** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **Refleksi: Pasar babi dibom? Bukan 
terorisme?

http://www.indomedia.com/bpost/012006/1/depan/utama1.htm

Pasar Babi Dibom 8 Tewas

Palu, BPost
Suasana duka menyelimuti kota Palu, Sulawesi Tengah, di penghujung tahun 2005. 
Sebanyak delapan orang tewas dan 50-an orang luka-luka, menyusul ledakan keras 
yang menghantam sebuah kios di pasar daging babi di Kawasan Maesa, Kota Palu, 
Sabtu (31/12) pukul 07.05 Wita.

Dalam ledakan yang diduga kuat bersumber dari bom rakitan itu, tiga di 
antaranya tewas di tempat kejadian, yakni Serka Tasman Lahansang (38), anggota 
Intel Korem 132/Tadulako) dan istrinya, Poste Binamanis (38), serta Agustin 
(38).

Lima lainnya tewas di rumah sakit, masing-masing Bambang Wiyono Saputra (50), 
Yakulina Tana (45), Agustina Mande (37), serta Yoppie (42) beserta istrinya Ny 
Meisye (39).

Korban tewas kebanyakan berprofesi sebagai penjual daging babi. Umumnya tubuh 
mereka penuh luka robek serius dan sebagian hancur di bagian kaki. Saat ini, 
para korban luka-luka dirawat di 4 rumah sakit di Kota Palu.

Kapolda Sulteng Brigjen Oegroseno kepada wartawan di lokasi kejadian, kemarin, 
mengatakan, pihaknya sudah mengidentifikasi seseorang yang dicurigai terkait 
insiden ledakan tersebut. "Kita segera kejar dia untuk diperiksa, apa tujuannya 
berada di sekitar tempat kejadian perkara," tuturnya.

Namun, Kapolda Oegroseno yang memimpin langsung proses evakuasi para korban 
itu, tak menjelaskan cici-ciri orang dimaksud, kecuali mengatakan oknum yang 
dicurigai itu mengendarai mobil Kijang dan melintas di Jalan Sulawesi saat 
terjadi ledakan.

Aparat kepolisian dibantu TNI dan Satpol Pamongpraja setempat beberapa menit 
setelah terjadi ledakan bom di Kawasan Maesa, Kelurahan Tatura Utara, yang 
banyak dihuni warga keturunan Minahasa (Sulut), segera menutup semua pintu 
keluar Kota Palu.

Penutupan jalan keluar kota disertai razia besar-besaran terhadap semua 
pengendara dan penumpang kendaraan bermotor tersebut dilakukan, guna mengecah 
pelaku peledakan bom melarikan diri ke luar Palu.

"Ini atas instruksi pimpinan," kata seorang polisi lalulintas saat ditemui di 
Jalan Dewi Sartika, salah satu pintu keluar Kota Palu dari arah Selatan. Selain 
jalur darat trans Sulawesi, polisi juga meningkatkan pengawasan di pelabuhan 
dan bandara.

Sementara itu, dalam penyisiran yang dilakukan mulai pukul 07:30 Wita, tim 
Jihandak Brimob Polda Sulteng juga berhasil menemukan sebuah bom yang belum 
meledak di Jln Sulawesi Palu. Bom yang diduga rakitan ditemukan sekitar empat 
meter dari lokasi ledakan bom pertama. Bom temuan itu langsung dimasukkan dalam 
mobil Jihandak untuk pengamanan, kemudian diledakkan di suatu tempat.

Panglima Kodam VII/Wirabuana Mayjen Aries Budi Sampurno mengatakan, ledakan bom 
di Palu dilakukan oleh kelompok yang sama dalam aksi teror yang terjadi di 
Poso, beberapa waktu lalu.

Pangdam menilai, para pelaku aksi teror di Poso beberapa waktu lalu hingga kini 
masih mencoba untuk melakukan aksinya dengan berbagai cara di beberapa tempat 
di Sulawesi.

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Widodo AS juga 
yakin peledakan bom Palu tidak terlepas dari aksi-aksi teror dan kekerasan yang 
terjadi sebelumnya. Kelompok yang bergerak diyakini adalah kelompok teroris.

"Ini tidak terlepas dari kelompok-kelompok yang selama ini bergerak di 
Indonesia yaitu kelompok teroris," ujar Widodo kepada wartawan di sela-sela 
rapat kerja evaluasi tim ekonomi di Istana Cipanas.

Mengingat seringnya aksi teror terjadi di Sulawesi Tengah, Widodo 
mengungkapkan, pemerintah perlu memberi perlakuan khusus serta memelihara dan 
menjaga keamanannya. Tindak pengamanan itu harus dilaksanakan secara 
berkesinambungan, tidak hanya terbatas manakala terjadi aksi teror seperti bom 
Palu kemarin.

Presiden Mengutuk

Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengecam aksi pengeboman di 
Palu tersebut. Hal itu disampaikan Juru Bicara Presiden, Andi Alfian 
Malarangeng kepada wartawan di Cipanas, Jawa Barat, kemarin.

Presiden, kata Malarangeng, menyampaikan ucapan bela sungkawa kepada keluarga 
korban. Presiden berada di Istana Cipanas saat menerima laporan secara rinci 
dari Kapolri Jenderal Sutanto pada pukul 07.10 WIB.

"Presiden sangat mengutuk tindakan pengeboman semacam itu dan menyatakan 
belasungkawa sedalam-dalamnya kepada para korban baik yang tewas maupun 
luka-luka," kata Andi.

Selanjutnya, kata Andi, presiden menginstruksikan kepada Kapolri dan Menko 
Polhukam untuk mengambil langkah-langkah penyidikan sesegera mungkin dan 
mengejar pelaku pengeboman tersebut.

Pihak Mabes Polri langsung menyikapi instruksi presiden tersebut dengan 
mengirim tim khusus ke Palu. Lima jenderal dari Mabes Polri sudah tiba di Palu, 
kemarin sore. Tim dipimpin dua jenderal polisi bintang tiga yakni Komisaris 
Jenderal (Komjen) Makbul Padmanegara (kabareskrim) dan Komjen Esmerda Lebang 
(kababinkam). Tiga jenderal bintang satu (brigjen) juga bergabung dalam tim ini.

Di Jakarta, Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes Bambang Kuncoko, 
mengatakan, sejumlah saksi yang ada di lokasi kejadian telah diperiksa di 
Mapolres Kota Palu maupun Polda Palu. Namun, sejauh ini belum bisa memberikan 
petunjuk yang mengarah kepada tersangka.

"Kasus ini ditangani aparat kepolisian setempat baik dari polresta maupun polda 
dan belum ada penambahan personel dari Mabes Polri untuk membantu pengungkapan 
dan penyidikan peledakan," ujar Bambang.

Bukan Terorisme 

Mabes Polri memastikan ledakan di Palu tidak ada kaitannya dengan kelompok 
teroris Noordin M Top. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Paulus Purwoko 
menerangkan, bom di Palu terjadi di area permukiman lokal. Ini bukan menjadi 
ciri kelompok Noordin yang selama ini selalu menempatkan kepentingan atau orang 
asing sebagai target.

Karena itu, sebut Paulus, dilihat dari sudut pandang lokasi ledakan, pihaknya 
meyakini pelaku teror di Palu itu bukan dilakukan oleh kelompok Noordin.

Lebih jauh Paulus menerangkan kasus bom Palu itu ada kemiripan dengan bom 
Tentena, Poso, beberapa waktu lalu. "Bahan peledaknya pun sama yakni berisi 
besi dan paku," sebutnya.

Sejumlah petugas kepolisian dari kesatuan Reserse dan Jihandak, kemarin sibuk 
melakukan olah TKP, dengan meminta keterangan sejumlah warga yang berada di 
sekitarnya.

Mereka juga mengumpulkan sisa-sisa serpihan ledakan yang diduga berasal dari 
sebuah bom rakitan, guna kepentingan penelitian secara laboratoris.

Beberapa benda yang sudah dikumpulkan petugas, antara lain potongan kaleng 
serta paku yang beserakan di tanah dan menancap di pepohonan sekitar lokasi 
kejadian. ant/dtc/JBP/roy/tt


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Clean water saves lives.  Help make water safe for our children.
http://us.click.yahoo.com/YNG3nB/VREMAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke