** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.pikiran-rakyat.co.id/cetak/2006/012006/22/0101.htm



Warga Terpaksa Makan Ganyong 


SUKABUMI, (PR).-
Sebanyak 102 jiwa atau sekira 32 kepala keluarga (KK) warga Kampung Ciamarayah, 
Ciujung, dan Seuseupan, Desa Walangsari Kec. Kalapanunggal Kab. Sukabumi, 
menderita rawan pangan. Ke-102 warga yang berada di kaki Gunung Halimun itu, 
hanya mampu makan nasi atau bubur sekali dalam sehari, selebihnya perut mereka 
diganjal dengan singkong, ganyong (sejenis talas), talas, atau pisang yang 
direbus. Sejauh ini tidak tercatat adanya warga yang jatuh sakit atau meninggal 
akibat musibah rawan pangan tersebut.

     
      BUPATI Sukabumi, H. Sukmawijaya (kiri), berbincang dengan warga yang 
mengalami rawan pangan di Desa Kabandungan Kec. Kabandungan Kab. Sukabumi, 
Sabtu (21/1). Karena tak mampu membeli beras, mereka menggantikannya dengan 
umbi-umbian.*DANY SW/"PR" 
Kondisi serupa ternyata ditemukan juga di Kampung Cimanggutengah, Desa/Kec. 
Kabandungan. Di desa ini, tercatat ada 104 jiwa yang menderita rawan pangan, 
sebagian besar adalah jompo yang pada umumnya berusia di atas 60, tetapi masih 
bekerja sebagai pemetik teh di Perkebunan Jayanegara Indah dengan pendapatan 
rata-rata Rp 1.250,00/hari. Sebagian dari para jompo ini bertempat tinggal di 
gubuk perkebunan.

Keterangan yang diperoleh "PR" Jumat (20/1) dan Sabtu (21/1) sebenarnya kondisi 
memprihatinkan ini sudah berlangsung lama. Namun, dalam sepekan terakhir ini 
kondisinya semakin memprihatinkan. Masalahnya, bantuan dari para tetangga yang 
terbilang mampu sudah terhenti. "Bantuan tunai langsung yang diterima sebesar 
Rp 300.000,00 menjelang Lebaran, sudah habis untuk membeli berbagai keperluan, 
termasuk beras, " kata Yunus Ali Nurban, Koordinator LSM "Sahabat Rakyat Miskin 
Sukabumi".

Sementara, Ny. Erum (65), Ny. Een (50), Saol (40) tiga keluarga penderita rawan 
pangan di Kampung Ciamarayah menyebutkan, sejak dua pekan terakhir, singkong, 
ubi jalar, atau pisang mentah, menjadi menu pokok yang dikonsumsi dua kali 
dalam sehari. Sedangkan nasi atau bubur nasi (kalau ada), hanya dimakan pada 
siang hari. "Bagi saya tidak makan nasi dua hari berturut-turut dianggap sudah 
biasa. Tapi, anak-anak harus tetap makan nasi atau bubur," jelas Saol. 

Diakui warga, sebagian besar penderita rawan pangan, sebelumnya bekerja di 
perkebunan. Namun, baru-baru ini perkebunan tersebut gulung tikar. Akibatnya, 
karyawan harian di perusahaan itu berhenti bekerja. 

Sedangkan di Cimanggutengah, sebagaimana diakui oleh Kades Kabandungan, Tata 
Saklan, penderitaan ke-14 warganya ini sebenarnya sudah berlangsung lama. 
Namun, mereka tetap bertahan karena pada saat-saat tertentu mendapat bantuan 
dari pembelian beras miskin atau bantuan lainnya. 

"Di kompleks perkebunan ini ada 37 jompo yang masih bekerja sebagai pemetik 
teh. Setiap hari para jompo ini hanya mampu mengumpulkan rata-rata 6 kg pucuk 
teh dengan upah Rp 165,00/kg. Jadi, penghasilan mereka kurang dari Rp 
1.000,00/hari. Sangat pantas jika para jompo dan warga lainnya menderita rawan 
pangan. Masalahnya, harga beras di sini Rp 3.700,00/liter. Sementara, 
penghasilan mereka hanya satu per tiga liter setiap harinya," tutur Iwan, 
Kepala Dusun II Desa Kabandungan.

Ditinjau bupati

Pada Sabtu (21/1), Bupati Sukabumi H. Sukmawijaya, dan Wakil Bupati H. Marwan 
Hamami, didampingi Kepala Kantor Penanggulangan Masalah Sosial (KPMS). H. Nana 
Supriatna, Camat Kalapanunggal Hamami, yang baru beberapa jam kembali dari 
Pulau Bali, melakukan kunjungan langsung ke rumah-rumah penderita rawan pangan. 

Pada kesempatan tersebut, bupati berjanji akan menjamin kebutuhan hidup seluruh 
warga yang mengalami rawan pangan itu minimal satu bulan ke depan. Langkah 
selanjutnya, Pemkab Sukabumi akan membuat program padat karya di Desa 
Kalapanunggal dengan memprioritaskan ke-37 KK sebagai pekerja dalam program 
tersebut. Program padat karya ini berbentuk pengerasan jalan masuk ke beberapa 
kampung, yang saat ini hanya dilapisi tanah merah. Untuk program jangka 
menengah, bupati dan wakil bupati akan menganggarkan pemberian bantuan ternak 
domba sebanyak enam ekor untuk setiap kepala keluarga, ditambah uang pembuatan 
kandang, serta berbagai benih palawija.

Mengenai alokasi dana untuk program bantuan darurat ini, diambil dari "Dompet 
Duafa" Kab. Sukabumi. "Kalau tidak salah, masih ada sekira Rp 1 miliar. 

Namun, tentu harus melalui rapat terlebih dahulu dengan pengurus. Kalau tidak 
pun kita masih punya dana cadangan untuk bencana alam. Jadi, bisa dari berbagai 
sektor," jelas Sukmawijaya.(A-82)***


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke