** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List ** ** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: ** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ ** ** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral scholarship, kunjungi http://informasi-beasiswa.blogspot.com **http://www.harianterbit.com/artikel.php?kategori=OTDA&id=36778
28 February 2006 - 09:29 Blok Cepu tak boleh dimonopoli Jakarta SEMARANG- Ketua Fraksi PPP DPRD Jateng Masrukhan Syamsuri mengatakan, pengelolaan Blok Cepu tidak boleh dimonopoli orang-orang Jakarta yang cuma sekadar punya hubungan erat dengan penguasa. Pengelolaan Blok Cepu harus melibatkan pengusaha daerah, karena ini erat kaitannya dengan pemberdayaan perekonomian masyarakat di daerah. Menurut Masrukhan, sejumlah investor dari Jakarta nampak sangat agresif bersama pemerintah pusat dibawah komando Wakil Presiden Jusuf Kalla. Sudah bisa ditebak, orang-orang yang berada di sekitar Wapres yang mempunyai perhatian khusus terhadap blok Cepu ini jelas bertendensi bisnis. "Padahal di Jawa Tengah tidak sedikit investor yang mampu ikut terlibat dalam pengelolaan Blok Cepu. Sejauh ini kami melihat keberadaan mereka kurang diperhitungkan, "ujar politisi dari PPP, kemarin. Dikatakan, keberadaan Blok Cepu sebagai sumber kekayaan negara memang menjadi kewenangan pemerintah, dalam hal ini Jakarta. Tapi peran daerah tidak bisa diabaikan, baik pemerintahnya maupun masyarakatnya. Menurut Masrukhan, Blok Cepu nasibnya tidak boleh menjadi seperti sumber-sumber minyak di luar Jawa, yang secara ekonomi hanya membuat makmur orang Jakarta, sementara masyarakat daerah yang bersangkutan terlantar. "Rakyat hanya sebatas kuli di daerahnya sendiri. Lihatlah nasib masyarakat di Irian Jaya dan Papua, Sumatera, Kalimantan dan di kawasan lain di Indonesia," tegasnya. Dikatakan, keberadaan Blok Cepu harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Cepu, Blora dan Jawa Tengah pada umumnya. Disinilah peran pemerintah Daerah beserta investor daerah untuk mendapat peran strategis dalam pengelolaan Blok Cepu. Menurut Masrukhan, pernyataan Wakil Presiden Yusuf Kala yang memberi dead line akhir bulan ini cenderung bermuatan politis, meskipun secara nalar itu bagus berkaitan dengan pendapatan negara yang tidak bisa ditunda-tunda. (nha [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ ** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List ** ** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: ** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ ** ** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral scholarship, kunjungi http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

