** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Cermin Tumpulnya Tokoh Agama Menghadapi Globalisasi 


Semarang, Kompas - Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuth Thalibin, 
Rembang, Jawa Tengah, KH A Mustofa Bisri menilai pro dan kontra di 
masyarakat dalam menyikapi Rancangan Undang-Undang Antipornografi 
dan Pornoaksi masih wajar.

Namun, dalam pandangan Gus Mus—panggilan akrab KH A Mustofa Bisri—
RUU APP itu sendiri menunjukkan tumpulnya peran tokoh agama, 
terutama para ulama Islam, dalam menghadapi globalisasi.

"RUU APP itu boleh jadi simbol kepanikan di kalangan ulama Islam. 
Mereka panik sebab kelemahan mereka selama ini terbukti. Mereka 
tidak mampu membuat formasi pencegahan maraknya aksi-aksi 
pornografi. Karena panik, mereka lalu angkat tangan dan menyerahkan 
soal itu ke kepolisian," ujarnya kepada wartawan di sela-sela 
seminar tentang terorisme di Semarang, Sabtu (4/3).

Gus Mus mengemukakan, kelemahan atas kegagalan menemukan formula 
dalam upaya pencegahan maupun memberi benteng di masyarakat terhadap 
gencarnya aksi-aksi porno itu seperti berlangsung turun-temurun. 
Ketika mereka tidak menemukan perlindungan yang tepat, mereka angkat 
tangan.

Dalam pandangan Gus Mus, kelemahan pada RUU APP seperti RUU lainnya, 
umumnya hanya dipahami masyarakat lapisan atas, masyarakat 
perkotaan, serta elite politik, yang bisa menimbulkan multitafsir di 
masyarakat.

Ia mengatakan, RUU tidak pernah disosialisasikan secara komprehensif 
dan menyeluruh di semua lapisan masyarakat hingga pedesaan. Oleh 
karena itu, apabila ada multitafsir, akan menimbulkan kekacauan 
sosial.

Pro dan kontra berkembang di masyarakat saat ini, seperti Bali 
menolak RUU APP, orang Papua khawatir budaya mereka tak lagi 
dianggap sebagai bagian dari kehidupan, atau kegiatan seniman takut 
terpasung. Menurut Gus Mus, semua itu merupakan akibat dari 
kurangnya definisi yang pasti tentang apa yang disebut porno.

"Kunci dari pemahaman porno itu harus ada definisi yang konkret dan 
jelas. Soal aurat saja, misalnya, sebagian ulama berpendapat aurat 
itu hanya bagian muka dan tangan. Sebagian lagi menyatakan seluruh 
tubuh tidak bisa diperlihatkan. Ini perbedaan yang bisa memicu 
konflik internal," tutur Gus Mus.

Ia mengingatkan, DPR harus lebih banyak mendengar suara masyarakat. 
DPR perlu melakukan dialog berulang-ulang bersama kalangan seniman, 
ulama, kalangan pesantren, dan tokoh-tokoh lintas agama sebelum 
mengesahkan RUU APP.

Dialog itu diharapkan dapat memperkaya sekaligus menemukan formula 
yang tepat menyangkut definisi pornografi. Tujuannya, agar kegiatan 
sosial dan kebudayaan masyarakat tidak terhambat. (WHO)






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke