REFLEKSI: Kalau kualitas pengobatan Puskesmas rendah,  maka tentunya keadaan 
tsb tak beda pada rumah sakit kelas 3. 

Menurut laporan seorang rekan dari  Bangkok, dikatakan bahwa dalam tanya jawab 
pada pertemuan antara presiden RI dengan masyarakat Indonesia di Bangkok 
beberapa waktu lalu, presiden menyatakan bahwa  untuk warga miskin bisa berobat 
pada rumah sakit kelas 3.  Sehubungan dengan pernyatan beliau ini tentu 
terbayang bahwa tak sedikit warga miskin Indonesia memberikan suara mereka 
kepada beliau pada pemilu yang lalu, tetapi sayang seribu sayang bahwa suara 
mereka itu harganya hanya bisa dirawat pada rumah sakit kelas 3.  


http://www.kompas.com/kompas-cetak/0512/24/humaniora/2318903.htm

     

      Kualitas Pengobatan di Puskesmas Rendah 
      Perlu Perubahan Kebijakan dari Departemen Kesehatan







      Jakarta, Kompas - Kualitas pengobatan di pusat kesehatan masyarakat masih 
lebih rendah dibandingkan dengan kualitas pengobatan di tempat lainnya. Kendati 
begitu, masyarakat tetap lebih memilih puskesmas sebagai tempat berobat karena 
pertimbangan biaya murah dan lokasinya yang dekat dengan rumah mereka.

      Inilah satu masalah yang terungkap dari kegiatan Report Cards System 
(RCS) yang digelar Indonesia Corruption Watch (ICW) dan dipresentasikan kepada 
Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari di Jakarta, Jumat (23/12).

      ICW telah melakukan serangkaian kegiatan pemberdayaan masyarakat di 
sektor kesehatan selama tahun 2005. Tujuan utama kegiatan ini adalah mendorong 
partisipasi masyarakat untuk memantau peningkatan mutu layanan kesehatan yang 
diberikan oleh pemerintah. Kegiatan RCS terdiri atas pengorganisasian 
masyarakat, pemetaan masalah pelayanan kesehatan, diskusi terfokus ke beberapa 
kelompok masyarakat, dan survei terhadap 900 pasien dari 90 puskesmas di 
Jakarta.

      Beberapa masalah terungkap dari kegiatan ini. Misalnya, sebagian besar 
masyarakat-terutama masyarakat miskin-belum mengetahui dengan baik kebijakan 
pemerintah pusat dan daerah di sektor kesehatan, terutama kebijakan kompensasi 
BBM bidang kesehatan. Hal ini akibat kurangnya sosialisasi kebijakan oleh 
pemerintah.

      Rendahnya informasi kebijakan pelayanan kesehatan yang diterima 
masyarakat menyebabkan kurangnya kesadaran akan hak pelayanan dasar tersebut. 
Konsekuensi lebih lanjut adalah rendahnya posisi tawar mereka dalam mendapatkan 
pelayanan kesehatan yang lebih baik.

      "Sumber informasi kebijakan mereka terima dari media massa, tidak lewat 
sosialisasi dari Depkes. Ini adalah hal yang penting karena kalau masyarakat 
tahu kebijakan maka dia akan tahu hak-hak dasar mereka," kata staf ICW, Febri 
Hendri AA.

      Menurut Febri, jika masyarakat tahu hak-hak dasarnya maka mereka tentu 
tahu standar-standar pelayanan yang harus didapatkan. Dalam kaitan ini, ICW 
berharap agar masyarakat juga ikut memantau kualitas pelayanan kesehatan.

      Pilih puskesmas

      Meski kualitas pelayanan puskesmas dinilai masih belum memuaskan, 
keluarga berpenghasilan rendah cenderung untuk memilih puskesmas. Alasan biaya 
dan kedekatan rumah menjadi faktor utama.

      Namun demikian, pasien puskesmas menilai fasilitas dan sarana fisik 
puskesmas sudah memadai dan cukup memuaskan. Di antara seluruh fasilitas dan 
sarana tersebut, toilet/kamar mandi merupakan fasilitas dan sarana dengan 
penilaian terendah.


      ICW berharap, dengan pemaparan ini Depkes yang bertanggung jawab terhadap 
kesehatan menjadi tahu inilah kondisi riil masyarakat saat ini. "Kita juga 
mengharapkan perubahan kebijakan dari Depkes. Misalnya, masalah orang miskin 
yang susah berobat, tidak mampu bayar tiket, sebaiknya digratiskan, jangan 
dipersulit," kata Febri. (LOK)
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$15 provides a child with safe, clean water. Your gift can make a difference.
http://us.click.yahoo.com/LSmZ0B/icGMAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke