** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List ** ** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: ** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ ** ** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral scholarship, kunjungi http://informasi-beasiswa.blogspot.com **dari milis insist
salam, Ari Condro ----- Original Message ----- From: "Muchlis Hanafi" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Kendati ini masalah klasik, saya ingin urun rembuk sedikit. 1. Hadis yang disebut sdr. Muammar "la tabda`uul yahuud walannashaaraa bissalaam" masih terlalu umum untuk dijadikan landasan 'melarang ucapan selamat natal'. Pertama, polemik ulama klasik seputar maksud hadis tersebut lebih terpusat pada "salaam" dalam keseharian yang bersifat ta`abbudy, yaitu ungkapan ; "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh", apalagi karena Yahudi dan Nasrani saat itu sering memplesetkannya menjadi "Assaamu (tanpa 'la') Alaikum", yang berarti kematian atau kehancuran. (lihat mislanya: Syarh Shahih Muslim 14/144, Zaadul Ma`ad 2/424, Tuhfatul Ahwadziy 7/399). Kedua, terdapat hadis lain dalam sunan Tirmidzi dari Abdullah bin Salam (salah seorang penggede Nasrani saat itu) yang menyatakan, ketika pertama kali datang ke Madinah Rasulullah dikerumuni banyak orang, termasuk ahlul kitab setempat. Kata yang pertama kali keluar dari mulut beliau, " Ayyuhannaas, afsyu al-salaam ..." (Wahai manusia, tebarkan kata 'salaam' ...) (hadis no 2485, 4/652). Hadis, sebagaimana Alquran, harus dipahami secara menyeluruh, tidak parsial, sebab antara satu dengan lainnya saling menafsirkan. Karena itu, selain "tafsir tematis" (mawdhu`iy) diperlukan juga "hadis tematis". 2. Menyangkut sikap terhadap hari raya non muslim (Yahudi, Nasrani dan paganis lainnya), di antara ulama yang sangat gigih melarangnya Ibnu Taimiyah, terutama dalam bukunya "Iqtidha al-Shirath al-Mustaqiim" (lihat misalnya hal 267). Saya bisa memakluminya, mengingat pada masa Ibnu Taimiyah perang salib secara fisik tengah berkecamuk. Seperti halnya saya bisa memahami fatwa MUI di awal tahun 80 an, karena saat itu, bahkan sampai sekarang, kristenisasi sanagt gencar dan diayomi oleh oknum penguasa. Fatwa MUI sangat relevan untuk membentengi akidah umat, terutama yang 'mustadh`afiin'. 3. Jika ucapan Selamat Natal 'hanya' sebagai bentuk basa-basi (mujaamalah), penghormatan karena mereka telah berlaku baik kepada kita, dan sebagai bagian dari bentuk interaksi sosial dengan lingkungan, tanpa disertai keyakinan atau pengakuan akan kebenaran ajaran mereka, hemat saya itu lebih relevan dengan ajaran "tidak ada larangan untuk berlaku baik (an tabarruuhum) terhadap ahlul kitab" seperti tercantum dalam QS. Al-Mumtahanah 8. Ayat 8 dan 9 surat tersebut merupakan aturan tegas dalam pola hubungan dengan non Muslim. Apalagi jika ternyata mereka juga memberi ucapan selamat di saat kita berhari raya. "Jika kalian diberi penghormatan maka balaslah dengan penghormatan yang lebih baik" (QS. Annisaa 86) 4. Di antara ulama klasik yang membolehkan memulai ucapan salam (selamat) kepada non Muslim Ibnu Abbas, Alqamah, Abu Umamah, Al-Nakha`iy dan Ibnu Muhayriz (Syarh Shahih Muslim 14/144, Zaadul Ma`ad 2/424). Diantara ulama kontemporer syeikh Yusuf al-Qardhawi dalam bukunya "Fi Fiqhil Aqalliyyat al-Muslimah" (hal- 145-150). 5. Bagi ikhwan yang mengikuti pendapat melarang ucapan selamat natal saya katakan, "Anda telah melaksanakan perintah agama dengan baik, karena telah menjaga kemurnian akidah". Dan bagi yang membolehkannya saya katakan, "Anda telah melaksanakan perintah agama dengan baik, karena Anda telah mengormati orang lain, sampai pun dia itu non Muslim". 6. Terakhir, Imam Al-Awza`iy, seorang ulama besar masa awal Islam, berkata : "Jika Anda mengucapkan selamat (kepada mereka) sesungguhnya itu telah dilakukan para kaum shalih (shaalihiin), dan jika Anda tidak melakukannya sesungguhnya itu pun juga tidak dilakukan para kaum shalih (shaalihiin)". (Syarh Shahih Muslim 14/144, Zaadul Ma`ad 2/424) Muchlis M. Hanafi ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Clean water saves lives. Help make water safe for our children. http://us.click.yahoo.com/YNG3nB/VREMAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ ** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List ** ** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: ** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ ** ** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral scholarship, kunjungi http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

