Kaum perempuan di Arab Saudi mulai gerah terkurung dalam sangkar emas
   
  Raja Arab Saudi Abdullah meminta kaum perempuan yang menghadapi serangkaian
larangan ketat di kerajaan ultra-konservatif itu tetap bersabar dan
realistis dengan permintaan mereka. "Saya harap kalian semuanya beruntung. 
Tetapi, tolong, sabar ya, dan sabar dan sabar," tutur Raja Abdullah 
kepada para perempuan yang berpartisipasi dalam ronde kelima National 
Dialogue negara kaya minyak itu, sebagaimana dilaporkan kantor berita 
SPA.
   
  Raja juga mengimbau agar para wanita itu meminta sesuatu yang mungkin
akan diluluskan. Sejak dulu hingga kini perempuan di Arab Saudi harus 
menutupi tubuhnya dari kepala sampai mata kaki saat di depan publik. 
Mereka tak diperbolehkan bepergian tanpa dikawal saudara atau 
kerabat laki-lakinya, tanpa memandang usia. Pembatasan ketat lainnya, 
mereka juga tidak bisa mendapatkan kartu identitas tanpa izin dari
kerabat laki-laki mereka (AFP/alviana hm)
   
  Sumber: On the spot - Harian Seputar Indonesia edisi 19/12/05
   
  *******
   
  Memang, kaum perempuan di Arab Saudi kini mulai jadi sosok-sosok yang 
pemberani. Mereka 'berontak', gerah oleh segala aturan yang mengekang segala 
gerak-geriknya. Mereka ingin hidup lebih menggeliat dan penuh
gairah. Mereka kini sadar, perempuan tak sekadar 'konco wingking'. Terkurung
dalam sangkar emas tetapi tak memiliki kebebasan. Lambat laun mereka juga 
mungkin bakal ogah diburqahi. Mereka ingin tampil lebih cantik dengan berdandan 
alias bermake-up ria. Mereka ingin bernyanyi, bermain musik dan dugem tanpa 
perlu
dikawal pria muhrimnya. Para wartawati media massa tak perlu izin untuk
mewawancari narasumber pria. Mereka juga pasti ingin tampil di layar lebar. 
Para gadisnya ingin jadi cover girl, dan ikutan Arab Idol.
  
Pendeknya, mereka ingin mengekspresikan dirinya dengan lebih bebas sebagaimana 
perempuan di belahan bumi lainnya. Mungkinkah tuntutan mereka dipenuhi oleh 
sang Raja? Tembok Berlin bisa jebol. Uni Soviet bisa bubar. Soeharto bisa 
jatuh. Afrika Selatan yang dulunyaapartheid kini bisa dipimpin oleh orang 
berkulit hitam - apartheid dihapuskan. Merontokkan segala aturan yang begitu 
mengekang kaum perempuan? Kenapa tidak? Tak ada di dunia ini yang tak mungkin. 
Atau musti terlebih dulu kita bantu 'memaksa' kekuasaan kerajaan Saud beraliran 
Wahabi agar punya sikap politik yang lebih demokratis? 
   
  Ternyata langkah itu belum perlu. Raja Abdullah agaknya punya sikap lebih 
moderat dibandingkan dengan mendiang ayahandanya. Segala macam keluhan kaum 
perempuan Arab Saudi kini ditampungnya, walau entah kapan tuntutan mereka 
dipenuhi. Agaknya angin gurun bergerak ke arah yang lebih baik. Sebagai contoh, 
baru saja terpilih seorang perempuan untuk menduduki jabatan CEO sebuah 
perusahaan. Ada juga olahragawati berkuda yang boleh tampil tanpa burqah - 
karena peraturan internasional memang mensyaratkan begitu. Adik ipar Osamma bin 
Laden sehari-hari tampil berlipstik dan tanpa burqah layaknya The New Yorker - 
ia berani keluar dari pakem karena mukim di luar negeri. 
   
  Lalu pada 26 Desember lalu, Arab News (http://www.arabnews.com)
melaporkan tentang sosok perempuan bernama Nadia Bakhurji yang menjadi
satu-satunya kandidat perempuan untuk menduduki posisi sebagai anggota
Board of the Council of Saudi Engineers. Walau ia musti bersaing
dengan 72 orang pria, Nadia tak gentar. Kalau ia berhasil terpilih, bakal
kian banyak kaum perempuan terpelajar di Arab Saudi yang mengikuti
jejaknya. Jabatan-jabatan bergengsi yang dulunya cuma untuk kaum lelaki bakal 
mereka tongkrongi.  
   
  Memang, untuk menyadarkan umat manusia yang bingung dan gagap untuk 
membedakan antara Islamisasi dan Arabisasi, salah satu kuncinya adalah 
secepatnya mendemokratisasikan  Arab Saudi yang ultra-konservatif. Langkah ini 
penting mengingat Arab Saudi adalah panutan bagi dunia Islam. Sayangnya, 
sebagian masyarakat  Indonesia masih berpikiran bahwa segala sesuatu yang 
berbau Arab langsung diterjemahkan sebagai ajaran Islam. 
   
  Bagaimana dengan nasib kaum perempuan di Indonesia? Hmm, masih banyak
pula aturan yang musti dibenahi. Tapi paling tidak, nasib perempuan
Indonesia masih lebih bagus dan lebih terhormat dibandingkan kaum perempuan 
di Arab Saudi. Terimakasih untuk Anggun C. Sasmi, Nyonya Munir, Maria 
Hartiningsih, Ruth Sahanaya, Mbak Mega, Titi DJ, 
Kris Dayanti, Inul Daratista, Magdalena Wenas, Kartini Mulyadi, 
Dessy Anwar, Widarti Goenawan, Mira Lesmana, Yulia Suryakusuma, Baby
Aditya, Ika Mardiana, N.H. Dini, Dewi Sartika, Marsinah, Pia Alisyahbana, 
Karlina Leksono,  RA Kartini, Cut Nya' Dien, Titik Puspa, Nyonya Ani SBY, 
Marisa Haque, Nyonya Gus Dur, dan masih banyak yang lainnya, termasuk Bik Iyem 
yang jadi PRT dan Mbak Juminten  yang jadi TKW di Arab Saudi. 
  
Salam hangat,
   
  
Radityo Djadjoeri
  e: [EMAIL PROTECTED]
  __________________________________________________________________


Ungkapkan opini Anda di: 

http://mediacare.blogspot.com

http://indonesiana.multiply.com
                
---------------------------------
Yahoo! Shopping
 Find Great Deals on Holiday Gifts at Yahoo! Shopping 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/f4eSOB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke