** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=208403

Selasa, 24 Jan 2006,



Memulangkan Koruptor di LN



Kapolri Jenderal Polisi Sutanto kemarin menegaskan bahwa salah seorang di 
antara 17 koruptor yang melarikan diri ke luar negeri (LN) akan pulang -dan 
tentu saja menyerahkan diri ke polisi.

Siapa koruptor yang dimaksud? Sutanto tidak menyebut namanya. Tetapi, di antara 
17 koruptor itu ada nama-nama cukup beken seperti Sudjono Timan (korupsi BPI), 
Irawan Salim (Bank Global), dan Edy Tanzil (Golden Key).

Siapa pun koruptor yang hendak pulang patut kita apresiasi positif. Bahkan, 
barangkali, kita patut respek meskipun dia pelaku tindak pidana korupsi.

Mengapa kita patut respek? Sebab, dia mau bertanggung jawab. Lagi pula, jika 
dia masih berstatus sebagai warga negara Indonesia (WNI) seharusnya mau 
mematuhi hukum Indonesia. Karena itu, dia harus mau dihukum di negaranya 
sendiri.

Bukankah sebelum terlibat tindak pidana korupsi, dia adalah pengusaha yang 
mendapatkan fasilitas dari pemerintah? Membayar pajak kepada negara, bahkan 
sebagian uang yang dikorupsi itu adalah uang yang berasal dari rakyat 
Indonesia, terutama kalau sumber dana yang dikorupsi berasal dari bantuan 
likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Melarikan diri pastilah tidak selalu nyaman, aman, dan tenang. Ketika jajaran 
kepolisian RI bekerja sama dengan polisi internasional (interpol), serta 
kepolisian setempat di negara tempat melarikan diri untuk menangkap koruptor 
itu, pastilah mereka tidak tenang.

Bahkan, anggota keluarga yang berada di Indonesia juga senantiasa dibayangi 
perasaan tidak aman, karena tiap saat dipantau dan diawasi aparat keamanan. 
Jadi, pulang dan menyerahkan merupakan pilihan yang tepat.

Tetapi langkah kepolisian serta tim pemberantasan tindak pidana korupsi 
(timtastipikor) untuk terus memburu koruptor di LN juga patut diapresiasi. Para 
koruptor yang kabur memang harus dikejar ke mana pun mereka lari. Dan, di 
negara mana pun para koruptor menetap mereka harus terus diburu dan dibawa 
pulang ke Indonesia.

Keberhasilan menangkap dan memulang terpidana korupsi David Nusa Wijaya pekan 
lalu setelah yang bersangkutan menetap di Amerika haruslah dijadikan pelajaran 
dan dijadikan preseden yang baik.

Artinya, jika aparat keamanan mau bekerja keras dan bekerja dengan kepolisian 
di negara tempat koruptor menetap, ternyata ada hasilnya. Koruptor yang lari 
bisa ditangkap dan bisa dipulangkan ke Indonesia.

Pengalaman menangkap dan memulangkan David Nusa Wijaya harus dijadikan 
pendorong semangat dan optimisme bahwa 17 koruptor yang lari ke LN akan bisa 
ditangkap dan dipulangkan.

Apalagi pemberantasan korupsi saat ini terus gencar dilakukan sebagai bagian 
dari agenda politik untuk membangun Indonesia sebagai negara yang bersih dan 
bebas korupsi. 

Karena itu, sekuat apa pun kemampuan para koruptor itu untuk bersembunyi di 
negara lain harus bisa dihadapi aparat penegak hukum di Indonesia. Mereka harus 
terus dikejar sampai kapan pun. Mereka adalah pelaku tindak pidana yang harus 
ditangkap dan dihukum.


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke