** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List ** ** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: ** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ ** ** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral scholarship, kunjungi http://informasi-beasiswa.blogspot.com **HARIAN ANALISA Edisi Selasa, 7 Maret 2006
Ketua Komisi Fatwa MUI: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan RUU Anti-pornografi dan Pornoaksi Jakarta, (Analisa) Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin mengatakan, ada pihak yang berupaya menggagalkan, membelokkan dan memperlambat RUU Anti-pornografi dan Pornoaksi. "Siapa-siapanya orangnya, baca saja di koran, mereka yang penganut kebebasan tanpa batas. Itu cara berpikir jahiliyah," katanya menjawab wartawan Lokakarya Nasional Manasik dan Manajemen Haji Majelis Ulama Indonesia (MUI), di Jakarta, Senin (6/3). Itulah mengapa MUI membentuk Tim Pengawal RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi, ujarnya. Menurut Ma'ruf, masyarakat secara keseluruhan tidak menolak, terbukti ketika pihaknya meminta pendapat dari daerah-daerah mereka berteriak bahwa RUU tersebut merupakan kebutuhan bangsa untuk menjaga moralitas. "Coba tanya masyarakat. Itu kebutuhan sejak lima tahun lalu, sejak 2001," katanya. Soal Bali dan Papua, menurut dia, beri saja pengecualian, namun secara keseluruhan, bangsa Indonesia membutuhkan UU tersebut dan bahwa perundang-undangan yang ada tidak cukup efektif. "Soal koteka di Irian itu keadaan sementara tetapi apa mau dibudayakan untuk seluruh bangsa. Koteka itu tidak menimbulkan masalah, yang menimbulkan masalah itu kan penampilan yang menimbulkan rangsangan. Jangan karena satu kasus lalu dibesar-besarkan seolah menjadi malapetaka," katanya. Ditegaskan Ma'ruf RUU tersebut jangan diartikan bahwa Islam memaksakan nilainya kepada umat lainnya. "Tentu saja ada kompromi, kalau Islam betul, aurat betul ditutup semua, tidak seperti itu. Kita tentu tidak kaku," katanya. Sedangkan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Achmad Heriawan membantah kalau RUU tersebut akan melecehkan dan mendiskreditkan perempuan. "Justru RUU itu melindungi perempuan dari eksploitasi bisnis seks yang sekarang semakin marak," katanya. Ia menganggap protes terhadap Tim Pansus Anti-pornografi dan Pornoaksi di Bali tidak mencerminkan aspirasi masyarakat Bali dan hanya merupakan protes dari pihak tertentu saja di Bali. Sementara itu, Menag mengangap wajar adanya tarik-ulur dalam penyusunan RUU Anti-pornografi dan Pornoaksi. (Ant) [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ ** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List ** ** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: ** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ ** ** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral scholarship, kunjungi http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

