** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.pikiran-rakyat.co.id/cetak/2005/1205/30/02.htm


Dunia & Perubahan 

  --Pilihan kita adalah harus memperkuat diri sendiri, dan itu berarti kita 
harus mengerahkan sumber daya yang luar biasa.

DUNIA internasional kini masih berubah. Belum ada arsitektur politik dan 
ekonomi yang final pascaperang dingin hampir 20 tahun ini. Unilateralisme 
eksklusif Amerika Serikat memang masih menggejala di berbagai kawasan, tetapi 
sudah mulai melemah secara berangsur-angsur.

Polarisme baru dunia belum terbentuk. Tetapi kita sudah bisa melihat ada 
kecenderungan yang mengarah kepada munculnya kekuatan-kekuatan baru di luar 
Amerika. Untuk kawasan Eropa, Uni Eropa masih merupakan kutub baru kendati 
mereka tahun ini gagal menyepakati konstitusi bersama. Di Asia Selatan, India 
muncul sebagai kekuatan yang sangat berpengaruh dan menjadi penentu stabilitas 
di kawasan. Di Asia Timur, tidak disangkal lagi Cina memainkan peranan politik 
yang sangat penting.

Di kawasan Amerika Latin, memang belum muncul kekuatan baru. Brazil sudah 
menampakkan kekuatan tawarnya dalam kelompok 21 yang berhasil memblok 
neoliberalisme Amerika di dalam tubuh Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Namun 
secara politik, negara sepak bola ini belum menjadi kutub tempat bertautnya 
negara-negara Amerika Latin.

Kendati demikian, pengaruh Amerika Serikat di Amerika Latin, sudah mulai 
menurun. Kawasan yang disebut sebagai halaman belakang Amerika (backyard) itu 
sudah mulai merindukan kemandirian. Beberapa negara di sini kini dipimpin oleh 
kelompok sosialis seperti Hugo Chavez (Venezuela), dan Fransisco Lula Da Silva. 
Kedua negara ini, kini malah dianggap sebagai penentang Amerika Serikat, dan 
menjadi kawan Kuba.

Kawasan Timur Tengah, masih tetap bergejolak. Bagi rezim-rezim monarki Timur 
Tengah, kehadiran Amerika merupakan dilema. Di satu sisi mereka masih 
membutuhkan Washington untuk menjadi "anjing penjaga" dari serbuan kaum militan 
fundamentalis. Namun, kehadiran AS pun mengkhawatirkan mereka karena George 
Bush ingin mengekspor demokrasi AS ke jantung negara-negara Timur Tengah. 
Demokratisasi berarti surutnya peran kerajaan dalam politik.

Apa yang membuat pergeseran kekuatan ini berlangsung? Tiada lain adalah --dan 
selalu-- soal ekonomi, lebih spesifik lagi adalah soal minyak. Di tahun depan, 
persoalan energi ini masih akan tetap menjadi motor dinamika --kalau tidak 
disebut sengketa-- politik dunia.

Perebutan pengaruh atas sumber minyak dunia tercermin di lapangan geostrategi. 
Ketika Amerika berhasil mengontrol minyak Timur Tengah, Cina dan Rusia berhasil 
menguasai jalur eksplorasi minyak Asia Tengah dan Laut Utara. Medan pengaruh 
minyak masih akan meluas ke wilayah lain yaitu Afrika, Asia Tenggara, dan 
lain-lain.

Karena semuanya masih berjalan seperti itulah, maka kita belum bisa melihat 
struktur atau arsitektur politik dunia. Yang jelas, dalam lima tahun ke depan 
sudah banyak yang meramalkan lunturnya unipolarisme Amerika. Tetapi bentuk baru 
seperti apa, belum tergambar. Apakah aliansi Cina-Rusia masih akan tetap, kita 
juga belum tahu.

Bagaimana politik luar negeri Indonesia dalam menghadapi situasi yang tidak 
pasti ini?

Tentu saja yang diperlukan adalah kelincahan kita dalam mengelola berbagai 
dinamika ini. Kalau dulu kita harus merengkuh antara dua karang (kapitalisme 
dan sosialisme), sekarang kita harus berlayar menghindari banyak karang.

Dahulu, ketika masih ada Uni Soviet, stabilitas Asia Tenggara terjamin karena 
ada keseimbangan kekuatan antara Uni Soviet dan Amerika di kawasan ini. 
Ketiadaan perang (absence of war) di Asia Tenggara memberikan anugerah yang 
tidak terhingga bagi RI dan negara-negara Asia Tenggara. Kondisi damai 
menyebabkan kita dan negara-negara Aisa Tenggara bisa membangun dengan gegap 
gempita sehingga mendapat julukan "Macan-macan Asia."

Sekarang ini, di Asia Tenggara tidak ada kekuatan dominan. Karena itu, sungguh 
wilayah ini belum aman sepenuhnya. Kalaulah sekarang tidak ada perang, bukan 
berarti ada keseimbangan kekuatan besar di sini, tetapi karena masing-masing 
tidak mau melakukan serangan awal karena masing-masing tidak merasa sebagai 
negara paling kuat. Tetapi kita masih tetap belum bisa memanfaatkan kondisi 
ketiadaan perang ini untuk membangkitkan kembali ekonomi dari keterpurukan.

Pilihan kita adalah kita harus memperkuat diri sendiri, dan itu berarti kita 
harus mengerahkan sumber daya yang luar biasa. Ataukah kita akan mengundang 
kembali negara-negara besar untuk hadir di kawasan ini, tetapi dengan skala 
terbatas. Jika mereka semua , maka akan ada keseimbangan baru di sini. Dan jika 
ada keseimbangan baru, kita akan mampu memanfaatkannya untuk membangun negeri 
kita. Yang jelas, semua pilihan akan sangat tergantung kepada kemandirian kita, 
dalam bersikap dan mengambil keputusan strategis.***


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Clean water saves lives.  Help make water safe for our children.
http://us.click.yahoo.com/YNG3nB/VREMAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke