** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.gatra.com/artikel.php?id=92685



Indonesia Siap Lakukan Revolusi UU Kewarganegaraan




Washington, 1 Maret 2006 16:06
Pemerintah Indonesia siap melakukan perubahan besar-besaran atas Undang Undang 
Kewarganegaraan, agar seusai dengan situasi saat ini.

"Kami akan membuat suatu revolusi dalam UU kewarganegaraan kita," kata Menteri 
Hukum dan HAM Hamid Awalluddin, saat berkunjung ke Washington DC, Selasa (Rabu 
WIB).

Saat berdiskusi dengan masyarakat Indonesia di KBRI Washington DC, Hamid 
mengatakan bahwa banyak hal-hal yang ganjil dalam UU Kewarganegaraan yang 
berlaku sekarang.

"UU tahun 1958 yang masih kita pakai ini dulunya dibuat dengan pendekatan 
keamanan semata," kata Hamid dalam acara yang dipandu Dubes RI untuk Washington 
DC Sudjadnan Parnohadiningrat.

Sekarang, tambahnya, cara berpikir untuk landasan hukum kewarganegaraan ini 
harus berubah, bukan hanya mempertimbangkan keamanan tapi juga fleksibilitas 
dan bisa memutar roda perekonomian.

Dia mencontohkan saat ini seorang wanita Indonesia yang menikah dengan orang 
asing, maka ia dan anaknya ikut warga negara ayahnya. Kemudian jika mereka 
ingin memperpanjang visa Indonesia, mereka harus ke luar negeri dulu untuk 
memperpanjangnya agar dapat masuk lagi.

Nantinya, kata Hamid, anak dari ayah yang warga asing itu bisa menjadi warga 
negara asing atau WNI sampai ia harus menentukan pilihannya sendiri pada usia 
18 tahun.

Perpanjangan visa nantinya bisa dilakukan di dalam negeri.

"Demikian juga orang asing yang membawa investasi ke Indonesia, bisa kita kasih 
langsung sebagai permanent resident (penduduk tetap) untuk menarik mereka dalam 
menanam modalnya," katanya.

Rencana Departemen Hukum dan HAM tersebut sudah dibicarakan dengan DPR.

Revolusi lainnya dalam bidang keimigrasian tersebut adalah dalam pembuatan 
paspor.

"Paspor kita sekarang banyak dipalsukan di mana-mana, bahkan ada orang yang 
punya empat atau lima paspor. Ini antara lain karena orang mudah dapat KTP," 
ujarnya.

Kini sudah mulai diperkenalkan paspor dengan cara on-line dengan identitas dari 
sidik jari. "Dengan demikian sulit untuk dipalsukan lagi, dan orang yang punya 
identitas palsu bisa langsung ketahuan dan kita tangkap," ujarnya.

Kebijakan imigrasi lainnya adalah memberi paspor kepada orang-orang Indonesia 
yang sudah puluhan tahun tinggal di Malaysia tanpa paspor.

Ada 200.000 orang Indonesia yang tidak punya dokumen keimigrasian karena 
dokumennya hilang atau sebab lainnya. "Filosofi kewarganegaraan kita adalah 
tidak boleh ada orang yang stateless atau tanpa kewarganegaraan, oleh sebab 
itulah mereka kita beri paspor, tentunya tetap ada proses yang perlu dilalui," 
katanya.

Kebijakan yang sama akan dilakukan kepada warga Indonesia yang berada di Arab 
Saudi.

"Pekan ini saya juga akan ke Arab Saudi, karena saya dengar banyak juga warga 
kita yang tidak punya identitas, sehingga sulit untuk pulang ke Tanah Air," 
kata Hamid Awalluddin.

Hamid Awalluddin datang ke Washington DC atas undangan Jaksa Agung AS Alberto 
Gonzales.

"Kami berbicara mengenai HAM dan soal keimigrasian. Ada keseriusan pemerintah 
AS untuk membentuk suatu working group dalam rangka perjanjian untuk saling 
membantu," katanya. [TMA, Ant] 


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke