http://www.suaramerdeka.com/harian/0512/22/nas03.htm

Siswa SD di Demak Nekat Bunuh Diri 
       
      SELEMBAR SURAT: Seorang polisi menunjukkan selembar surat yang ditulis 
Syaiful sebelum bunuh diri.(30t) - SM/Hasan Hamid   
     


DEMAK - Anak berusia 10 tahun, Syaiful, warga Dukuh Cangkring, Desa Trimulyo, 
Kecamatan Guntur, Demak nekat mengakhiri hidupnya dengan menenggak apotas 
(racun ikan) yang dicampur minuman sprite, Rabu (21/12). Kejadian itu 
menggegerkan penduduk desa yang berjarak sembilan kilometer dari pusat 
Kecamatan Guntur. 

Diduga, kenekatan bocah itu dilakukan lantaran dia mengambil uang milik orang 
tuanya. Hal itu terungkap dari surat wasiat yang ditemukan di saku bajunya.

Korban kali pertama ditemukan dalam keadaan sekarat oleh tetangganya, Lukman 
(23), di pekarangan tepi jalan desa, sekitar pukul 11.25 WIB. Semula Lukman 
mengira anak yang masih berpakaian seragam sekolah itu pingsan setelah terjatuh 
dari pohon. 

Namun, di mulutnya keluar air busa pertanda reaksi dari racun yang diminumnya. 
Selain itu, di samping tubuh korban terdapat plastik berisi sisa minuman sprite 
yang telah berbau dan bercampur obat ikan.

Mengetahui hal tersebut, dia pun berteriak minta tolong. Warga yang mendengar 
teriakan itu langsung menuju asal suara. Tak lama kemudian warga melarikan 
korban ke Puskesmas Guntur. Akan tetapi, dalam perjalanan korban mengembuskan 
napas terakhirnya.

Ayah korban, Rosyidi (42), yang diberitahu langsung tancap gas dengan sepeda 
motornya ke puskesmas. Begitu sampai di tempat itu, dia langsung memeluk erat 
jasad anaknya yang sudah terbujur kaku. Sesaat kemudian jasad korban dibawa 
pulang.

Di rumah duka, para tetangga datang bertakziah.

Sore kemarin jenazah korban telah dikebumikan di pemakaman desanya.

Menurut Rosyidi, anaknya itu tidak pernah menunjukkan tanda-tanda yang aneh. 
Bahkan, selain dikenal penurut juga termasuk anak pandai. ''Saya tidak habis 
pikir kenapa anak saya berbuat senekat itu.'' 

Dia masih ingat betul ketika sebelum berangkat sekolah, anaknya bilang mau 
langsung mengaji di masjid sepulang sekolah. Dia pun menjawab dengan senyum. 

Salah seorang temannya, Mus (10) menuturkan, setelah istirahat jam kedua di 
sekolah korban tidak lagi masuk ke ruang kelas. Sore harinya, dia justru 
mendapat kabar temannya tersebut telah pergi untuk selamanya.

Surat Wasiat

Sebelum meninggal, siswa kelas V SD Negeri 01 Trimulyo itu telah meninggalkan 
pesan wasiat dalam selembar kertas. Pesan ditujukan kepada kedua orang tuanya, 
disimpan dalam saku bajunya. 

Dalam kertas yang dia tulis sendiri dengan bahasa jawa ngoko, korban 
mengutarakan alasannya berbuat senekat itu. Ia melakukan karena tidak berani 
untuk mengakui sebagai orang yang mengambil uang milik orang tuanya. Di surat 
itu pula, diketahui anak kedua dari empat bersaudara ini mengaku dirinya yang 
mengambil uang. Tampaknya, beberapa kali orang tuanya mencari siapa pelaku 
pencurian itu. Dan, Syaiful merasa sebagai orang yang termasuk dicurigai. ''Ma, 
Pak, sing jikok duwitmu kui aku, anakmu dewe Ma (Bu,Pak, yang mencuri uangmu 
itu adalah aku, anakmu sendiri Bu-Red),'' ujarnya dalam sepenggal kalimat yang 
tertuang dalam surat wasiatnya. 

Kapolres Demak AKBP Eka Tjahjanto melalui Kapolsek Guntur AKP Tardjan 
menjelaskan, kematian korban murni karena bunuh diri. Jenazahnya sudah divisum. 
''Tidak ada tanda-tanda penganiayaan, jadi dia murni bunuh diri,'' tandasnya 
saat berada di rumah korban. (H1-14v) 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
For $25, 15 Afghan women can learn to read. Your gift can make a difference.
http://us.click.yahoo.com/_smZ4B/SdGMAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke