http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/12/23/o3.htm

Mendidik anak di rumah, murid di sekolah atau di tempat lain, harus dengan 
memberikan teladan dalam kehidupan sehari-hari. Apa yang boleh dan tidak boleh 
dilakukan harus dengan alasan yang masuk akal. Selain keharmonisan hubungan 
dengan lingkungan, juga dengan sesama manusia dan dengan Tuhan.  
------------------
Potensi Ibu Berantas KKN
Oleh N. Sutedja

DALAM suasana perayaan Hari Ibu 2005 ini kiranya perlu kita mengingatkan para 
ibu rumah tangga bahwa peran ibu-ibu sangat besar dalam menghadapi berbagai 
masalah bangsa dalam multikrisis yang berkepanjangan ini. Masalah KKN yang 
terjadi di mana-mana, krisis kedisiplinan, rusaknya lingkungan, bencana banjir, 
masalah narkoba, kemiskinan dan sebagainya. Korupsi potensial dilakukan oleh 
para pejabat yang sebagian besar diperankan oleh bapak dalam rumah tangga di 
negeri kita. Sebaliknya para ibu rumah tangga paling potensial untuk mencegah 
dan memberantasnya. Sebab, ibulah yang paling dekat secara pribadi dengan bapak 
dan tahu berapa pendapatannya yang resmi/sesuai peraturan. Bila lebih besar 
dari yang resmi, patut dipertanyakan asal-usulnya. 



--------------------------

Jadi si ibu jangan bersikap dan berbuat mendorong si bapak untuk terus 
melanggar hukum, dengan merestuinya dan bahkan terus minta ini dan itu yang 
serba wah dan mahal. Jor-joran memiliki perhiasan dan barang mewah akan 
mendorong si bapak untuk mendapatkan duit sebanyak-banyaknya. Kalau makin 
banyak punya duit, bisa pula untuk pelihara WIL, yang akan merugikan si ibu 
sendiri dan anak-anak. Anak-anak bisa lupa akan pendidikan sebab sudah enak 
dengan hidup serba ada. Tak mustahil mereka terlibat minuman keras, narkoba, 
dan kenakalan remaja lainnya.



Pendidikan Lingkungan

Peran ibu rumah tangga dalam pendidikan sangat potensial dan menentukan 
termasuk mendidik disiplin, kerja keras, peduli/sayang lingkungan, tidak 
membuang sampah kesaluran air yang bisa mengakibatkan banjir dan budi pekerti 
lainnya. Untuk menyayangi lingkungan, anak-anak bisa mulai dididik sejak 
tahu/mengenal lingkungan, misalnya untuk menyayangi binatang dan 
tumbuh-tumbuhan. Dalam memotivasi anak di rumah atau murid di sekolah tanya apa 
bedanya binatang dengan ternak dan tumbuh-tumbuhan dengan tanaman? Kenapa 
sampah organik dan anorganik dipisah tempatnya? Jelaskan bahwa segala yang ada 
di alam ini ada manfaatnya. Binatang setelah diketahui gunanya kita 
pelihara/budidayakan lalu kita sebut ternak.

Tumbuh-tumbuhan setelah diketahui gunanya juga di budidayakan dan disebut 
tanaman. Kita budidayakan agar hasilnya/produknya meningkat jumlah dan mutunya, 
untuk memenuhi keperluan kita yang makin meningkat. Tanaman perlu untuk 
makanan, minuman, obat, keamanan, keindahan, hiburan dan seterusnya. Sampah 
dipisah tempatnya untuk menjaga kebersihan, lalu bisa untuk pupuk (sampah 
organis) dan didaur ulang (sampah anorganik). Sampah bisa dibuang ke sungai, ke 
got/selokan atau saluran air lainnya, bisa mengakibatkan banjir.

Untuk memelihara tanaman bisa dilakukan di kebun, halaman rumah, dan di halaman 
sekolah. Lahan di halaman/pekarangan rumah dan sekolah dapat berfungsi sebagai 
lumbung hidup, apotik hidup, warung hidup, pagar hidup, dan penambah keindahan. 
Lumbung hidup maksudnya sebagai gudang bahan makanan, yang siap dipanen sesuai 
kebutuhan. Sayur dan buah segar lebih enak rasanya dan lebih bergizi. 

Sebagai sumber protein antara lain: bayam, kangkung, petai, lamtoro, melinjo, 
kacang pajang, kacang buncis, singkong (ubikayu). Sebagai sumber kalori 
misalnya: pisang, talas, jagung, singkong, ubi jalar. Sumber vitamin C antara 
lain: pepaya, jambu biji, sirsak, srikaya, cabai besar. Untuk sumber vitamin A 
adalah: adpokat, pepaya, mangga, lamtoro, melinjo, kacang panjang, kayumanis, 
talas, kelor, sawi, kangkung, bayam, ubijalar, kecipir, mangkokan. Untuk bumbu 
bisa kencur, kunyit, jahe, sirih, temu lawak.

Bila batas pekarangan memakai pagar hidup, sebagai pemisah bisa dipakai 
beluntas, yang daunnya dapat digunakan untuk lalab, obat luka, obat bau 
keringat dan bau nafas, serta obat disentri. Daunnya ada orang yang memakai 
untuk obat kencing manis.

Pagar hidup untuk pengaman dapat dipilih salak atau nenas, yang buahnya bisa 
dimakan. Pagar hidup untuk pelengkap gizi makanan, bisa dipilih kemangi yang 
daunnya berguna sebagai penyedap makanan dan juga untuk lalab. Juga kayumanis 
(Bali) atau katuk (Indonesia) daunnya baik untuk sayur, sangat bermanfaat bagi 
ibu menyusui, ada vitamin A-nya untuk kesehatan mata. Vitamin A bisa untuk 
mencegah rabun ayam.

Pagar hidup untuk keindahan antara lain kemuning yang berbunga harum, daunnya 
dapat digunakan untuk obat. Begitu pula kembang sepatu yang daunnya bisa untuk 
obat. Pagar hidup misalnya campuran antara beluntas, puring, dengan pohon turi, 
tempat merambatnya berbagai jenis kacang-kacangan seperti kecipir, koro-koroan, 
berbagai jenis umbi seperti umbi manis, gadung, gambili atau yang lainnya. Pada 
saat tanaman yang akan menjadi tempat merambat bagi kacang-kacangan belum cukup 
tinggi, untuk sementara bisa dipakai batang bambu yang dibelah.

Lingkungan terdiri dari tanah, air, udara, sinar matahari, binatang, 
tumbuh-tumbuhan termasuk hutan, semuanya memberikan kehidupan kepada kita, 
sehingga perlu disayangi agar lestari dan tidak menimbulkan berbagai bencana 
alam. Begitu pula sampah agar ditaruh/dibuang di tempat sampah sehingga bisa 
dimanfaatkan serta tidak mengotori lingkungan, dan tidak menyebabkan banjir 
sebab saluran air tersumbat dan jadi dangkal.

Mendidik anak di rumah, murid di sekolah atau ditempat lain, harus dengan 
memberikan teladan dalam kehidupan sehari-hari. Apa yang boleh dan tidak boleh 
dilakukan harus dengan alasan yang masuk akal. Selain keharmonisan hubungan 
dengan lingkungan, juga dengan sesama manusia dan dengan Tuhan. Dengan 
mengetahui norma bermasyarakat yang harus ditaati, sekaligus mendidik mereka 
tentang disiplin. Hal ini penting sebab kita sedang dilanda krisis ekonomi, 
buktinya KKN ada di mana-mana. Perlu budaya bersih, budaya tertib, kerja keras. 
Bagi ibu-ibu dan para guru yang senang berkebun, didik dan latih anak-anak 
berkebun. Ini sekaligus melatih disiplin dengan menaati aturan/norma yang 
berlaku. Maka mereka juga akan paham gizi dan biasa kerja keras. 

Mari kita kembangkan generasi baru yang disiplin, biasa kerja keras, rajin 
membaca dan berlatih ketrampilan. Peran ibu rumah tangga, guru dan pemimpin 
sangat menentukan.

Penulis, Kadis Pertanian Tabanan (1963-1974), Kadis Pertanian Gianyar 
(1974-1976), Kasuddin Bina Usaha tani Dinas Pertanian Prop. Bali (1976-1982), 
Sekretaris Bimas Prop. Bali (1980), Kepala Balai Latihan Pegawai Pertanian 
(BLPP) Denpasar (1982-1994), Konsultan Irrigation Service Fee NTB dan NTT di 
Mataram (1993), Widyaiswara di BLPP Denpasar (1994-2000), Konsultan Urban 
Management Training BUIP, World Bank (2001-2003), konsultan Community 
Development LSM Kalimajari (2003-2004), tinggal di Denpasar 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/t7dfYD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke