** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.suarapembaruan.com/News/2006/03/02/index.html


SUARA PEMBARUAN DAILY 

Pemerintah Yudhoyono Harus "Diadu" dengan Kabinet Bayangan
 

Tulus Warsito 



TAAT membaca, melihat, atau pun memperhatikan berita-beri- ta di media massa 
tentang perjalanan bangsa kita, sepertinya selalu dirundung musibah, khususnya 
sejak Yudhoyono naik tahta. Mulai gempa bumi, bencana tsunami, penyakit polio, 
busung lapar sampai kasus flu burung. Termasuk, harga BBM yang naik dua kali 
dalam setahun, dan ribut mengenai boraks dan formalin. 

Banjir, yang dulunya melanda Jawa, "biasa" saja, sekarang ikut-ikut menjadi 
"luar biasa". Di sejumlah wilayah yang terkena banjir banding, mengakibatkan 
lebih dari 50 orang tewas. 

Rasanya, selama Yudhoyono memimpin negeri ini tak ada bagusnya sama sekali. 
Rakyat seolah kehilangan kepercayaan, kehilangan tempat berlindung, kehilangan 
harapan, ke mana negeri ini akan dibawa? 

Walaupun cuplikan ceri-ta di atas amat sangat di- dramatisasi, tetapi tak 
seluruhnya merupakan cerita kosong. Artinya, sebagian dari kasus di atas memang 
benar adanya. 

Kalau mau jujur, bahkan sejak lengsernya Soeharto, keadaan negeri memang 
semakin amburadul. Krisis ekonomi 1998 yang mengiringi lengsernya Soeharto, 
seolah menjadi alasan penting bagi terjadinya perubahan besar di negeri ini. 

Di satu pihak, sejumlah masyarakat mulai merindukan kembalinya rezim Soeharto. 
Di lain pihak, ada pula yang berharap bahwa reformasi harus juga dikembalikan 
pada relnya yang paling murni. Menghadapi keadaan serupa itu, pemerintahan 
Yudhoyono haruslah dapat menegaskan platform-nya. Apakah ia akan melanjutkan 
pembangunan yang pernah dicapai selama ini, atau dengan agenda pembangunan yang 
baru? 

Kalau isu pembangunan dianggap sebagai merek Orde Baru, konstruksi upaya 
perubahan macam apa yang akan dilakukannya? 

Kuda Hitam 

Ketika reshuffle kabinet diumumkan dengan cukup menegangkan dari Yogyakarta 
awal November 2005, banyak pihak berharap bahwa negeri ini akan dibawa ke arah 
yang lebih baik. 

Indeks nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika, pada hari-hari menjelang 
perubahan kabinet, memang menunjukkan gejala serupa itu, tetapi hari-hari 
berikutnya arah kebijakan reshuffle ternyata lebih menonjolkan bahwa pergantian 
menteri itu bukanlah upaya perbaikan yang berbasis pada kompetensi solusi 
permasalahan di lapangan, melainkan lebih disebabkan oleh upaya mengakomodasi 
kepentingan partai politik. 

Orang lalu bertanya, mengapa Yudhoyono yang mantan jenderal itu ternyata tunduk 
kepada tekanan partai politik? Sebagai presiden terpilih secara langsung, 
mengapa dia tak menyusun agenda yang benar-benar bertumpu pada pemecahan 
masalah di lapangan, tanpa harus mempedulikan tekanan partai politik secara 
berlebihan? 

Kalau dilihat dari latar belakang kemenangan Yudhoyono dalam Pemilu 2004, maka 
apa yang dilakukannya merupakan hal yang terbaik. Jika dihubungkan dengan isu 
utama pada waktu pelaksanaan Pemilu 2004, maka sosok Yudhoyono merupakan kuda 
hitam yang paling menguntungkan. 

Saat itu, isu besarnya adalah apakah reformasi harus diteruskan, sementara 
perkembangan menunjukkan perkembangan yang semakin buruk, atau kembali ke Orde 
Baru, walaupun untuk itu terasa mustahil. 

Meskipun pemilihan presiden 2004 sebenarnya merupakan pemilihan langsung paket 
presiden dan wakil presiden, tetapi sosok capres lebih menentukan daripada 
cawapresnya. 

Dilihat dari dikotomi keberpihakan terhadap Orde Baru dan Reformasi, para 
kandidat presiden pada wak-tu itu bisa dikelompokkan menjadi: (1). Wiranto 
(Orba), (2). Amien Rais (Reformasi), (3). Megawati & Hamzah Haz (status quo 
yang jelas-jelas ingin diubah oleh pemilih), dan (4). Yudhoyono (sosok 
moderat/kuda hitam). 

Komposisi itu, menggiring pemilih pada opsi: berat sekali memilih Amien Rais, 
karena reformasi (dianggap) hanya menghasilkan para koruptor baru; untuk 
memilih Wiranto sama saja dengan mimpi memutarbalik jarum jam; sedangkan bagi 
Mega & Hamzah sudah sejak awal ingin diubah; oleh karena itu harapan paling 
besar jatuh pada Yudhoyono yang memang memiliki reputasi moderat. Orba bisa, 
apalagi dengan wapresnya MJK, reformasi juga oke saja, karena ketika itu dia 
baru saja di-dholim-i oleh penguasa. Rakyat tak peduli bahwa Yudhoyono muncul 
sebagai capres dari partai baru. 

Walaupun Partai Demokrat berjaya pada pemilu legislatif, tetapi usianya baru 
genap setahun dan sangat miskin dengan kader-kader kaliber nasional. Partai 
ini, seperti parpol baru yang lain, masih sangat rentan dengan konflik 
internal. Itulah sebabnya, ketika Yudhoyono terpilih menjadi presiden dan 
menyusun kabinet, tak bisa tidak, dia harus merangkul partai lain. 

Tak mungkin partainya sendiri bisa mengisi posisi yang amat krusial. Kalau mau 
jujur, mungkin sekali beliau geli sendiri jika harus mengisi semua posisi 
menteri kabinet dengan kader-kader partainya sendiri. 

Keadaan ini, pada gilirannya mempersulit untuk menyusun agenda yang berbasis 
pada penyelesaian persoalan di lapangan. Persoalan yang mengemuka lebih awal 
adalah perkara bagaimana menyamakan visi para menteri yang terdiri dari 
berbagai parpol itu. 

Bahkan ada yang bilang, agenda utama Yudhoyono ya hanya itu, sibuk menjadi 
konduktor memadukan perbedaan politik di antara para menteri, sementara rakyat 
selalu dirundung musibah. 


Kabinet Bayangan 

Keadaan itu, menjadikan agenda resmi pemerintahan Yudhoyono menjadi kurang 
dipahami oleh masyarakat luas, walaupun tentu saja Bappenas telah membuatnya 
secara jelas dan rinci. Untuk memperbaiki kinerja pemerintahan Yudhoyono secara 
konstruktif, beberapa hal berikut ini perlu menjadi perhatian serius. 

Kabinet multipartai sekarang ini memang menjadi keniscayaan bagi Yudhoyono 
sebagai presiden terpilih dari partai yang muda usia, tetapi jangan seluruh 
energi habis untuk mengakomodasi perbedaan dan tekanan parpol. Untuk itu, beri 
peluang sebesar-besarnya bagi tumbuhnya sosok kekuatan oposisi yang memadai. 

Kesatuan langkah untuk membawa konstruksi pembangunan (atau agenda utama rezim) 
memerlukan musuh bersama yang jelas, tegas dan konstruktif juga. 

Sosok oposisi bisa dari parpol atau pihak mana pun yang mau, tetapi harus yang 
konstruktif. Kalau perlu biarkan mereka membentuk kabinet bayangan, supaya 
mereka dapat menjelaskan, menegaskan perbedaan visi dan misi perubahan yang 
diperjuangkannya. 

Kalau PDI-P ingin memposisikan dirinya sebagai oposisi, mereka harus 
menegaskannya dalam konstruksi kabinet bayangan versi mereka, sehingga visi 
maupun misi hingga langkah-langkah teknis menuju perubahan yang dijanjikan 
kepada masyarakat dapat senantiasa dipantau oleh siapa saja. 

Bukan sekadar berteriak ketika ada kasus yang bermuatan heroisme saja. Begitu 
juga, kalau ada kelompok LSM yang mau bertindak sebagai oposisi, mereka harus 
konstruktif dan proaktif. 

Di negeri besar seperti Australia misalnya, kaum oposisi benar-benar menyusun 
kabinet bayangan seperti yang disusun oleh penguasa, agar masing-masing program 
di tiap sektor ada yang memantau secara intens dan konstruktif. 

Walaupun kedengaran sederhana, kabinet bayangan ini benar-benar merupakan 
tantangan bagi para politisi di negeri kita ini. Pemerintah tak perlu merasa 
disaingi, karena negeri ini memang bukan milik nenek moyang mereka sendiri. 
Bagi siapa pun, yang merasa menjadi kelompok oposisi, jangan hanya berani 
teriak saja. 

Jadilah menteri ekonomi bayangan, kalau Anda masih kecewa dengan kondisi 
ekonomi kita saat ini, atau jadilah presiden bayangan, kalau saudara tidak puas 
terhadap kinerja presiden. Siapa berani? * 


Penulis adalah dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke