** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **HARIAN ANALISA
Edisi Sabtu, 18 Februari 2006 

Wanita Mulai Dipakai Pengiriman Bahan Peledak ke Indonesia 



Jakarta, (Analisa) 

Para wanita diduga mulai dipakai kelompok tertentu untuk mengirim bahan peledak 
dari Malaysia ke Indonesia lewat Kalimantan, kendati belum ada indikasi bahan 
peledak itu dipakai untuk kegiatan terorisme. 

"Ada indikasi wanita dipakai kelompok tertentu untuk mengirim bahan peledak 
karena polisi sudah dua kali menangkap wanita yang terlibat pengiriman barang 
berbahaya ini dari Malaysia ke Indonesia," kata Wakil Kepala Divisi Humas Mabes 
Polri Brigjen Pol Anton Bachrul Alam di Jakarta, Jumat (17/2). 

Ia mengatakan, polisi masih menelusuri alur peredaran bahan peledak itu, apakah 
ada kaitannya dengan kasus terorisme atau bahan peledak itu dipakai untuk bom 
ikan. 

Dikatakan, pengiriman bahan peledak terakhir yang digagalkan adalah pada 10 
Pebruari 2005 dengan tersangka Remi (27) dan Hj Salmah. 

Kejadian ini bermula ketika Polres Nunukan, Kaltim menangkap Remi karena 
membawa dua tas besar berisi tiga ribu detonator merk IDL buatan India dan 
1.706 meter sumbu ledak saat akan naik kapal di Nunukan menuju Sulawesi 
Selatan. 

Remi mengaku bahwa ia hanya disuruh oleh Hj Salmah untuk membawa barang dari 
Tawau, Sabah, Malaysia menuju Sulawesi Selatan. 

Hj Salmah lalu ditangkap di Pare-Pare oleh petugas Polda Kaltim dan Polda 
Sulsel. Di rumah Hj Salamah, polisi menemukan 19 karung aluminium nitrat, 597 
detonator dan 9 kg potassium. Kedua tersangka yang kini ditahan di Mapolda 
Kaltim itu dijerat dengan UU Darurat No 12 tahun 1951 tentang bahan peledak. 

Oktober 2005 lalu, Polda Kaltim juga menangkap satu pria dan tiga wanita yang 
kedapatan membawa bahan peledak di pelabuhan Nunukan. "Saat itu, Hj Salmah 
keburu kabur saat ditangkap namun kali ini berhasil ditangkap berkat pengakuan 
Remi," ujar Anton Bachrul Alam. 

Menurut Anton, polisi masih menyelidiki apakah bahan peledak ini terkait dengan 
aksi terorisme yang pernah terjadi di Indonesia termasuk jaringan Noordin M 
Top. (Ant) 



[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke