** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List ** ** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: ** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ ** ** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral scholarship, kunjungi http://informasi-beasiswa.blogspot.com **Gelar kata Doktor itu diserap dari bhs Latin Docere (mengajar) atau Doctus (terpelajar) adalah profesi yang aduhai dan menggiurkan, bahkan menjadi idamannya dari banyak orang. Banyak ortu akan merasa bangga apabila bisa punya mantu Dr begitu. Harus diakui banyak Dr yang menjadi kaya raya dan hampir tidak ada Dr yang kere ataupun susah hidup, maklum mereka itu panen terus alias tidak pernah ada yang nganggur, bayangkan saja berdasarkan penilaian dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) manusia di kolong langit ini 70% s/d 95% dinilai tidak sehat alias butuh pelayangan Dr. (Sumber Wikipedia)
Dr sekarang beda dengan para tabib/Dr dijaman kuno hidupnya tidak se-enak seperti jaman sekarang ini. Apabila Dr/tabib dahulu dianggap merugikan pasiennya, maka mereka bisa dikenakan sangsi, bahkan sampai bisa dirajam hidup-hidup. Ketentuan lainnya ialah sang tabib tidak perlu dibayar kalho pasiennya tidak sembuh, jadi minimum ada garansi begichu, seharusnya peraturan ini diterapkan lagi pada jaman sekarang ini, apalagi pada saat obat-obatan maupun biaya Dr melambung sedemikian tingginya. Dan pada saat sekarang ini jarang sekali ada Dr yang bisa dibuktikan bersalah apalagi sampai dituntut, walaupun mereka sering melakukan kesalahan yang fatal sekalipun juga, karena mereka kebanyakan saling melindungi satu dengan yang lain. Apabila seorang Dr pada jaman edan sekarang ini masih memandang profesinya sebagai panggilan dan pengadbian demi kepentingan sesama umat manusia, pasti Dr tsb, adalah Dr yang kere alias tidak berduit, karena Dr jaman sekarang ini mereka dituntut harus mengabulkan semua ke "inginan" pasiennya, bahkan tidak jarang diatas "kepentingan" kesehatannya pasiennya sendiri. Berapa banyak Dr yang diminta mengoperasi, menyuntik ato memberikan resep obat ini dan itu, walaupun sebenarnya ia mengetahui, bahwa ini bertentangan dengan kesehatan pasiennya sendiri, tetapi demi duit toh dilakukannya juga. Maklum di Indonesia itu ada budaya yang unik; kalau ke Dr harus disuntik jadi kalau belum disuntik berarti belum komplit begitu. Dokter yang pasang tarif 500 ribu keataspun sudah banyak, ditambah pemeriksaan Laboratorium, USG, Rontgen [yang sebetulnya terkadang tidak perlu], biaya bisa jadi jutaan. Masyarakat menengah kebawah bisa menjerit untuk biaya yang sedemikian tingginya, tetapi buat kalangan the have ato golongan papan atas mereka malah muji-muji,"dokternya pinter periksanya teliti dan lengkap " sehingga mereka merasa puas sekali. Jadi rupanya semakin mahal otomatis jadi semakin hebring dan semakin baik. Kalho tidak salah pernah ada motto di Gedung Kedokteran UI : "Jadi dokter baik. Jadi pedagang juga baik, tapi kalau digabung menjadi TIDAK BAIK!" Dan tidak bisa dipungkiri bahwa kebanyakan pasien jaman sekarang itu merasa jauh lebih pinter daripada Dr nya sendiri, sehingga belum di diagnosa apapun juga mereka sudah bisa mengetahui penyakit apa yang dideritanya, jadi langsung minta dibuatkan resep ini ato itu. Sebagai Dr yang "consumer oriented", sudah merupakan satu keharusan dan kewajiban untuk meluluskan keinginan sang pasien tsb. Pengetahuan medis sang pasien masa kini, pada umumnya mereka dapatkan melalui iklan di TV ato berdasarkan reklame obat-obatan di majalah maupun koran, sehingga banyak yang jadi pinter kebelinger. Para tabib dari abad kelima sebelum Masehi telah menetapkan suatu sumpah/shyahadat etika profesi kedokteran yang disebut sumpah Hipokrates. Sumpah ini sebenarnya dibuat untuk melawan para tabib-tabik yang ambalelo alias ngawur di jamannya. Inti dari sumpah Hipokrates tsb ialah mewajibkan para Dr/tabib untuk memelihara dan melestarikan kesehatan maupun kehidupan pasiennya. Pada awalnya sumpah Hipokrates mengandung unsur penyembahan kepada dewa Apollo dan anak maupun cucu-cucunya. Mereka harus sumpah atas nama dewa Apollo dan dewa Aesculapius (puteranya Apollo) dan dewi Panakeia (cucu perempuannya) dan juga terhadap dewi Hyangieia (saudari kandungnya dari Panakeia). Dewi Hyangia itu adalah dewi pelindungnya dari pada apotheker. Sedangkan perkataan higinis yang kita pakai sekarang ini diserap dari nama Hyangieia yang berarti juga kesehatan dalam bhs Yunani. Sumpah tsb sekarang ini sudah di revisi dan juga perkataan sumpah atas nama para dewa-dewa pun sudah di hapus. Sebenarnya sumpah Hipokrates pada zaman sekarang ini sudah dianggap kadaluarsa, karena tidak bisa memenuhi lagi tuntutan zaman maupun kebutuhan sang pasien. Orang jaman sekarang butuh obat yang bisa merusak kesehatan mereka maupun membunuh dirinya sendiri, maka dari itu sudah suatu hal yang wajar kalho Dr jaman sekarang mau melakukan euthanasia ato abortus yang penting duit dan ini tidak melanggar etika kedokteran maupun sumpah Hipokrates, bahkan dihalalkan oleh undang-undang (di Eropa), walaupun di dalam sumpah Hipokrates yang sebenarnya tercantum dengan jelas perkataan bahwa mereka tidak boleh melakukan abortus. Dan lucunya bukan hanya sekedar pengetahuan (science) medis nya saja yang dibutuhkan oleh para Dr jaman sekarang ini, melainkan ada faktor lainnya yang tidak kalah pentingnya ialah "art" ato seninya bagaimana menghadapi dan melayani sang pasien. Dr jaman sekarang apabila ingin berhasil dituntut untuk memiliki kedua komponen ini ialah science & art. Karena memang telah terbuktikan Dr yang memiliki seni melayani pasiennya dengan baik, pasien tsb akan lebih cepat sembuhnya daripada Dr yang tidak ramah ato yang tidak bisa basa-basi dalam bhs Sudanya pengaruh ini disebut placebo effect. Maka dari itu seorang Dr akan jauh lebih mudah beralih profesi dari ahli medis menjadi bintang sinetron. Sebenarnya banyak sudah Dr yang beralih profesi, sebagai contoh Sir Arthur Ignatius Conan Doyle yang jadi penulis buku detektip Sherlock Holmes dan ada juga yang terjun ke dalam bidang politik seperti Dr Sun Yat-Sen, Salvador Allende atau Che Guevara. Dan yang jadi diktator pun ada ialah François Duvalier yang lebih dikenal sebagai Papa Doc dari Haiti. Bahkan ada pula yang beralih profesi untuk membuat mesin pemenggal kepala seperti Dr. Joseph-Ignace Guillotin oleh sebab itulah alat pemenggal kepala di Perancis ini lebih dikenal dengan nama guillotine. Dan yang jadi dukun pun ada ialah Nostradamus. Jadi lengkap sudah. Dan apakah Anda tahu bahwa pada saat sekarang ini sudah banyak juga Dr yang beralih profesi menjadi Allah, karena mereka telah bisa menentukan hidup atau matinya sesesorang, kalau kagak percaya bacalah lanjutannya dari oret-oretan maboknya mang Ucup yang berjudul Allah berjubah putih Mang Ucup iri yang ingin jadi Dr Email: [EMAIL PROTECTED] Homepage: www.mangucup.org *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ ** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List ** ** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: ** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ ** ** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral scholarship, kunjungi http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

