** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **Refleksi: Koq, umumnya hanya petinggi 
polisi yang terlibat, apakah artinya petinggi AD adalah orang-orang jujur?


http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail&id=6105

Kamis, 29 Des 2005,


Tiga Jenderal Polisi Terlibat 
Adrian Buka-bukaan Kasus Komjen Suyitno

JAKARTA - Jenderal Mabes Polri yang terseret kasus penyidikan BNI sangat 
mungkin bertambah. Adrian Waworuntu, terpidana seumur hidup kasus pembobolan 
BNI Rp 1,7 triliun, menyebutkan adanya tiga perwira tinggi (jenderal) yang 
terlibat. Padahal, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan baru dua 
orang.

Adrian malah menyebutkan, selain ketiga jenderal itu, ada tiga perwira menengah 
serta dua sipil. Pengakuan Adrian tersebut diungkapkan pengacaranya, Andika, di 
Bareskrim Mabes Polri kemarin. "Tapi, kami dilarang menyebutkan nama mereka. 
Yang jelas, dalam BAP ada nama-nama tersebut," ungkapnya. 

Pengakuan Adrian itu disampaikan ketika diperiksa sebagai saksi atas tersangka 
Komjen Suyitno Landung di Lapas Cipinang, Selasa lalu. Ketika itu, dia disodori 
sembilan pertanyaan. Pengakuan tersebut dituangkan dalam BAP. Sayangnya, Andika 
tidak mau menyebutkan isi BAP (berita acara pemeriksaan) tersebut dengan alasan 
kode etik profesi.

Andika mengunci rapat saat ditanya peran masing-masing orang yang disebut dalam 
BAP itu. Dia juga tak mau menyebutkan apakah para petinggi polisi tersebut 
masih aktif atau sudah pensiun. Dia juga tidak mau memperjelas apakah salah 
seorang di antara tiga perwira tinggi (pati) yang disebut itu adalah Suyitno 
Landung atau bukan. "Yang jelas, (pati itu) seperti bintang di langit yang 
sinarnya sudah redup," ujarnya menggambarkan.

Suyitno harus meringkuk di tahanan sejak 22 Desember lalu karena diduga 
menyalahgunakan wewenang dalam penyidikan kasus BNI. Dia menyusul bawahannya, 
Brigjen Samuel Ismoko dan Kombes Irman Santoso. Jenderal berbintang tiga itu 
disangka menerima mobil Nissan X-Trail saat penyidikan kasus BNI.

Suyitno mengaku, mobil itu merupakan pemberian Ishak, teman baiknya semasa di 
Surabaya. Pengakuan tersebut sudah dibantah Adrian. Sebab, dialah yang 
mentransfer uang Rp 240 juta ke showroom yang menjual mobil tersebut. Dia 
terpaksa melakukan hal itu karena sedang dalam posisi sulit, disidik dalam 
kasus BNI. 

Perintah untuk mentransfer uang itu datang dari seseorang yang disebut 
berpengaruh. "Saya tak mau menyebutkan apakah seseorang yang berpengaruh itu 
adalah salah seorang di antara ketiga pati yang disebut klien saya dalam BAP 
tersebut atau bukan. Yang jelas, seseorang itu punya peran penting saat 
pemeriksaan kasus tersebut," tegas Andika.

Adrian juga mengaku, saat mentransfer uang, dirinya belum tahu untuk siapa 
mobil tersebut. Dia baru mengetahui belakangan setelah kasus tersebut meledak. 
Yang jelas, transfer uang untuk membeli mobil tersebut dilakukan Adrian pada 
Desember 2003. "Saat itu, kalau tidak salah, Suyitno masih menjadi 
Wakabareskrim," ujar Andika.

Yang membuat Adrian jengkel dan merasa diperas, dirinya tidak pernah 
mendapatkan fasilitas lebih, kemudahan, atau keringanan. Justru, Adrian merasa 
semakin dipojokkan. 

Atas pengakuan tersebut, Kapolri Jenderal Pol Sutanto menegaskan tidak akan 
pandang bulu dalam menuntaskan kasus itu. Siapa pun yang melanggar akan 
ditindak. "Kan sudah kami buktikan. Kami sudah melihat semua bahwa siapa pun 
akan kami tindak. Yang aktif saja kami tindak," tegas Sutanto saat ditemui 
wartawan di Ruang Rapat Utama Mabes Polri kemarin. 

Ketika didesak soal kemungkinan pemeriksaan terhadap atasan Suyitno, Sutanto 
menegaskan bahwa semua sudah ada dalam mekanisme. "Siapa pun yang terlibat, ya 
kami proses. Termasuk, mereka yang masih aktif. Sebab, dalam KUHP tidak dikenal 
perwira aktif atau pensiun," ujarnya.

Sementara itu, hingga kemarin, Suyitno belum diperiksa lebih lanjut. 
Hari-harinya di tahanan dilalui seperti saat awal masuk. Dia dibesuk istri dan 
anaknya. "Dia masih bisa tertawa kok," kata seorang sumber koran ini. 

Suyitno dikurung di ruangan berukuran sekitar 3 x 3 meter. Dia harus tidur di 
atas kasur lipat tipis yang dialasi tripleks. Tak ada televisi atau hiburan 
lain. "Udaranya juga hanya dari AC (air conditioner). Berbeda dari tahanan di 
Bareskrim yang ada udara bebasnya," jelas sumber tersebut.

Beberapa hari di tahanan, kesehatan Suyitno juga tidak bermasalah. Hal itu 
dibuktikan dari pemeriksaan tim dokter Pusdokkes Mabes Polri. Apalagi, Suyitno 
tidak punya penyakit bawaan. "Sampai sekarang kayaknya tidak ada keluhan 
penyakit tuh," katanya. (yes/naz)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Clean water saves lives.  Help make water safe for our children.
http://us.click.yahoo.com/YNG3nB/VREMAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke