** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.suarapembaruan.com/News/2005/12/30/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY 
Mengenal Formalin 

PEMBERITAAN mengenai formalin demikian gencar akhir-akhir ini. Padahal, 
penggunaan formalin pada makanan bukan hal baru dan sudah lama. Sebenarnya 
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1168/Menkes/PER/X/ 1999 melarang penggunaan 
bahan kimia formalin untuk makanan. 

Baru-baru ini, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (POM) Jakarta membuktikan 
aneka ragam ikan, mi, tahu dan kwetiau mengandung formalin. 

Bagi kebanyakan orang, formalin adalah bahan yang lazim digunakan untuk 
pengawet mayat. Formalin mempunyai sifat khas dibanding disinfektan lain, 
sehingga lebih dipilih untuk mengawetkan mayat. 

Formalin berasal dari larutan formaldehida dalam air dan pelarut lain, umumnya 
metanol yang berfungsi sebagai stabilisator, mempunyai cara yang unik dalam 
sifatnya sebagai disinfektan. Formaldehida membunuh bakteri dengan membuat 
jaringan dalam bakteri dehidrasi (kekurangan air), sehingga sel bakteri akan 
ke-ring dan membentuk lapisan baru di permukaan. 

Artinya, formalin tidak saja membunuh bakteri, tetapi juga membentuk lapisan 
baru yang melindungi lapisan di bawahnya, supaya tahan terhadap serangan 
bakteri lain. Bila disinfektan lainnya, seperti tetracycline, amikacin, 
baytril, mendeaktifasikan serangan bakteri dengan cara membunuh dan tidak 
bereaksi dengan bahan yang dilindungi, maka formaldehida akan bereaksi secara 
kimiawi dan tetap ada di dalam materi tersebut untuk melindungi dari serangan 
berikutnya. 


Berbagai Produk 

Keberadaan formaldehida sendiri ada dalam berbagai macam produk. Formaldehida 
juga ditemukan pada asap rokok dan udara yang tercemar asap kendaraan bermotor. 
Selain itu bisa didapat juga pada produk-produk termasuk antiseptik, obat, 
cairan pencuci piring, pelembut cucian, perawatan sepatu, pembersih karpet, dan 
bahan adhesif. Formaldehida juga ada dalam kayu lapis terutama bila masih baru. 
Kadar formaldehida akan turun seiring berjalannya waktu. 



Jika seseorang membeli furnitur baru, sebaiknya selalu membuka jendela untuk 
menurunkan kadar formaldehida dalam ruangan. 

Formaldehida secara natural sudah ada dalam bahan makanan mentah dalam kisaran 
1 mg per kg hingga 90 mg per kg. Selain dikenal sebagai formalin, nama dagang 
formaldehida sendiri sangat beragam, di antaranya ivalon, quaternium-15, 
lysoform, formalith, BVF, metylene oxide, morbicid, formol, superlsoform dan 
lain-lain. Quaternium-15 ditemukan di hampir semua jenis produk perawatan. 

Dan jangan heran bila formalin merupakan bahan yang biasa dipakai antara lain 
dalam sampo bayi, deodoran, parfum, cat rambut, cairan penyegar mulut, pasta 
gigi. 

Sekarang, sejauh mana kadar toleransi pemakaian bahan kimia untuk berbagai 
produk, terutama produk kebutuhan rumah tangga? 

Suatu bahan kimia dikatakan beracun bila berada di atas ambang batas yang 
diperbolehkan. American Conference of Governmental and Industrial Hygienists 
(ACGIH) menetapkan ambang batas (Threshold Limit Value/TLV) untuk formaldehida 
adalah 0,4 ppm. Sementara National Institute for Occupational Safety and Health 
(NIOSH) merekomendasikan paparan limit untuk para pekerja adalah 0,016 ppm 
selama periode 8 jam, sedangkan untuk 15 menit 0,1 ppm. 

Dalam International Programme on Chemical Safety (IPCS) disebutkan bahwa batas 
toleransi formaldehida yang dapat diterima tubuh dalam bentuk air minum adalah 
0,1 mg per liter atau dalam satu hari asupan yang dibolehkan adalah 0,2 mg. 

Sementara formalin yang boleh masuk ke tubuh dalam bentuk makanan untuk orang 
dewasa adalah 1,5 mg hingga 14 mg per hari. 

Hampir semua jaringan di tubuh mempunyai kemampuan untuk memecah dan 
memetabolisme formaldehida. Salah satunya membentuk asam format dan dikeluarkan 
melalui urine. Formaldehida dapat dikeluarkan sebagai CO2 dari dalam tubuh. 
Tubuh juga diperkirakan bisa memetabolisme formaldehida bereaksi dengan DNA 
atau protein untuk membentuk molekul yang lebih besar sebagai bahan tambahan 
DNA atau protein tubuh. 

Formaldehida tidak disimpan dalam jaringan lemak. NIOSH menyatakan formaldehida 
berbahaya bagi kesehatan pada kadar 20 ppm. Sedangkan dalam Material Safety 
Data Sheet (MSDS), formaldehida dicurigai ber- sifat kanker. 


Ambang Batas 

Bila melihat ambang batas toleransi, ikan asin sotong yang diteliti Balai Besar 
POM, sebelum dicuci mempunyai kandungan formalin 6,77 ppm. Setelah dicuci 
tinggal 5,62 ppm atau 5,62 mg formalin dalam setiap 1 kg ikan asin sotong. 
Berdasarkan data tersebut, tubuh kemungkinan masih bisa menoleransi kandungan 
formaldehida bila dalam satu hari kita makan ikan asin dalam jumlah sekitar 2,5 
kg. Dengan catatan, asupan formalin hanya dari ikan asin. 

Berdasarkan informasi ini, sebaiknya dibuat nilai ambang batas yang jelas, dan 
menjelaskan ke masyarakat mengenai kandungan formalin yang berbahaya bagi 
kesehatan. 

Selain itu, diperlukan cara mendidik produsen atau pedagang mengenai tingkat 
bahaya dan risiko yang dihadapi. Dengan demikian masyarakat tidak panik dan 
menolak semua bahan yang diperkirakan mengandung formalin. 

Sebab formalin secara alamiah sudah ada di alam. Dan formalin menjadi berbahaya 
tidak saja ketika bercampur makanan, tetapi juga dalam udara dan masuk melalui 
pernapasan maupun kulit. (A-22) 


Last modified: 30/12/05

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/SBefZD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke