** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List ** ** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: ** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ ** ** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral scholarship, kunjungi http://informasi-beasiswa.blogspot.com **http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=214081
Kamis, 02 Mar 2006, Pertahanan tanpa Senjata Pariwisata di Perbatasan RI Sebagian besar wilayah perbatasan Indonesia merupakan perairan laut dengan gugusan pulau-pulau kecil yang memiliki posisi strategis. Pulau-pulau kecil itu memiliki keindahan pantai dan terumbu karang yang dapat dikembangkan untuk wisata bahari. Tak pelak, pulau-pulau tersebut juga menjadi incaran warga asing yang ingin memiliki dan mengelola potensi yang ada di dalamnya. Kasus penguasaan Pulau Bidadari di NTT (Nusa Tenggara Timur) yang disebut-sebut telah dibeli warga negara asing asal Inggris, Ernest Lewan Dosky, bisa menjadi salah satu contoh. Bukan tidak mungkin, gugusan pulau di berbagai tempat yang tersebar di Indonesia juga akan mengalami fenomena itu. Menggiurkan, lalu dibeli. Kepulauan Riau, Maluku, dan Nusa Tenggara dikenal memiliki banyak potensi wisata bahari dan sekaligus dekat dengan pasar wisata potensial, seperti Australia, Singapura, dan Malaysia. Ada kabar pula, sebuah gugusan pulau yang dekat dengan Australia telah dikembangkan menjadi resort oleh warga Negeri Kanguru tersebut. Sebenarnya, bagaimana kita mengatasi hal itu? Tulisan ini melihatnya dari satu sisi, yakni pengembangan pariwisata di kawasan perbatasan atau pinggiran Indonesia. Malaysia sudah melakukan strategi pengembangan pulau-pulau kecil di perbatasan. Pulau Sipadan dan Ligitan, yang semula berstatus dalam perselisihan, telah diklaim milik Malaysia dan dikembangkan untuk pariwisata. Klaim itu dimenangkan Malaysia di Mahkamah Internasional dengan argumen effective occupation dan Indonesia harus kalah karena dianggap mengabaikan kedua pulau itu yang terletak di perbatasan. Mengurangi Kesenjangan Belajar dari pengalaman tersebut, sudah saatnya wilayah pinggiran dikembangkan untuk pariwisata, di samping sebagai penghasil devisa juga menjadi pertahanan wilayah di garis depan. Pengembangan pariwisata di wilayah pinggiran dapat mengurangi kesenjangan dan potensi konflik. Di sisi lain, kita bisa melakukan pemerataan pembangunan dengan mengembangkan wisata bahari sebagai bisnis yang menguntungkan. Wisata bahari oleh pemerintah Indonesia dimasukkan dalam wisata minat khusus. Sementara itu, wisata minat khusus sendiri didefinisikan sebagai suatu bentuk perjalanan wisata. Wisatawan mengunjungi suatu tempat karena memiliki minat atau tujuan khusus mengenai suatu objek atau kegiatan yang dapat ditemui atau dilakukan di lokasi atau daerah tujuan wisata tersebut (Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, 2001). Wisata bahari dianggap dapat mendorong dan mendinamisasi perubahan menuju kebangkitan masyarakat bahari. Guna merealisasikan gagasan atau konsep tersebut, dalam waktu dekat perlu segera direalisasikan pengembangan wisata bahari yang mendorong perubahan sosial budaya. Pariwisata membawa pengaruh dan dapat berfungsi sebagai media pertukaran, baik pertukaran ilmu pengetahuan, kebudayaan, sosial, maupun ekonomi. Prioritas pengembangan pariwisata adalah membangun manusianya, terutama budaya bahari masyarakat lokal dan yang langsung berinteraksi dengan wisatawan. Pariwisata harus dimanfaatkan untuk melakukan perubahan yang baik dalam menggerakkan ekonomi, mendinamisasi sosial budaya, mengurangi tekanan penduduk terhadap sumberdaya dan lingkungan. Pengembangan wisata bahari memberikan peran penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat setempat dalam mengelola, memanfaatkan, dan melestarikan potensi wisata bahari di wilayahnya. Pengembangan teknologi bahari, baik transportasi, akomodasi, produk hasil laut, maupun teknologi (tepat guna) pendukung, mampu diselenggarakan masyarakat dan dikembangkan para ahli kita sendiri. Pengembangan kapal kayu, seperti Phinisi, menjadi kapal wisata bahari maupun berbagai atraksi dapat dikembangkan dengan keunikan dan nuansa bangsa bahari. Permasalahan Sebagai alternatif ekonomi masyarakat dan pengembangan wilayah pesisir, wisata bahari saat ini masih menghadapi sejumlah permasalahan yang perlu segera diatasi. Sebagai contoh, kondisi terumbu karang di Indonesia sudah rusak karena aktivitas manusia dan pembangunan yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan. Kerusakan terumbu karang tersebut disebabkan antara lain: pembuangan jangkar kapal di atas terumbu karang, penangkapan ikan dengan menggunakan bom dan cyanida, pengambilan karang untuk bahan bangunan, pengambilan ikan hias secara berlebihan, limbah domestik/industri, dan aktivitas lain. Bila dikelola secara baik, kegiatan pariwisata bahari diyakini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dan menambah pemasukan daerah sehingga dapat mengurangi pengerusakan secara langsung dari kegiatan eksploitasi ikan dan terumbu karang. Kegiatan pariwisata yang dijual adalah keindahan objek dan kenyamanan pelayanan sehingga kelestarian objek harus dipertahankan dan kemaslahatan atau manfaat bagi masyarakat setempat harus diutamakan. Komitmen itu perlu diwujudkan pemerintah dalam mengembangkan kebijakan dan program, terutama peran nyata dari pemerintah daerah dalam era otonomi. Demikian pula, peran industri wisata bahari swasta perlu dikembangkan dengan kemitraan antara pengusaha dan masyarakat. Diversifikasi wisata bahari perlu segera dilakukan untuk meningkatkan peran serta dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Diversifikasi merupakan pengembangan usaha dengan inovasi dan kreasi sehingga memunculkan lahan pekerjaan baru. Pariwisata di perbatasan tidak saja berfungsi sebagai lokomotif penggerak ekonomi di wilayah pinggiran, tetapi juga dapat memperkuat pertahanan tanpa senjata. Pertahanan wilayah dan ketahanan masyarakat akan lebih kuat bila terdapat berbagai kegiatan pembangunan di garis depan sehingga tidak dibiarkan menjadi wilayah terbengkalai dan masyarakat terbelakang. * Dr M. Baiquni, dosen Pascasarjana Program Kajian Pariwisata dan Fakultas Geografi, UGM [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ ** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List ** ** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: ** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ ** ** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral scholarship, kunjungi http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

