Dari Tetangga Bagus ...

-----Original Message-----
 On Behalf Of [EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, December 22, 2005 12:38 PM
Subject: [Klub Pengembangan Kepribadian] ORANG BULE VS CINA




Tulisan orang ini bener2 bagussss.... Jangan berhenti forward ketemen2
yah...

> Saya seorang pribumi yg dulunya benci setengah mampus sama WNI 
>Keturunan Cina. Tetapi setelah hidup di Amerika selama 10 tahun dan 
>sekarang bekerja di salah satu bank terbesar di dunia berpusat di New 
>York City, pandangan saya berubah dan mengerti mengapa Cina itu berbeda

>dengan orang pribumi.

> Dan sebenarnya banyak sekali hal-hal yg kita tidak mengerti tentang 
>cina, dan hal-hal ini sebenarnya harus kita ketahui dan kita pikirkan 
>lagi, karena hal-hal ini adalah sesuatu yg bisa kita pakai untuk 
>kepentingan bangsa s!  endiri dan utk memajukan bangsa sendiri. Bukan 
>saya bilang bah wa kita harus berubah jadi Cina, cuma kalau memang 
>bagus mengapa tidak ? Dan memang ada juga hal-hal buruknya, tetapi 
>semua bangsa juga punya .

Marilah saya mulai pendapat saya tentang perbandingan antara WNI asli
dan keturunan cina :

1. Perbedaan2 nyata Setelah bekerja tiga tahun lebih dan punya teman
>dekat orang bule dan orang Cina dari Shanghai di tempat kerja saya, 
>saya melihat banyak sekali perbedaan-bedaan, diantaranya : A.  DUIT

>a) Si bule, kalo gajian langsung ke bar, minum-minum sampe mabuk, beli 
>baju baru, beli hadiah macam-macam untuk istrinya. Dan sisanya 10% di 
>simpan di bank. Langsung makan-makan di restoran mahal, apa!  lagi baru

>gajian.

>b) Si Cina, kalau gajian langsung disimpan di bank, kadang-kadang di 
>invest lagi di bank, beli Saham, atau dibungain. Bajunya itu2 saja 
>sampe butut. Saya pernah tanya sama dia, duitnya yg disimpen ke bank 
>bisa sampe 75%-80% dari gaji.

>c) Saya sendiri. kalo gajian biasanya boleh deh makan-makan sedikit, 
>apalagi baru gajian, beli baju kalo ada yg on-sale (lagi di discount), 
>beli barang-barang kebutuhan istri, sisanya kira2 tinggal 15-20% terus 
>disimpen di bank.

Kebanyakan di Amerika, orang Cina yang kerja kantoran (sebenarnya
>Korea dan Jepang juga) muda-muda sudah bisa naik mobil bagus dan bisa 
>mulai beli rumah mewah. walaupun orang tuanya bukan konglomerat dan 
>bukan mafia di Chinatown. Malah mereka beli barang senangnya cash, 
>bukan kredit. Soalnya mereka simpan duitnya benar-benar tidak bisa 
>dikalahkan oleh bangsa lain. kalau bule !  atau orang hitam musti 
>ngutang sampe tau baru bisa lunas beli  rumah.

KERJAAN
>a) si bule, abis kerja (biasanya jam kerja jam 8 pagi - 6 sore) hari 
>Senen sampai hari Jumat (Sabtu dan minggu tidak kerja)) ke bar ato 
>makan-makan ngabisin gaji. Kalau disuruh lembur tiba-tiba, biasanya 
>kesel-kesel sendiri di kantor. Biasanya kalo hari Senen, si bule 
>tampangnya kusut, soalnya masih lama sampe hari Sabtu, pikirannya 
>weekend melulu. Kalo hari Kamis, si bule males kerja, pikirannya hari 
>Jumat melulu. Terus jalan-jalan gosip kiri kanan.

>b) si Cina, abis kerja langsung pulang ke rumah, masak sendiri, nggak 
>pernah makan diluar (saya sering ngajak dia makan, cuma tidak pernah 
>mau, mahal katanya, musti simpan duit, kecuali kalo ada hari-hari 
>khusus). Kalau disuruh lembur tidak pernah menolak, malah sering 
>menawarkan diri untuk kerja lembur. Kalau disuruh kerja hari sabtu atau

>hari minggu juga past!  i mau. Kadang-kadang dia malah kerja part-time 
>(bukan sebagai pegawai penuh) di perusahaan lain untuk menambah 
>uangnya.


>c) saya sendiri, kalau disuruh lembur, agak malas juga kadang-kadang 
>karena sudah punya rencana keluar pergi makan sama teman-teman kantor. 
>Kadang-kadang ingin sekali pulang ke rumah karena di kantor melulu, 
>cuma mau nggak mau mesti kerja (jadi kesannya terpaksa, nggak seperti 
>si cina yg rela). Weekend paling malas kalau musti kerja.

  Bos-bos juga biasanya suka sama orang Cina kalau soal kerjaan.
>Mereka soalnya pekerja yg giat dan tidak pernah bilang "NO" sama boss. 
>Dapat kerja juga gampang kalau mukanya cina, karena dipandang sebagai 
>"Good Worker". Atau pekerja giat. Jarang sekali, kecuali penting sekali

>dia tidak bersedia kerja lembur. Dan kalaupun tidak bersedia lembur, 
>biasanya dia akan datang sabtu atau m!  inggu, atau kerja lembur 
>besoknya.

RUMAH
 >a) Apartment si bule, wah bagus sekali. gayanya kontemporari. Penuh
>dengan barang-barang perabotan dan furniture mahal. Pokoknya gajinya 
>pasti abis ngurusin apartment dia.

>b) Apartment si cina, wah... kacau. Cuma ranjang satu, dilantai saja. 
>Meja butut, dan dua kursi butut. TV nya kecil sekali, TV kabel saja 
>tidak punya. Pokoknya sederhana sekali. Waktu saya tanya, dia bilang 
>"bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian." daerahnya pun bukan

>didaerah mahal, tempatnya di daerah kumuh dan kurang ada yg mau 
>tinggal.


>c) Apartment saya sendiri, yah lumayan, cuma istri saya suka juga 
>merias rumah. Jadi apartment saya lumayan lah tidak seperti punya si 
>Cina. Saya benar-benar salut dia bisa hidup begitu. Padahal duitnya di 
>bank banyak. Gaji dia saja lebih tinggi dari saya karena lebih lama di 
>perusahaan tersebut.

Setelah 10 taun, biasanya si bule, orang item, !  masih tinggal di
>apartment atau baru ngutang beli rumah, si cina sudah bisa beli rumah 
>sendiri. Karena nabung dengan giatnya, dan cuma beli yg penting-penting

>saja. Jadi uangnya ditabungkan sendiri.
>
>*** Disini saja saya bisa lihat perbedaan-bedaan nyata, saya 
>pertama-tama pikir, wah si Cina ini pelit amat. Masa duit banyak kayak 
>begitu disimpan saja di bank. Dan kalau kita banding-bandingkan dengan 
>sejarah orang-orang cina, kita akan tahu kenapa mereka (Cina) itu dalam

>long-range nya (jangka panjang nya) lebih maju dari pribumi di 
>Indonesia, karena saya sempat bertukar pikiran dengan beberapa teman 
>lagi orang Cina lainnya, orang India, orang Arab, orang Jerman, orang 
>Amerika, dan orang Cina ini sendiri. Kita musti tau sejarahnya orang 
>Cina ini.


>2. Perbandingan antara sejarah kebudayaan cina dan Indonesia JAMAN DULU

>Bangsa cina adalah bangsa yg ban!  gga dengan bangsanya, karena 
>kebudayaan cina adalah salah satu  kebudayaan yg tertua di dunia, 
>hampir setahaf dengan Mesopotamia dan Mesir. Karena itu kebudayaan cina

>itu benar-benar menempel di sanubari nya. Susah sekali untuk melepaskan

>kebudayaan tersebut karena memang betul kebudayaan mereka itu hebat, 
>terus terang, kalau kita bandingankan dengan kebudayaan kita (pribumi 
>Indonesia) kita tidak bisa mengalahkan kebudayaan orang cina. Dan 
>memang kebudayaan mereka sudah diakui dunia.

>Menurut salah satu Journal of Archeology terkemuka di dunia, orang 
>Melayu itu unsurnya lebih banyak mengarah ke bangsa Mongol atau Cina. 
>Jadi bangsa Indonesia itu sebenarnya Cina, walaupun secara biologis dan

>evolusis, ada unsur-unsur dari India dan Arab di darah orang pribumi. 
>Tetapi orang Indonesia (Melayu) itu sebenarnya genetik nya lebih dekat 
>ke orang Cina.

>orang cina itu sudah dari dulu 4000 tahun hidupnya diawang kesusahan 
>terus (ma!  ksudnya rakyat kecilnya). Negara cina dari jaman dulu, 
>katanya, sudah perang terus, rakyat kecil disiksa olah pemerintahnya 
>sendiri, dan pemerintahnya berganti-ganti terus. Orang cina bisa 
>dibilang salah satu bangsa yang tahan banting. Sudah biasa menderita, 
>dan makin menderita, biasanya orang kan makin nekad dan makin berani, 
>jadi semua jalan ditempuh, namanya saja mau hidup, bagaimana. Ini juga 
>terjadi di Indonesia.

>Karena negaranya sendiri, Cina, banyak masalah, mereka imigrasi 
>kemana-mana. Mereka ada dimana-mana, teman saya orang item dari Nigeria

>dan Ethiopia (afrika) bilang disana pun ada banyak orang cina. Dan 
>herannya. Cina-cina di Afrika pun sukses dan bisa dibilang tidak 
>miskin.

 Di Indonesia sendiri, waktu saya masih tinggal diJakarta,
>saya bisa melihat perbedaan-perbedaannya, cuma waktu itu pikiran saya 
>belum terbuka. Saya pernah buka punya teman oran!  g cina di Senen buka

>toko kain. Di sebelahnya persis ada pak H aji yg juga buka toko kain. 
>Setelah dua tahun, bisnis si cina makin maju, dan si pak Haji sebelah 
>akhirnya bangkrut. Ternyata bukan karena si Cina main curang atau 
>guna-guna si pak haji. Ternyata itu karena si cina, walaupun sudah 
>untung, uangnya di simpan dan ditabung saja, untuk mengembangkan 
>bisnisnya lagi. Dan dia dan istrinya makan telor ceplok saja Sedangkan 
>si pak haji baru untung sedikit sudah makan besar di restoran karena 
>gengsi sama keluarga nya.

>Nah bukannya si pak haji ini salah ? Bukannya kita bisa lihat sendiri 
>bahwa cina ini pikirannya lebih maju lebih melihat kedepan dan lebih 
>tahan banting ? Saya kira ini adalah suatu hal yang bisa kita contoh 
>dari si Cina ini. Mungkin kita tidak usah terlalu pelit seperti dia, 
>tapi juga tidak usah gengsi-gengsian.

>Saya sudah bertemu dengan banyak orang dari negara yg berbeda-beda dan 
>satu hal yg benar-ben!  ar nyata adalah orang yg TIDAK MEMBUAT 
>KEPUTUSAN BERDASARKAN GENGSI biasanya NEGARANYA MAJU.

>Coba saja lihat orang Hong Kong, orang Jepang, orang Inggris, orang 
>Amerika, orang Jerman dan orang Singapore, mereka sudah MAJU sekali 
>pemikirannya. Tidak seperti orang Indonesia. Kalau YA yah sudah bilang 
>YA, kalau TIDAK yah bilang TIDAK. Jadi tidak tidak ada yg tidak enak 
>hati. Kalau sudah lama tidak enak hati akhirnya berantem.

>Orang Indonesia sayangnya gengsinya tinggi sekali, tidak mau mengaku 
>kalau memang salah atau harus merubah sesuatu yg jelek. Inilah 
>kelemahannya.

>Di mata Internasional bangsa Indonesia sudah terkenal sebagai NAZI 
>Jerman versi Asia Tenggara. Waktu perang dunia ke II bangsa Jerman 
>sedang miskin karena mereka kalah perang dunia ke I, supaya rakyat 
>tidak marah, si Hitler yg cerdik sengaja menyalahkan orang Yahudi yg 
>memang kaya dan mengu!  asai ekonomi Jerman. Dan orang Yahudi akibatnya

>dibantai dan t idak diperlakukan sebagai warga negara sendiri. Padahal 
>mereka juga sudah lama tinggal di Jerman dan sudah merasa sebagai 
>bangsa sendiri, walaupun mereka masih memegang kebudayaan mereka yg 
>tinggi, sama seperti cina di Indonesia.

>Di Indonesia anehnya, pribumi benci dengan cina tetapi bukan dengan 
>orang Belanda atau orang Jepang. Kalau dipikir-pikir, cina itu tidak 
>salah apa-apa. Saya sebagai pribumi baru sadar akan hal itu.

>Belanda menyiksa bangsa Indonesia dan menguras harta bumi kekayaan 
>Indonesia selama 350 tahun dan setelah pergi meninggalkan penyakit yg 
>paling bahaya dan mendarah daging, yaitu korupsi, yg sampai sekarang 
>juga menimbulkan krisis ekonomi setelah 53 tahun merdeka rupanya 
>penyakit ini bukannya makin terobati, tetapi makan menusuk dan menular 
>ke seluruh badan dan mental bangsa Indonesia.

>Bangsa Jepang, cuma menguasai 3.5 tahun, tapi menyiksa ba!  ngsa 
>Indonesia lebih kejam dari bangsa lain. Karena kalah perang, bangsa 
>jepang, yah mau tidak mau sekarang musti menguasai dunia secara ekonomi

>tidak bisa lagi main angkat senjata.
>
>Anehnya kita sebagai pribumi malah benci dengan cina bukannya dengan 
>Belanda atau jepang. Lucu sih. Semua bangsa lain (Korea, Cina, Burma, 
>Vietnam, dan Afrika) benci dengan bekas penjajahnya bukan penduduk 
>sesama yg telah hidup bertahun-tahun bersama-sama yaitu cina kalau di 
>Indonesia.

>Salah apa si cina-cina ini, tidak salah apa-apa. Kenapa mereka 
>kelihatannya buas dalam bisnis, tamak, dan rakus ? kenapa ? Karena 
>mereka selama tinggal di Indonesia selalu diperlakukan sebagai orang 
>luar dan di anak-tirikan. Coba bayangkan kalau anda-anda jadi cina, 
>pasti anda-anda juga mau melindungi diri sendiri, siapa yg mau nggak 
>makan besok ? atau mati ? Yah, kalau begitu, mereka jadi c!  erdik, 
>agak licik, mengambil kesempatan dalam kesempitan, jadi nya berhasil 
>memegang ekonomi indonesia. Tapi mereka juga bekerja keras, 
>JAUH.....SANGAT JAUH LEBIH KERAS DARI KITA YG PRIBUMI. Bukan cuma di 
>Indonesia saja. orang cina sepertinya ditaruh dimana saja pasti sukses 
>dan bekerja keras.

>Mereka (cina) tidak menyerah pada nasib, dan selalu INGIN MENJADI DUA 
>KALI LIPATKAN TARAF HIDUPNYA, kita yg pribumi, biasanya puas dengan 
>keberhasilan kita dan malas malasan karena merasa sudah diatas angin. 
>Bagi cina2 ini tidak berlaku, mau setinggi apa juga, pasti bisa lebih 
>tinggi lagi.

>Kita saja yg bodoh, mau dengar omongan pemerintah yg brengsek dan 
>mengkambing hitamkan cina. Karena mereka sendiri juga busuk tetapi 
>takut ketahuan. Jadi mereka menggunakan cina sebagai tameng dan kambing

>hitamnya.

>Gimana mau hidup sebagai negara yg maju coba ? Kalau tidak bersatu. 
>Negara yg maju harus bisa hidup dengan tentram satu sama la!  in tidak 
>perduli dengan warna kulit, agama, dan keturunan. Semuanya musti diakui

>sebagai satu bangsa.

>Contohnya Amerika, mau cari orang dari mana saja ada. Cuma mereka 
>bersatu, dan mereka sadar tiap orang punya kejelekan masing-masing. 
>Cuma tidak digembar-gemborkan, tapi dibicarakan dan dirubah. Yg bagus 
>nya diambil, dan dipakai bersama-sama untuk memajukan negara. Tidak 
>segan-segan, atau gengsi, kalau gengsi-gengsi maka tidak akan maju. 
>Harus open (terbuka) dan mau menerima kesalahan dan musti mau berubah.







------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/wlSUMA/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke