Surat Jembatan Sembilan:
LE BANIAN Penerbitan Lembaga Persahabatan Franco-Indonesia Pasar Malam, Paris. Bertepatan dengan ulangtahun pertama Tragedi Tsunami, Lembaga Persahabatan Franco-Indonesia Pasar Malam, Paris, telah menerbitkan sebuah majalah dinamakan Le Banian atau Pohon Beringin. Nomor 0 Desember 2005 atau nomor perdana penerbitan yang dicetak menggunakan kertas HVS berukuran A4 diparo dua , telah diedarkan pada malam terimakasih Pasar Malam 21 Desember 2005 lalu . Malam ini yang diselenggarakan di Balai Kota Paris 11, telah dimerahi oleh tari-tari daerah seperti Giring-giring dari Kalimantan Tengah dan serangkaian pertunjukan berbagai aliran pencak silat Indonesia disertai beberapa buah filem pendek tentang pencak silat dengan narasi dari Jean-Marc, yang melakukan kajian tentang pencak-silat Indonesia sebagai tema tesis doktornya di lEcole des Hautes Etudes en Sciences Sociaales [lEHESS], Paris, sebuah pendidikan tinggi Perancis yang banyak menghasilkan tenaga peneliti ilmu sosial untuk Indonesia.. Malam pertemuan 21 Desember ini diselenggarakan khusus untuk mengucapkan terimakasih kepada semua penyumbang korban tsunami yang disalurkan melalui Lembaga Persahabatan Franco-Indonesia Pasar Malam. Dari hasil sumbangan yang dikumpulkan oleh Pasar Malam Paris ini, telah bisa membeayai tiga buah mikro proyek di Aceh yaitu: laboratorium analisa, Sekolah Dasar bermuridkan 40 orang dan sebuah perpustakaan anak-anak. Guna melihat jalan perkembangan dan pelaksanaan mikro proyek ini beberapa hari lalu, seorang anggota Pasar Malam telah berangkat ke Indonesia untuk kemudian bersama-sama dengan anggota-anggota LSM mitra pergi ke Aceh . Perlu dicatat bahwa begitu mendengar demikian besarnya jumlah korban petaka tsunami, suatu gerakan spontan solidaritas muncul di seluruh Perancis. Di jalan-jalan kota, di keretaapi bawah tanah, di sekolah-sekolah, di instansi-instansi diadakan gerakan pengumpulan dana. Toko-toko besar mengharapkan dari para langganannya untuk setiap pembelian jumlah sumbangan sukarela. Koperasi Restoran Indonesia Paris pun tidak ketinggalan dalam mengumpulkan dana yang kemudian diserahkan kepada Pasar Malam. Tapi begitu mendengar berita media massa tentang penyalahgunaan dana tersebut di Indonesia, secara spontan pula timbul kecemasan dan kemarahan besar di kalangan parwa penyumbang. Mereka mendesak pemerintah Perancis untuk menarik kembali dana tersebut jika dana disalahgunakan,dikorupsi dan tidak sampai ke tangan mereka yang semestinya. Karena itu Pasar Malam pun dikontrol ketat oleh pemerintah dalam pengumpulan dana tsunami ini. Di Perancis, Indonesia memang dikenal sebagai salahsatu negeri terkorup di dunia. Menurut media massa, solidaritas pada korban tsunami adalah solidaritas kemanusiaan spontan terbesar dalam sejarah negeri ini. Gerakan spontan merata di seluruh lapisan masyarakat. Le Banian No. O Desember 2005, 33 halaman, dengan tim pengasuh terdiri dari Johanna Lederer [direktur penerbitan], Mauricette Bastide, Jacqueline Camus, Corrine Prose [secretariat redaksi] dan tim penterjemah; Elsa Clave, Jacqueline Camus, Henri Chambert-Loir, Umar Said, Ibaruri Sudharsono, Rizki Ramdhani, merupakan nomor khusus tentang tsunami, mencakup puisi, cerpen, laporan, foto-foto dan lukisan-lukisan karya Heri Dono, Aris Prabawa dari grup Taring Padi. Kedua pelukis ini semuanya bermukim di Yogyakarta. Dalam nomor O ini, Heri Dono, yang lahir di Jakarta tahun 1960, muncul dengan lukisan berjudul Tsunami 2005, dan dijadikan ilustrasi kulit muka Le Banian. Lukisan ini saya mulai kerjakan akhir tahun lalu ujar Heri yang mendapat pendidikan formalnya di ISI dari 1980-1987 dan telah mengadakan pameran di Swiss, Amerika Serikat, Inggris, Australia, Norwegia serta mendapat hadiah sebagai pelukis terbaik dari ISI Yogya, hadiah Pangeran Claus [Negeri Belanda, hadiah Unesco pada Biennale Internasional di Shanghai serta Grand Prix Enku di Jepang. Dalam proses kreatifnya ketika menciptakan lukisan Tsunami 2005, Heri Dono mengakui terus-terang bahwa ia terilham oleh lukisan Jepang Hokusai yang ia lihat ndalkam bentuk perangko. Hokusai berbicara tentang tragedi kemanusiaan tipe tsunami . Ketika masih menjadi siswa ISI, Heri hanya menangkap segi estetika tanpa kemampuan melihat di balik kejadian tersebut adanya suatu tragedi kemanusiaan yang luar biasa. Kesadaran ini baru datang belakangan pada Heri Dono sesuai dengan kematangan berpikir dan tambahnya pengalaman. Sejalan dengan perkembangan batin dan pemikiran ini kemudian Heri menggunakan mitologi Jawa tentang Nyai Roro Kidul , Ratu Laut Selatan yang punya kemampuan mengobah diri burung-burung putih. Mitologi ini membawa Heri melihat bahwa tragedi sebenarnya tidak hanya mengandung warna hitam pesimisme. Kebangkitan dan kekuatan manusia serta optimisme manusia lalu dilukiskannya sebagai burung-burung bersayap putih terbang menuju sorga. Sorga yang tak lain dari lambang harapan. Sedangkan Aris Prabawa dari kelompok Taring Padi Yogyakarta dalam nomor O ini tampil dengan karya berjudul Giant Tears, berbentuk setitik raksasa airmata mengandung tanda-tanda petaka yang diakibatkan oleh tsunami. Seperti dikatakan oleh Johanna Lederer dalam Kata Pengantarnya, Le Banian nomor O, lebih menitikberatkan pada karya-karya seniman muda, termasuk dari Aceh seperti Azhari, yang di sini hadir dengan cerpen Air Raya. Azhari lahir pada tahun 1981 di Jamjamee, Banda Aceh. Pernah menjadi pemimpin redaksi majalah gerakan politik SMA, KAPA , pada tahun 2001 mendirikan Komunitas Budaya Tikar Pandan, kemudian menjadi pemimpin redaksi majalah kebudayaan Gelombang Baru, pernah mendapat hadiah untuk penulisan cerpen seluruh Indonesia pada tahun 2003, dan mendapat hadiah lomba puisi internasional dari Negeri Belanda. Sekarang ia msudah menyelesaikan pendidikan formal fi Fakultas Sastra Indonesia dan diharapkan menjadi mpengajar pada Universitas Syiah Kuala, Aceh. Selain menulis cerpen, roman dan esai, ia juga menulis puisi. Roman pertamanya berjudul Lam Kreh, diharapkan terbit dalam tahun 2006 kelak. Air Raya dalam No.O ini diterjemahkan ke dalam bahasa Perancis oleh Elsa Clave dari Inalco /lEHESS dan Jacquelin Camus dari Inalco. Adapun puisi yang disiarkan selain sanjak Sitor Situmorang [terjemahan Henri Chambert-Loir], berjudul Kaliurang Tengah Hari , ditempatkan di halaman pertama, dan puisi Amir Hamzah berjudul Berdiri aku di halaman terakhir, terjemahan J.Camus, juga disiarkan puisi Camille Bernard, 11 tahun , berjudul Lumiere diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Rizkj Ramdhani , seorang penari dan yang sedang menyiapkan memoire S.2 nya di Paris. Sanjak Cahaya [Lumiere] ditulis oleh Camille Bernard untuk anak-anak yatim-pitaut korban tsunami. Atas undang Unesco, puisi ini dibacakannya dalam suatu malam solidaritas pengumpulan dana untuk korban tsunami . Lengkapnya puisi Camile Bernard tersebut adalah sebagai berikut: Cahaya Harapan adalah seberkas cahaya yang kita simpan dalam hati. Rasa gentar dan takut tak bisa mengalahkan keelokannya. Ketika kau berada dalam kegelapgulitaan, Seakan sang malam menimpamu, Di saat kau takut akan kemarin , hari ini dan esok, Nyalakan cahaya itu yang bakal menuntunmu ke jalan yang terang. Cahaya dalam hatimu akan memancar dqan terus memancaqr Hingga semua mata melihatnya dan berbagi dengannya Hidup berlanjut, tanah akan subur, ilmupun akan kau dapat Semua yang kau anggap sirna, Semua kan dapatkan lagi berkat cahaya yang kau simpan di hatimu Yang akan melawan segala duka dan takutmu Penempatan puisi Sitor Kaliurang Tengah Hari yang bicara tentang kelam datang kembali dan Maut, berarti kita akan bersatu lagi, kiranya bukanlah penempatan kebetulan. Barangkali dengan dengan penempatan demikian, redaktur ingin mengetengahkan masalah yang dibawa, dan masalah ini dijawab dengan puisi amir Hamzah Berdiri Aku di halaman terakhir. Terjemahan J.Camus saya dapatkan sangat kuat dan merncerminkan jiwa Amir Hamzah. Bahkan saya rasakan jauh lebih kuat dari baris pertama Amir Hamzah sendiri. Tulis J. Camus: Je reste, la, debout, dans le silence du couchant Jika dibandingkan antara kalimat :Berdiri aku di senja senyap dengan kalimat Je resta, la, debout, saya melihat bahwa pada kalimat J.Camus lebih mempunyai ketegasan pendirian dan keaktifan dalam menghadapi tantangan dari pada kalimat berdiri aku yang mengesankan lebih pada lukisan suasana pasif dari lukisan sikap aktif dan tegas melawan. Tentu saja bisa dikatakan bahwa tafsiran J.Camus berbeda dari yang dimaksudkan oleh Amir Hamzah. Hanya ketika sebuah karya diumumkan maka sejak itu ia menjalani kehidupan bebas sebagai teks yang merdeka di mana masing-masing pembaca dengan kedaulatan pembacanya bisa mempunyai rupa-rupa tafsiran. Tafsiran akhirnya bisa menjadi suatu kreativitas baru. Dari segi pesajakan, terjemahan J.Camus juga nampak lebih kaya dan merdu dibandingkan dengan kalimat Amir Hamzah. Pada terjemahan Camus selain punya aliterasi, ia pun memiliki sajak tengah dan akhir. Terjemahan J. Camus saya dapatkan sangat mewakili semangat para korban tsunami di hadapan ajal dan puncak derita. J.Camus dengan terjemahannya memperlihatkan bahwa penterjemahan tidak lain adalah suatu seni tersendiri. Melalui nomor O Le Banian ini, saya kembali melihat kemampuan Pasar Malam menghimpun tenaga-tenaga ahli dari berbagai bidang untuk mewujudkan tujuannya dengan pendekatan kebudayaan, sesuai dengan pemahamannya tentang pohon beringin sebagai tempat petermuan teduh guna memberikan sumbangan bagi persahabatan manusiawi antar anak manusia kedua negeri: Perancis-Indonesia [ hlm. 32]. Musim semi 2006 nanti nomor berikut diharapkan sudah terbit dengan isi mengenai sastra Indonesia. Yang berminat terhadap penerbitan ini dan ingin mengirimkan tulisan atau bergabung, bisa menghubungi Majalah Le Banian di alamat : 14, rue Cardinal Lemoine, 75005 Paris. Telp. 33-1- 56 24 94 53. E-mail :[EMAIL PROTECTED]; site web HYPERLINK "http://pasarmalam.free.fr" http://pasarmalam.free.fr Paris, Desember 2005. JJ. Kusni _________________________________________________________ New and Improved Yahoo! Mail - now with 1GB free storage! http://sg.whatsnew.mail.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Clean water saves lives. Help make water safe for our children. http://us.click.yahoo.com/YNG3nB/VREMAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

