** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List ** ** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: ** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ ** ** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral scholarship, kunjungi http://informasi-beasiswa.blogspot.com **REFLEKSI: Reklame terlalu bagus untuk dipercayai.
http://www.harianterbit.com/artikel.php?kategori=HEADLINE&id=35162 29 December 2005 - 12:05 11 Kelompok mafia ingin habisi Yudhoyono JAKARTA - Ini pernyatan mengejutkan menyusul informasi yang dilansir Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar tentang ancaman terhadap keselamatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurut pengamat intelijen Juanda, saat ini ada 11 kelompok mafia yang siap menghabisi presiden. "Sekarang peta politik sudah berubah. Kelompok mafia kelihatannya serius ingin menciptakan instabilitas di Indonesia. Menurut saya semua ini gara-gara presiden sudah terlalu banyak membuka front dan menciptakan musuh-musuh baru," tegas Juanda pada Harian Terbit, Kamis [29/12]. Menurut Juanda, 11 kelompok mafia yang siap menghabisi Presiden RI itu antara lain, adalah mafia judi, mafia narkoba, mafia minuman keras, mafia illegal logging, illegal fishing, mafia kepolisian, mafia kelompok politik oportunis, kelompok administrasi negara yang merasa dikecewakan dan lain-lain. Juanda sendiri memandang ancaman 11 kelompok mafia terhadap keselamatan Presiden SBY itu sangat serius. Dan celakanya, menurut hitung-hitungan pengamat intelijen ini kemampuan presiden mengatasi ancaman tersebut masih di bawah kemampuan kelompok mafia yang mengancamnya. "Saya melihat, BIN sengaja mempublikasikan temuannya agar presiden dan kelompok-kelompok yang menjadi target ancaman lebih waspada. Dalam dunia intelijen, apa yang disampaikan Kepala BIN Syamsir Siregar itu sudah merupakan produk intelijen yang sengaja dipublikasikan untuk menggalang opini. Tujuannya jelas agar presiden tak lagi terlalu accessible (terlalu membuka peluang). Juanda mengingatkan, SBY sebaiknya memperhatikan apa yang disampaikan BIN. Sebagai lembaga negara, BIN pasti tak gegabah menyampaikan adanya ancaman itu. Selain itu, presiden hendaknya dapat mengerem diri dalam menciptakan musuh-musuh baru. Presiden juga harus berhitung tentang kemampuan yang dimiliki. "Hitung-hitungan saya, kemampuan yang dimiliki peresiden dalam mengantisipasi ancaman ini relatif lebih lemah, hingga sangat mungkin presiden dijatuhkan," tegas Juanda. Pada kesempatan terpisah, Kapolri Jenderal Polisi Sutanto mengaku telah mendapat laporan adanya ancaman pembunuhan terhadap Presiden SBY dan Wapres Jusuf Kalla. "Kami sudah siapkan pengamanan supaya hal itu tak terjadi," kata Sutanto, di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin. Polisi, kata Sutanto juga sudah menerima daftar nama pejabat lainnya yang akan menjadi sasaran penculikan kelompok terorisme. Namun ia tak bersedia mengungkapkan nama-nama itu. Guna menghindari terjadinya pembunuhan Kepala Negara dan penculikan pejabat, polisi jelas, Sutanto telah mengerahkan kekuatan khusus. Pernyataan BIN bahwa para teroris kini berupaya menculik para pejabat sangat meresahkan masyarakat dan membuat rakyat makin mengkhawatirkan kondisi keamanan saat ini. "Seharusnya informasi itu tidak diungkapkan dan dirahasiakan saja. Aparat keamanan tinggal mengantisipasinya saja," kata pengamat LIPI, Alfitra Salam dan Direktur Resources of Indonesia Foundation, Azrul Tanjung, di Jakarta, Rabu. Informasi itu, katanya, justru membuat resah masyarakat sehinga suasana menjadi tidak kondusif. "Ini (pernyataan BIN) salah besar," katanya. Keduanya mengatakan, akibat pernyataan itu, ruang gerak Presiden menjadi terbatas karena penjagaan menjadi ketat. Padahal, kata Azrul, saat ini Presiden perlu memberikan berbagai informasi seperti BBM, penyakit, bencana, dan sebagainya kepada masyarakat. "Akibatnya, citra Presiden bisa menjadi buruk," tambah Alfitra di sela Dialog Kebangsaan "Strategi Menyelamatkan Indonesia" yang digelar Humanika, kemarin. Untuk itu, katanya, DPR perlu memanggil Kepala BIN untuk meminta klarifikasi mengenai apa yang terjadi sebenarnya serta apa motivasi pernyataan itu. "Apa wajar membuat peryataan seperti itu," katanya. Azrul mengatakan bahwa informasi seperti itu sebaiknya hanya diinformasikan kepada aparat keamanan atau internal pemerintah saja. "Tidak boleh diinformasikan secara vulgar," katanya. Alfitra menambahkan, dengan cara penanganan keamanan seperti ini, masyarakat nantinya akan menilai bahwa kinerja TNI dan Polri terkesan kembali ke masa lalu. "Hal seperti itu tak boleh terjadi. TNI dengan paradigma terbarunya seharusnya membuang jauh-jauh cara-cara seperti ini," tandasnya. "Dengan pengawalan yang ekstra ketat, menyebabkan keduanya dijauhi rakyat. Seharusnya, meski ada ancaman penculikan oleh para teroris, SBY-Kalla tetap mau berinteraksi dengan rakyat. Kalau tidak, Istana Negara yang saat ini dinilai bersahabat dengan rakyat akan kembali menjadi angker seperti zaman Orde Baru. Jangan sampai, katanya, informasi dari Presiden nanti juga menjadi tertutup. Juga jangan sampai SBY tak bisa lagi menyalami rakyatnya. Ini masalah psikologi. Masa karena masalah keamanan lalu mengurangi salaman." (emf/noy) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital. http://us.click.yahoo.com/f4eSOB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ ** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List ** ** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: ** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ ** ** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral scholarship, kunjungi http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

