Refleksi: Harus kita puji BIN karena kerja begitu efektif sehingga bisa 
menyadap komunikasi para teroris, tetapi sialnya ialah tak ada yang ditangkap. 
Kalau ada yang ditangkap cepat dibebaskan karena kurang bahan bukti.

http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail&id=6106


     
     
            Kamis, 29 Des 2005,
            Ancaman Penculikan Makin Serius 



            Hasil Sadapan BIN dari Rapat Teroris


            JAKARTA - Ancaman penculikan serta pembunuhan terhadap Presiden 
Susilo Bambang Yudhoyono dan keluarganya serta para pejabat lain, tampaknya, 
semakin serius. Pengamanan pun diperketat. Sampai-sampai, presiden harus 
mengurangi frekuensi pembicaraan dan berjabat tangan dengan rakyat dalam jarak 
dekat.

            "Hal itu merupakan deterrence (faktor pencegah) bagi mereka yang 
mencoba mengganggu keamanan presiden. Paspampres juga siap. Sehingga, 
diharapkan mereka (teroris) berpikir 1.000 kali kalau mau melakukan hal itu," 
tegas Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng.

            Sejak ancaman tersebut dirilis Kepala BIN Syamsir Siregar, 
pengamanan terhadap para pejabat memang langsung ditingkatkan. Ketika 
berkunjung ke Aceh, presiden sudah tidak diperkenankan membuka kaca mobil untuk 
melambaikan tangan kepada rakyat. Namun, SBY masih juga bertatap muka dan 
bersalaman dengan masyarakat.

            "Yang jelas, informasi dari intelijen itu valid. Dengan tiga agenda 
pemerintahan untuk memberantas korupsi, terorisme, dan narkotika, mungkin ada 
orang-orang yang merasa kepentingannya terganggu. Namun, presiden tidak akan 
mengubah agendanya," kata Andi.

            Kini, pasukan pengamanan presiden (Paspampres) telah meningkatkan 
pengamanan terhadap presiden dan wakil presiden serta keluarganya. Bukan hanya 
di perjalanan, tetapi juga di kediaman keluarga. Bahkan, di sekitar rumah 
Wapres kemarin tampak sebuah tank yang berjaga-jaga. 

            Kapolri Jenderal Pol Sutanto mengaku memang telah mendapatkan 
laporan adanya ancaman pembunuhan terhadap presiden dan Wapres itu. "Kami juga 
sudah menyiapkan pengamanan," katanya sebelum sidang kabinet paripurna di 
Kantor Presiden, Jakarta.

            Polri malah sudah menerima daftar para pejabat, pebisnis, dan 
diplomat yang menjadi target penculikan. Namun, dia enggan membeberkan 
nama-nama itu. Dia juga tidak mau menyebutkan kelompok yang mengincar nama 
presiden tersebut.

            Ada beberapa analisis. Bisa jadi, ancaman tersebut datang dari 
teroris kelompok Noordin M. Top yang sekarang semakin terdesak. Noordin telah 
membeberkan cara-cara menembak jitu dengan sasaran perorangan di dalam kota. 
Bisa juga kelompok bandar judi, bandar narkoba, bandar kayu ilegal, dan pelaku 
korupsi yang diobrak-abrik SBY lewat kepolisian.

            Kini, polisi juga menggencarkan operasi senjata api ilegal. Polri 
juga sedang meneliti ulang seluruh izin penggunaan senjata api yang dimiliki 
masyarakat. "Kami sudah mengeluarkan aturan. Tidak ada lagi penerbitan izin 
senjata api. Bagi yang tidak berhak, langsung kami tarik," tegas Sutanto.

            Saat ini, sudah lebih dari seribu pucuk senjata yang sudah ditarik. 
Langkah itu akan terus dilakukan sampai semua senjata di tangan orang yang 
tidak berhak dikandangkan.

            Kepala BIN Syamsir Siregar menegaskan, ancaman pembunuhan terhadap 
presiden dan Wapres tersebut harus dianggap serius. BIN mengetahui rencana 
pembunuhan dan penculikan itu berdasar penyelidikan sejumlah pembicaraan 
melalui telepon. "Kita jangan sampai kebobolan," ujarnya.

            Untuk melaksanakan operasinya, para teroris ditengarai gencar 
mengumpulkan dana. Polri dan BIN pun mendalami informasi bahwa teroris 
mengumpulkan dana dengan merampok seperti yang dilakukan kelompok Imam 
Samudera. Kelompok Imam yang dikenal dengan kelompok Serang tersebut merampok 
untuk mendanai bom Bali I.

            Analisis BIN menunjukkan, aliran dana dari luar negeri bagi 
kelompok teroris di Indonesia telah diputus. "Mungkin karena dana dari luar 
seret, lalu mereka mencari dana dari lokal," katanya.

            Syamsir menegaskan, informasi tersebut bukan hasil analisis agen 
BIN, melainkan hasil deteksi rapat-rapat kelompok teroris. 

            Kapolri juga mengaku sedang menyelidiki berbagai kasus perampokan 
bank dan toko emas. "Kalau sudah terungkap semua, kami akan 
menginformasikannya," ujarnya. (noe)
           
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/SBefZD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke