** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **MEDIA INDONESIA
Kamis, 29 Desember 2005 03:02 WIB

                  Bogor
                 
                  Hampir 100% Ikan Asin Dagangan di Bogor Mengandung Formalin 
                 
           
     
        
                  ANTARA
                  MENGANDUNG FORMALIN: Seorang pedagang ikan asin sedang 
memperlihatkan poster berisi pesan larangan pemakaian bahan berbahaya seperti 
formalin di Pasar Lawang Saketeng, Kota Bogor, Jabar, Rabu. Hampir 100% ikan 
asin di Bogor mengandung formalin.
                   
                 
            Penulis: Dede
            BOGOR--MIOL: Hampir 100 persen ikan asin yang dijual di sejumlah 
pasar tradisional, termasuk di Pasar Lawang Seketeng, Kota Bogor, positif 
mengandung formalin (pengawet jenazah).

            Begitu diungkapkan Kepala Bidang Perikanan, Dinas Agribisnis Kota 
Bogor, Robert Hasibuan, saat pelaksanaan inspeksi mendadak (sidak) formalin 
pada ikan asin di pedagang besar ikan di Pasar Lawang Seketeng, Suryakencana, 
Kota Bogor, Rabu (28/12).

            Kenyataan pahit itu diperoleh setelah Balai Pengujian dan Pembinaan 
Mutu Hasil Perikanan (BPPMSP) melakukan penelitian lapangan. Penelitian 
dilakukan terhadap beberapa sampel ikan asin yang dijual di Bogor, Agustus lalu.

            Dari 5 persen jenis ikan atau 10 sampel-13 sampel ikan asin, 90 
persen lebih hasilnya positif mengandung formalin. Saat itu sampel diambil dari 
4 ppedagang besar ikan asin di Lawang Seketeng. Mereka, Juniardi, Sugiarto, 
Singal Alamsyah dan Suwandi.

            Dari toko ikan milik Juniardi, 10 dari 14 jenis ikan yang diambil 
sampel positif memakai zat formalin dan sisanya 4 jenis ikan negatif. Dari toko 
Sughiarto 12 jenis ikan di antaranya positif dan 1 jenis negatif formalin.

            Dari 5 sampel ikan asin yang diambil dari toko Singal Alamsyah, 
semuanya positif. Terakhir, dari hasil uji penelitian pada 12 jenis ikan dari 
toko milik Suwandi, 7 jenis ikan positif dan 5 jenis lainnya negatif.

            Sementara itu, sedikitnya ada 20 jenis ikan dari 34 jenis yang ada 
di sejumlah pasar di Kota Bogor, positif mengandung zat formalin. Jenis ikan 
yang mengandung formalin tersebut di antaranya, japuh, bolosok, RB harves,

            polok, gabus, sepat kecil, tembakang, selar serta bandeng.

            Di samping itu, ada juga formalin pada jenis ikan seperti, peda, 
petek, peda merah, teri, tawes belah, japuh kecil, dan sepat belah. Selain itu, 
masuk juga jenis ikan tembang, dendeng tembang, kapasan belah, japuh layang 
serta rebon.

            Ampenan sampai Muara Angke

            Seperti disebutkan Robert, ikan-ikan yang dijual di pasar-pasar 
tradisional di Kota Bogor termasuk empat pedagang besar di Lawang Seketeng itu, 
berasal dari Ampenan, Medan, Tuban, Banjarmasin, Pontianak, Muara Angke, 
Jakarta, Lampung dan Palembang serta Bagan Siapi-siapi.

            Dinas Agribisnis, tepatnya bidang perikanan Kota Bogor, kembali 
melakukan sidak. Sidak yang dimulai sekitar pukul 14.00 Wib itu dilaksanakan di 
tempat yang sama dengan sebelumnya yakni di Pasar Lawang Seketeng.

            "Karena Lawang Seketeng inilah, tempat para pedagang besar menjual 
ikan asin, kami melakukan sidak di sini," kata Robert yang saat sidak ditemani 
dua stafnya Imam dan Ryan.

            Robert menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut Surat 
Dinas Perikanan Provinsi Jabar, 18 November 2005 nomor 523.5/6674 tentang 
usaha, perihal larangan penggunaan bahan kimia berbahaya. Lalu surat 6 Desember 
2005 tentang penggunaan bahan kimia berbahaya seperti boraks, zat pewarna, 
baygon yang biasa digunakan untuk penjamuran untuk pelaku dan perdagangan 
produk ikan olahan atau ikan segar.

            "Kami akan terus melakukan sidak di pasar-pasar untuk memastikan 
pasar Bogor bebas dari formalin. Pasalnya, zat ini sangat berbahaya bagi 
kesehatan manusia. Sebab, zat tersebut bisa memicu penyakit kanker," ujarnya.

            Hari Setiawan, 48, salah seorang pemilik toko ikan di Lawang 
Seketeng mengaku selama ini tidak tahu ikan yang dijualnya mengandung formalin. 
Karena, dia membeli ikan yang sudah jadi di Muara Angke, Jakarta.

            Hari yang ditemui saat sidak juga mengaku selama 24 tahun dirinya 
berjualan, hampir tidak pernah konsumennya menanyakan, apakah dagangannya 
mengandung formalin atau tidak sebelum membeli. "Mereka hanya menanyakan ini 
karet atau bukan."

            Hari juga siap mengambil resiko rugi, jika ikan dagangannya 
dinyatakan mengandung formalin. Dia memastikan tidak akan lagi menjual ikan 
yang mengandung formalin.

            "Saya siap rugi. Itu resiko, seberapa banyak pun kerugian saya. 
Dari pada nanti saya merugikan orang dan dikenakan sanksi. Harusnya diberantas 
di tempat atau di pusatnya. Kalau di sana (produsen) tidak ada, di sini 
(pedagang) juga enggak bakalan ada," ujar Hari yang mengaku tinggal di 
Cihideung, Cipinang Gading, Bogor Selatan itu.

            Sesuai Undang-Undang no 31 tahun 2004, pasal 91 tentang larangan 
menambah bahan baku dengan bahan tambahan (zat pengawet), diancam maksimal 6 
tahun penjara dan denda Rp1,5 miliar. (DD/OL-02).
           
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Clean water saves lives.  Help make water safe for our children.
http://us.click.yahoo.com/YNG3nB/VREMAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke