perjudian" ucap Roestanto agak emosi. Ditanya mahasiswa tentang hasil kunjungan selama empat hari di Mesir, salah satu anggota rombongan dari FPG mengakui hanya pada 18 Desember menemui Ketua Parlemen Mesir terpilih, Dr Fathi Surur. Dalam pertemuan BURT meminta informasi tentang kehidupan parlemen dan kesekretariatan Majlis Sya'ab (DPR) Mesir. Sayangnya, aku anggota FPG itu, mengingat Mesir baru menyelesaikan Pemilu, dan parlemen masih belum stabil, Fathi tidak bisa memberikan banyak keterangan. Dia hanya memberikan Tata Tertib DPR Mesir berbahasa Arab. Meski banyak dalih dikeluarkan rombongan BURT, namun Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir menyatakan keprihatinannya kunjungan mereka ke Mesir. "Mereka tidak memiliki kepekaan sosial dengan kondisi bangsa yang masih belum sembuh dari trauma, busung lapar, flu burung, demam berdarah serta belum pulihnya penanggulangan bencana alam dan Tsunami yang melanda tanah air," tegas mereka dalam realisnya dikirimkan ke BPost. Organisasi induk pelajar dan mahasiswa Indonesia di Mesir ini mendesak DPR menghentikan program studi banding yang tidak memiliki tujuan yang jelas dan bermanfaat ke luar negeri. JBP/ewa/msh [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Clean water saves lives. Help make water safe for our children. http://us.click.yahoo.com/YNG3nB/VREMAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

