** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2006/01/15/brk,20060115-72352,id.html


  
Harga Makanan dan Minuman Akan Naik



Minggu, 15 Januari 2006 | 22:56 WIB 
TEMPO Interaktif, Jakarta:Harga makanan dan minuman kemungkinan besar akan 
mengalami kenaikan apabila pemerintah jadi menaikkan tarif dasar listrik tahun 
ini. "Kenaikan harga akan terjadi," kata Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha 
Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia Thomas Darmawan di Jakarta pekan lalu

Menurut Thomas, kenaikan harga makanan dan minuman sulit dihindarkan lagi bila 
tarif dasar listrik naik. Sebab, pasokan listrik merupakan salah satu sumber 
utama yang menunjang produksi. "Kontribusi listrik sebesar 3-5 persen dari 
biaya produksi," katanya.

Mahmud Marky, pengusaha minuman industri kecil di PT Pelita Jaya Insani, 
menambahkan, kontribusi biaya listrik di industri minuman sebesar 3-7 persen 
terhadap total biaya produksi. "Ini cukup signifikan," katanya. 

Pengusaha minuman, kata Mahmud, mau tidak mau harus menaikkan harga jual 
apabila tarif dasar listrik naik. "Tapi kami akan melihat juga daya beli 
konsumen." 

Sejauh ini Thomas dan Mahmud tidak menyebutkan rata-rata kenaikan harga makanan 
dan minuman bila tarif dasar listrik naik. Namun, belum lama ini Thomas pernah 
menyebutkan, kenaikan harga ada kemungkinan hanya 2-5 persen. Harga baru 
tersebut akan bertahan karena makanan dan minuman termasuk barang yang sangat 
sensitif, yakni ketika terjadi kenaikan harga akan sulit turun kembali.

Pekan lalu, Direktur Utama PLN Eddie Widiono meminta pemerintah menambah 
subsidi untuk PLN. Saat ini PLN baru menerima subsidi Rp 15 triliun dari 
kebutuhan Rp 38 triliun. Perusahaan listrik ini meminta tambahan subsidi karena 
harga bahan bakar minyak naik.

Apabila PLN tidak mendapat tambahan subsidi, kata bos PLN ini, pilihan 
mengimbangi tingginya harga bahan bakar minyak hanyalah dengan menaikkan tarif 
dasar listrik. 

Menurut Eddie, PLN kesulitan melakukan efisiensi karena pengurangan penyusutan 
di jaringan sudah tidak mungkin dilakukan lagi. Selain itu, besaran penghematan 
tidak signifikan dibandingkan dengan peningkatan penggunaan bahan bakar minyak. 

Sejauh ini pemerintah sedang membahas perubahan tarif dasar listrik tersebut. 
Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, untuk menaikkan tarif dasar listrik, 
pemerintah harus mempertimbangkan berbagai aspek, seperti keseimbangan anggaran 
pendapatan dan belanja negara, aspek keseimbangan PLN, aspek beban masyarakat, 
dan aspek beban industri. "Tarif dasar listrik sedang dibahas Menteri 
Koordinator Perekonomian dan menteri terkait," ujarnya pekan lalu. 

Namun, Thomas menyayangkan sikap pemerintah yang tidak memanfaatkan sumber daya 
yang ada untuk lebih menyinergikan pasokan listrik. "Negara kita kan kaya air 
dan gas," ujarnya.

Menurut Thomas, dengan adanya kenaikan tarif dasar listrik, otomatis akan 
membuat sejumlah industri, terutama industri menengah dan kecil, semakin 
terpuruk dan sulit untuk tumbuh mengikuti perkembangan ekonomi. "Perekonomian 
sekarang sedang sulit." 

Kenaikan tarif dasar listrik, Thomas melanjutkan, selain mendorong harga barang 
makanan yang sudah tinggi, akan membuat persaingan antara produk impor dan 
produk dalam negeri semakin menggila. "Apalagi ada penguatan dolar atas 
rupiah," tuturnya.
Mahmud sependapat dengan Thomas. 

Kenaikan tarif dasar listrik akan membuat perekonomian semakin sulit dan 
membuat industri kecil sulit maju. Menurut dia, pemerintah terkesan tidak 
memihak kepada rakyat kebanyakan. "Beban jadi berat karena kemarin harga bahan 
bakar minyak naik," ungkapnya. 

l ZAKY ALMUBAROK

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke