** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **RIAU POS

           
      Selasa, 31 Januari 2006 
     
      Harga BBM Industri Naik 
      Berlaku Mulai 1 Februari 2006



      Laporan JPNN, Jakarta
      Bayangan kenaikan harga TDL yang diperkirakan meningkatkan beban 
operasional kalangan industri akan bertambah lagi. Hal ini ditandai dengan 
langkah Pertamina untuk menaikkan harga BBM per 1 Februari 2006. 

      Juru bicara PT Pertamina (Persero) M Harun, menyampaikan kenaikan harga 
itu dalam penjelasan resminya pada pers di Jakarta kemarin. Menurutnya, 
kenaikan tersebut disebabkan karena tingginya harga minyak mentah dunia yang 
bercokol di atas level 66 dolar AS per barel hingga akhir Januari 2006. 

      "Harga Mid Oil Platts Singapore (MOPS) yang menjadi patokan perhitungan 
harga jual produk pun mengalami kenaikan bervariasi antara 0,7 persen untuk 
produk minyak bakar hingga 11,3 persen untuk minyak tanah, minyak solar naik 
7,5 persen, minyak diesel naik 6,8 persen dan premium naik 5,5 persen," 
jelasnya.

      Lebih lanjut dijelaskan Harun, keputusan tersebut dituangkan dalam Surat 
Keputusan Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) No 
Kpts-44/F00000/2006-S0 tentang Harga Jual Keekonomian Bahan Bakar Minyak 
Pertamina tertanggal 30 Januari 2006, ditetapkan harga baru BBM non subsidi 
mulai 1 Februari.

      "Harga baru itu adalah premium Rp4.930 per liter, minyak tanah Rp5.740 
per liter, minyak solar transportasi Rp5.440 per liter, minyak solar industri 
Rp5.200 per liter, minyak diesel Rp5.020 per liter, minyak bakar Rp3.380 per 
liter," sebutnya.

      Untuk harga jual BBM industri sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai 
(PPN) sebesar 10 persen dan harga jual BBM transportasi sudah termasuk PPN 10 
persen dan 5 persen Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).

      Pertamina juga memberikan diskon khusus secara variatif berdasarkan 
besaran volume pembelian BBM oleh kalangan industri. Industri yang mengkonsumsi 
di atas 3.000 kilo liter (KL) per bulan akan mendapatkan diskon 4 persen. 
Pembelian di atas 2.000 KL per bulan memperoleh diskon 3 persen, di atas 1.000 
KL per bulan memperoleh diskon 2 persen dan diskon 1 persen untuk industri di 
atas 100 KL per bulan. 

      Sinergi Pertamina-Pelni
      Pertamina dan PT Pelni telah melakukan sinergi antar BUMN dengan kontrak 
perjanjian jual beli BBM untuk jangka waktu 2 tahun. Kontrak senilai Rp1,54 
triliun dengan tingkat harga BBM saat ini, merupakan bagian dari tugas 
Pertamina melayani kebutuhan BBM di era Penugasan (PSO) baru dan merupakan 
jaminan pasokan BBM untuk kebutuhan PT Pelni dengan pelayanan yang lebih baik. 

      Kontrak ini dapat diperpanjang dengan volume penjualan mencapai 360 ribu 
KL per tahun. Perhitungan alokasi tersebut didasarkan atas formulasi dari Round 
Voyage dalam periode 14 atau 28 hari pelayaran dengan sistem pembayaran tunai 
atau cash before delivery (CBD). 

      Harga BBG Naik Hampir 2 Kali Lipat
      Sementara itu selain harga BBM industri, PT Pertamina (persero) juga 
menaikkan harga Bahan Bakar Gas (BBG) hampir dua kali lipat. Harga BBG yang 
sejak 22 November 2005 lalu ditetapkan sebesar Rp1.550 per Liter Setara Premium 
(LSP) dinaikkan menjadi Rp3.000 per LSP mulai 1 Februari 2006. Harga baru 
tersebut ditetapkan berdasarkan SK Dirut Pertamina No Kpts-2/C0000/2006-S3 
tanggal 26 Januari 2006.  

      Menurut M Harun Juru Bicara Pertamina kenaikan harga BBM tersebut 
dipengaruhi oleh kenaikan harga gas bumi dari 2,23 dolar AS per MMBTU (Million 
Metric British Thermal Unit) menjadi 5 dolar AS per MMBTU seiring dengan 
kenaikan harga minyak mentah. 

      "Harga BBG masih jauh lebih murah 35 persen dibandingkan penggunaan 
premium dan 33 persen lebih murah dibanding minyak solar. BBG adalah bahan 
bakar ramah lingkungan yang merupakan bisnis murni Pertamina yang tidak 
mendapatkan subsidi," jelasnya.

      Ditambahkannya bahwa saat ini bisnis BBG kurang berkembang dan kurang 
diminati investor karena rendahnya tingkat pengembalian dan juga rendahnya 
volume kendaraan pemakai BBG. "Volume penjualan untuk 2005 tercatat hanya 
sebesar 12.500 kilo LSP dengan jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) 
yang beroperasi hanya 18 SPBG di Jakarta," urainya.

      Kenaikan harga ini juga memberikan kenaikan margin kepada SPBG dari Rp430 
per LSP menjadi Rp980 per LSP atau jauh di atas margin penjualan premium di 
SPBU sebesar Rp172 per liter. "Kenaikan ini diharapkan dapat mendorong investor 
untuk berinvestasi di SPBG, meningkatkan jumlah kendaraan pemakai BBG, 
menghemat biaya energi serta mengurangi polusi udara di kota-kota besar. 
Apabila jumlah SPBG semakin banyak akan menarik konsumen pemakai BBG karena 
selama ini keluhan konsumen adalah terbatasnya jumlah SPBG," ungkapnya.

      BBG pertama kali dikenalkan untuk sektor transportasi pada 1987 dengan 
jumlah kendaraan pemakai sebesar 300 unit. Namun hingga tahun 2000, jumlah 
kendaraan pengguna mencapai 6.633 dan volume penjualan sebesar 30.000 KLSP. 
Jumlah ini terus merosot dan hingga saat ini jumlah kendaraan pemakai tidak 
lebih dari 1.000 unit dengan volume 12.500 KLSP per tahun. Penurunan volume ini 
juga berdampak pada operasional penjualan BBG. 

      Dari 21 unit SPBG di Jawa dan Sumatera hanya 11 unit yang beroperasi 
dengan tingkat pemanfaatan yang sangat rendah yakni sekitar 18 persen dari 
kapasitas. "Penggunaan BBG pada 2006 diperkirakan akan meningkat seiring dengan 
pemakaian produk bahan bakar ini untuk program Busway di Jakarta dan diharapkan 
dapat diikuti oleh kendaraan umum lainnya," sebutnya.

      Pertamina juga berharap bisnis BBG lebih menarik dan tidak lagi merugi 
mengingat untuk tahun 2005 Pertamina mengalami kerugian sebesar Rp 10,4 miliar 
akibat kenaikan biaya energi dan tingginya biaya operasional di SPBG.(iw/fiz)
     


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke