** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com ***** nah, mbak Aris dan kawan kawan, 
inilah kenyataan didunia: 
anggaran pemerintah Palestina adalah sumbangan negara negara sekuler 
Kristen, tanpa itu negara Palestina tak exist:

"Dana bantuan darurat UE tersebut akan dipakai membayar sejumlah 
rekening dalam dua bulan dengan skema yang telah didesain 
sebelumnya. Bantuan pertama sebesar US$ 48 juta akan dipakai 
membayar rekening listrik dan keperluan mendesak lainnya. Rekening 
itu akan dilunasi UE secara langsung kepada instansi terkait, 
mengacu surat tanda terima yang divalidasi oleh perusahaan audit 
internasional..."

Lalu dimana Hizbut Tahrir, FPI dan lain lain organisasi Islam dalam 
membantu sesama umat? Tidakkah ini hal yang layak dicontoh? Tidak 
mengusung ngusung agama terus menerus, namun berkarya bagi sesama 
manusia, tak perduli agama? Jangan hanya membakar dan merusak 
kedutaan asing!

Salam

Danardono




SUARA PEMBARUAN DAILY
---------------------------------------------------------------------
-----------

Uni Eropa Bantu Palestina US$ 143 Juta

BRUSSEL - Uni Eropa (UE), Senin (27/2), menyepakati memberikan 
bantuan darurat kepada rakyat Palestina sebesar US$ 143 juta. 

Bantuan tersebut diberikan sebelum Pemerintahan Palestina baru 
pimpinan Hamas secara resmi mengambil alih kepemimpinan Otoritas 
Palestina. "Bantuan dana ini sangat dibutuhkan guna menghindari 
kekacauan ekonomi," kata Menlu Prancis Philippe Douste-Blazy, Senin. 

Bantuan itu sendiri dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa sumbangan 
Eropa bagi rakyat Palestina tidak berkurang, setidaknya sampai Hamas 
memenangi Pemilu 25 Januari lalu.

Amerika Serikat (AS) dan UE sampai sekarang menganggap Hamas sebagai 
kelompok teroris. Washington bahkan berupaya keras menggalang 
dukungan dari negara-negara Arab seperti Arab Saudi dan Mesir, untuk 
memboikot bantuan keuangan bagi Pemerintahan Palestina setelah Hamas 
mengam- bil alih kontrol parlemen Palestina. 


Hak Kedaulatan

Namun, upaya Washington lewat diplomasi Menlu Condoleezza Rice tidak 
berhasil mendapatkan dukungan sebagaimana yang diinginkan, ketika ia 
melakukan lawatannya ke Timur Tengah pekan lalu. UE sendiri 
cenderung bersikap wait and see. "Kita harus bersabar sekarang, 
untuk memberi kesempatan bagi dilaksanakannya perundingan 
pembentukan kabinet Palestina," ujar Komisioner Hubungan Eksternal 
UE, Benita Ferrero-Waldner.

Menlu Austria Ursula Plassnik, yang negaranya kini memegang tampuk 
kepresidenan UE, mengatakan, bantuan US$ 143 juta itu tidak akan 
mengubah tuntutan UE agar Hamas mau menerima prinsip non kekerasan 
dan mengakui hak kedaulatan Israel. Hamas juga tetap didesak agar 
mau menyetujui perjanjian damai Israel-Palestina yang telah 
disepakati oleh Pemerintahan Palestina sebelumnya.

Dana bantuan darurat UE tersebut akan dipakai membayar sejumlah 
rekening dalam dua bulan dengan skema yang telah didesain 
sebelumnya. Bantuan pertama sebesar US$ 48 juta akan dipakai 
membayar rekening listrik dan keperluan mendesak lainnya. Rekening 
itu akan dilunasi UE secara langsung kepada instansi terkait, 
mengacu surat tanda terima yang divalidasi oleh perusahaan audit 
internasional.

Lalu bantuan sebesar US$ 76 juta akan dipakai untuk membiayai proyek 
kesehatan dan pendidikan yang dibayarkan kepada UNRWA (UN Relief and 
Works Agency) yang menyediakan pendidikan, perawatan kesehatan, 
pelayanan sosial, dan bantuan darurat bagi rakyat Palestina di Jalur 
Gaza dan Tepi Barat.

Bantuan sebesar US$ 21 juta akan dipakai untuk membayar gaji PNS 
Otoritas Palestina. Dana ini diambilkan dari dana sebesar US$ 83 
juta yang dibayarkan UE ke trust fund Bank Dunia pada tahun 2005 
lalu, namun baru dibayarkan separuh, karena Otoritas Palestina 
ketika itu dianggap gagal mencapai target menciptakan pemerintahan 
yang bersih.

Menlu Jerman Frank-Walter Steinmeier mengatakan, paket bantuan UE 
diberikan untuk menunjukkan dukungan Eropa terhadap Presiden 
Palestina Mahmoud Abbas serta Otoritas Palestina yang kini masih 
dipimpinnya. (AP/E-9)



---------------------------------------------------------------------
-----------
Last modified: 28/2/06 





***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke